Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perspektif mahasiswa terhadap pembelajaran pascapandemi Covid-19 dengan model project-based learning (PjBL). Sebanyak 31 mahasiswa Prodi Pendidikan IPA yang berpartisipasi dalam pengembangan modul mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Makhluk Hidup menjadi subjek penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan instrumen penelitian berupa angket dan pertanyaan terbuka. Angket digunakan untuk mengetahui perspektif mahasiswa terhadap kualitas pembelajaran, motivasi, dan kinerja selama pembelajaran. Data hasil angket dianalisis secara statistik deskriptif. Pertanyaan terbuka pun digunakan untuk menggali informasi terkait perspektif mahasiswa terhadap pembelajaran tatap muka 100%, kendala, solusi, manfaat, serta kekurangan dari PjBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran, motivasi, dan kinerja mahasiswa berkategori sangat baik. Selain itu, PjBL berdampak positif pada kompetensi penyusunan modul IPA, pemanfataan teknologi, keterampilan sosial, dan sikap mahasiswa. Kesulitan yang dialami berkaitan dengan kerja tim, produk, dan waktu. Solusi permasalahan tersebut antara lain menasihati anggota kelompok, berdiskusi, mengatur waktu, membagi tugas, memperhatikan arahan dosen, mencari referensi di internet, dan presentasi kelompok. Dengan demikian, kelebihan model pembelajaran project-based learning dengan kegiatan penyusunan modul IPA pada perkuliahan tatap muka 100% pascapandemi Covid-19 lebih besar daripada kekurangannya. Selain itu, sebagian besar mahasiswa memilih pembelajaran tatap muka daripada pembelajaran daring.