Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

JENIS KESALAHAN YANG BIASA TERJADI DALAM KARANGAN SISWA BERBAHASA BAHASA JEPANG Sri Aju Indrowaty
Educate Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sri Aju Indrowaty Unibraw – Malang Ayumirza9220@gmail.com Abstract The use of different languages raises various language errors, either consciously or unconsciously. The process of learning a second language cannot be separated from errors they may make. Making errors is a hallmark of learning. However, errors in language production is very disturbing in achieving the goal of attaining a good language. The types of errors made range from errors in listening (kiku), errors in speaking (hanasu), errors in reading (yomu), errors in writing (kaku). Using Japanese in writings, especially in an essay, often results in various errors. This article describes the grammatical errors that are often made by the students in their writings. This study at least find errors in morphological level, errors in phrasal level, and errors in syntactic level. Keywords: Errors, writing, type of errors Abstrak Pengunaan berbagai bahasa menimbulkan berbagai kesalahan berbahasa, baik disadari maupun tidak disadari. Proses pembelajaran bahasa kedua tidak terlepas dari adanya kesalahan. Kesalahan merupakan ciri dari pembelajaran. Namun demikian kesalahan dalam berbahasa sangat mengganggu dalam usaha tujuan pencapaian bahasa yang baik. Jenis kesalahan yang dilakukan bervariasi mulai dari kesalahan mendengarkan (kiku), kesalahan berbicara (hanasu), kesalahan membaca (yomu), kesalahan menulis (kaku). Penggunaan bahasa Jepang dalam penulisan, terutama dalam sebuah karangan sering menimbulkan berbagai kesalahan. Artikel ini menjelaskan tentang kesalahan-kesalahan gramatika yang sering dibuat oleh para siswa dalam karangan-karangan mereka. Penelitian ini setidaknya menemukan kesalahan dalam hal kesalahan morfologis, kesalahan frasa, dan kesalahan sintaksis. Kata kunci: Kesalahan, karangan, jenis kesalahan
PELAFALAN BUNYI PANJANG BAHASA JEPANG PADA MAHASISWA, PENGAJAR DAN PENUTUR ASLI BAHASA JEPANG PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNIVERSITAS BRAWIJAYA. Rike Febriyanti; Sri Aju Indrowaty
Educate Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pelafalan kosakata bunyi panjang yang dihasilkan pengajar dan mahasiswa cenderung lebih pendek daripada penutur asli. (2) Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pelafalan kosakata bunyi panjang oleh pengajar dengan penutur asli. (3) Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pelafalan kosakata bunyi panjang oleh mahasiswa dengan penutur asli. (4) Pelafalan kosakata bunyi panjang oleh mahasiswa lebih pendek daripada pengajar tetapi data pelafalan kosakata bunyi panjang oleh pengajar standar deviasinya sangat tinggi daripada mahasiswa dan penutur asli. Kata Kunci: pelafalan, kosakata bunyi panjang, guru, murid, penutur asli
MEDAN MAKNA DALAM PEMBELAJARAN HURUF DI PRODI S1 SASTRA CINA DAN PRODI S1 PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FIB UB Diah Ayu Wulan; Sri Aju Indrowaty
Educate Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diah Ayu Wulan 1 Sri Aju Indrowaty 2 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (ayumirza9220@gmail.com) Membaca, menulis, menyimak, dan berbicara merupakan empat keterampilan bahasa yang harus dikuasai oleh pembelajar bahasa, demikian juga dengan mahasiswa yang mempelajari bahasa Mandarin dan bahasa Jepang. Penguasaan hanzi (huruf Mandarin) dan kanji (huruf Jepang) merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang kelancaran mahasiswa dalam mempelajari bahasa Mandarin dan bahasa Jepang. Setiap hanzi dan kanji berfungsi menunjukkan lambang makna. Mempelajari huruf bukan hal yang mudah terutama bagi mahasiswa yang belum pernah mempelajari kedua bahasa tersebut. Karena itu diperlukan suatu cara untuk mempelajari huruf dengan mengunakan medan makna. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian mahasiswa semester 3 Prodi S1 Sastra Cina dan Prodi S1 Pendidikan Bahasa Jepang. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bentuk pembelajaran huruf berdasarkan medan makna dan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran huruf berdasarkan medan makna di kedua prodi tersebut. Kata Kunci: penulisan huruf, medan makna, keefektifan, Hanzi, Kanji
PENGGUNAAN DAN MAKNA SETSUZOKUSHI ために DAN ように DALAM RAGAM TULIS (NHK ニュース) Devi Risqi Indrawati; Sri Aju Indrowaty
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 9 No. 3 (2023): Pendidikan dan Budaya Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v9i3.64905

Abstract

In Japanese, there are various kinds of setsuzokushi such as ために and ように. Many Japanese learners are confused in the use of these two setsuzokushi because they have the same but different function in the context of their use. This research uses a qualitative descriptive with observation method and literature study. This research aims to understand the usage and meaning of ために and ように correctly. The results are the use of ために combined with the first sentence which states the purpose that has been planned. Before ために is a dictionary form of verb or noun, verb that can be combined is verb which contains desires or intentions, whereas if a noun is added the particle の before ために. The use of ように is combined with the first sentence which states purpose or objectives of the condition. Verbs before ように are verbs that not contain desires or intentions but use dictionary or negative form potential verbs.