Suci Amanati
Universitas Widya Husada Semarang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektivitas Retrowalking Terhadap Penurunan Nyeri Pada Lansia Dengan Knee Osteoarthritis di Puskesmas Kendal Kerep Kota Malang Sri Sunaringsih Ika Wardojo; Rizky Febrianty; Suci Amanati; Yudha Wahyu Putra; rakhmad rosadi
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jfrwhs.v5i2.137

Abstract

Knee osteoarthritis adalah suatu penyakit degereratif berupa gangguan muskuloskeletal yang terjadi pada sendi lutut dikarenakan integritas dari artikular tulang rawan yang rusak sehingga dapat menimbulkan nyeri. Nyeri pada lutut yang dibiarkan terus-menerus tanpa dilakukan pengobatan akan menyebabkan gangguan fungsi fisik pada individu yang terkena knee osteoarthritis. Salah satu intervensi untuk mengatasi nyeri pada knee osteoarthritis yaitu retrowalking. Mekanisme kerja dari retrowalking dalam menurunkan nyeri yaitu melalui mekanisme biomekaniknya yang unik yaitu dimulai dari fase toe on. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas retrowalking terhadap penurunan nyeri pada lansia dengan knee osteoarthritis di Puskesmas Kendal Kerep. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian pre-eksperimental yakni dengan pendekatan prospektif dan menggunakan desain One-Group pre-post test design. Hasil dari pnelitian ini adalah pemberian terapi retrowalking dapat mengurangi nyeri secara significant pada pasien knee osteoarthritis.
Analisis Faktor Risiko Nyeri Punggung Bawah Pada Perawat Di Rsud Dr. Murjani Sampit Rakhmad Rosadi; Yoga antonius; Sri Sunaringsih Ika Wardojo; Suci Amanati; Nungki Marlian Darwati
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jfrwhs.v5i2.139

Abstract

Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling sering dalam kehidupan sehari-hari. NPB adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah dan biasanya merupakan nyeri lokal maupun nyeri radikular atau keduanya. Nyeri tersebut dapat disebabkan oleh postur yang buruk baik ketika berdiri maupun duduk, membungkuk/memutar, mengangkat beban dengan salah dan lain-lain. Penyebab NPB tersebut sering terjadi pada perawat ruang rawat inap. Laporan Kasus ini berlokasi di RSUD dr. Murjani Sampit, Kotawaringin Timur, Kaliantan Tengah. Tujuan Laporan Kasus ini adalah untuk Mengetahui faktor risiko penyebab nyeri punggung bawah pada perawat di RSUD dr. Murjani Sampit. Metode yang digunakan yaitu kuesioner untuk mengetahui faktor individu dan metode Brief Survey untuk penilaian risiko ergonomi. Studi Kasus dilakukan terhadap 2 orang perawat rawat inap yang telah memiliki riwayat Nyeri Punggung Bawah. Berdassarkan hasil penilaian risiko ergonomic dengan menggunakan metode Brief Survey resiko kerja tertinggi berada pada regio punggung dengan skor 4. Faktor karakterisitik responden yang meliputi jenis kelamin, IMT, pengalaman kerja, perilaku merokok dan kebiasaan olahraga tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian NPB. Berdasarkan Hasil uji statistik yang didapatkan dari beberapa studi kasus dan penelitian menunjukkan bahwa hanya lama duduk dan lama berdiri yang berpengaruh terhadap kejadian nyeri punggung bawah
Effectiveness Of Asthma Gymnastic On Asthma Status For Asthma Survivor Suci Amanati; Didik Purnomo; Irawan Wibisono
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v5i2.1531

Abstract

Asthma is a chronic inflammation disease in airways which is emit bronchus hyperactivity. Asthma is a worldwide trouble that influence at least 1-18% population in the entire world. Exercises is a non-pharmacological therapy which is can be applied for asthma case. Exercise that is applied on this research is asthma gymnastic and breathing exercise. The purpose from this research is to get the effect of asthma gymnastic and breathing exercise on asthma status for asthma survivor.The research method use eksperiment in madupahat community in Semarang city with involve 19 persons, sample was taken with purposive sampling. The result of this research shows there is improvement in control status and the spirometri was increase in asthma survivors. The conclution in his research is asthma gymnastic and breathing exercise effective to control asthma status in asthma survivor.
Edukasi dan Breathing Exercise untuk Meningkatkan Kesehatan Paru Pada Komunitas Serema Suci Amanati; Akrom Rosyada; Alya Larasati; Fathoni Zaki Yanto; Ulfa Aulia Choirunisa
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v8i1.185

Abstract

Peningkatan jumlah lanjut usia (lansia) berdampak pada meningkatnya permasalahan kesehatan, salah satunya penurunan fungsi sistem pernapasan. Kondisi ini dapat menurunkan toleransi aktivitas fisik dan kualitas hidup lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan anggota komunitas dalam melakukan latihan pernapasan (breathing exercise) sebagai upaya promotif dan preventif. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, edukasi, demonstrasi latihan, praktik langsung, serta pemantauan selama dua minggu. Kegiatan dilaksanakan pada Komunitas SEREMA RW 05 Krapyak dengan peserta sebanyak 40–50 orang, mayoritas lansia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait kesehatan paru dan kemampuan melakukan teknik breathing exercise dengan benar.
Deep Breathing Exercise with and without Sustained Maximum Inspiration on Vital Signs in Chronic Obstructive Pulmonary Disease Suci Amanati
Jurnal Respirologi Indonesia Vol 46 No 3 (2026)
Publisher : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)/The Indonesian Society of Respirology (ISR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36497/

Abstract

Background: Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is characterized by airflow obstruction that impairs oxygenation and alters vital signs. Pulmonary rehabilitation commonly includes Deep Breathing Exercise (DBE), while Sustained Maximum Inspiration (SMI) may further enhance lung expansion and oxygen diffusion. This study aimed to compare the effects of DBE alone and DBE combined with SMI on vital signs in patients with COPD. Methods: A quasi-experimental study was conducted over four weeks at the Community of Pulmonary Health Care, Semarang, involving 22 eligible COPD patients. Participants were divided into two groups: DBE only (n = 11) and DBE with SMI (n = 11). Both groups performed daily breathing exercises for 10 minutes. Vital signs measured before and after the intervention included blood pressure, heart rate, respiratory rate, and oxygen saturation. Data were analyzed using paired and independent t-tests with a significance level of p < 0.05. Results: The DBE group experienced nonsignificant reductions in blood pressure and respiratory rate, along with a slight, nonsignificant decrease in oxygen saturation. The DBE with SMI group showed reductions in blood pressure and respiratory rate and a significant improvement in oxygen saturation. Between-group comparisons revealed no significant differences in blood pressure, heart rate, or respiratory rate, but oxygen saturation was significantly higher in the DBE with SMI group. Conclusion: Both DBE and DBE combined with SMI positively influence vital signs in COPD patients. However, incorporating SMI into DBE provides additional benefits, particularly in improving oxygen saturation.