IDA Batik merupakan usaha di bidang industri kreatif yang memproduksi batik dengan motif lokal. Usaha ini didirikan untuk mengembangkan potensi kerajinan batik sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, khususnya perempuan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji tentang mekanisme pemberdayaan yang diterapkan oleh IDA Batik, dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan oleh para pekerja perempuan, faktor pendukung dan penghambat keberlanjutan ekonomi perempuan yang bekerja di IDA Batik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pemberdayaan ekonomi perempuan oleh IDA Batik meliputi beberapa tahapan yaitu perekrutan karyawan secara terbuka, memberikan pelatihan keterampilan membatik dengan sistem learning by doing, menerapkan sistem kerja yang fleksibel, serta memberikan upah sesuai dengan hasil kerja. Mekanisme ini memberikan kesempatan pada perempuan untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan keterampilan dan kapasitas secara individu. Dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan oleh para pekerja perempuan yaitu memperoleh pendapatan sehingga dapat membantu perekonomian keluarga, meningkatnya kemandirian finansial, dan memperluas relasi. Faktor pendukung dalam pemberdayaan ekonomi perempuan di IDA Batik meliputi adanya dukungan dari pemilik usaha, lingkungan kerja yang kondusif, serta dukungan dari keluarga. Faktor penghambatnya meliputi terbatasnya waktu bekerja karena peran ganda pekerja perempuan sebagai ibu rumah tangga, selain itu keterbatasan terhadap akses modal dan akses pemasaran menyebabkan para pekerja perempuan belum mampu mengembangkan usaha sendiri meskipun memiliki ketrampilan yang cukup. Dukungan dari pemerintah seperti pemberian pelatihan dapat berupa peningkatan ketrampilan kerja, pemahaman terhadap manajemen dan pemasaran, serta teknik pemasaran digital. Pada aspek permodalan, dapat berupa pemberikan pinjaman modal melalui lembaga keuangan dengan syarat yang dapat dipenuhi oleh pengusaha kecil.