Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISA KANDUNGAN Fe DAN KARAKTERISTIK SIFAT LISTRIK PASIR BESI PANTAI TELINDUNG YANG DISINTESIS DENGAN BEBERAPA METODE Lalu A. Didik; Muh. Wahyudi
Indonesian Physical Review Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.751 KB) | DOI: 10.29303/ipr.v3i2.58

Abstract

Telah dilakukan sintesis pasir besi berbasis pasir besi Pantai Telindung dengan menggunakan metode solid state reaction (SSR) dan copresipitasi. Sampel kemudian dikarakterisasi ukuran partikelnya menggunakan Pastikel Size Analyzer (PSA) dan konsentrasi Fe diukur menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Karakterisasi sifat listrik meliputi konstanta dilektrik dan resistivitas. Konstanta dielektrik diukur menggunakan metode plat sejajar sedangkan resistivitas diukur menggunakan metode 2 titik probe. Ukuran partikel sampel yang disintesis dengan menggunakan metode SSR masih dalam ukuran micrometer yaitu sebesar 1,34 µm sedangkan ukuran partikel dengan menggunakan metode copresipitasi sudah mendekati ukuran nanometer yaitu sebesar 210 nanometer. Konsentrasi Fe dalam sampel sebesar 8,7 ppm pada sampel yang disintesis dengan menggunakan metode metode SSR sedangkan konsentrasi Fe pada sampel yang disintesis dengan menggunakan metode copresipitasi sebesar 12,9 ppm. Nilai konstanta dielektrik sampel yang disintesis dengan metode SSR sebesar 9,41 nilai konstanta dielektrik sampel yang disintesis dengan metode copresipitasi yaitu sebesar 14,22. Nilai resistivitas juga memiliki pola yang sama dengan konstanta dielektrik dimana nilai resistivitas sampel yang disintesis dengan metode SSR sebesar 0,078 Ωm. Sedangkan nilai resistivitas sampel yang disintesis dengan menggunakan metode copresipitasi sebesar 0,092 Ωm.
Pengembangan LKS Fisika dalam Menunjang Pemahaman Siswa pada Materi Kinematik Gerak Lurus (Studi Kasus: Kelas X IPA 3 di Madrasah Aliyah Swasta Mathla’ul Anwar Pusat Menes) Akhmad Ahya Yani; Muh. Wahyudi
KONSTAN - JURNAL FISIKA DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 6 No 1 (2021): KONSTAN (Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/konstan.v6i1.71

Abstract

Penelitian ini berbicara mengenai pemahaman siswa pada bahan ajar fisika. Objek dalam penelitian ini adalah pemahaman siswa pada konsep kinematika gerak lurus dan bahan ajar fisika berupa LKS. Subjeknya adalah siswa kelas X IPA 3 sebanyak 23 orang dan 1 guru fisika. Dalam penelitian ini, bahan ajar fisika adalah suatu perangkat pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar dalam bentuk buku cetak. Sedangkan pemahaman konsep adalah sebagai kemampuan seseorang untuk memaknai suatu konsep dengan kata-kata sendiri. Pemahaman konsep terdiri dari 3 (tiga) aspek yaituTranslation, Interpretation, dan Extrapolation. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Untuk mendeskripsikan pemahaman kosep kinematika gerak lurus dengan tes pilihan ganda sebanyak 20 soal dan bahan ajar fisika dengan menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep kinematika gerak lurus berupa pemahaman Translation, Interpretation, dan Extrapolationsebesar 41,18 %dan bahan ajar fisika berupa LKS tidak sesuai dengan karakteristik siswa . Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa kelas X IPA 3 di MAS Mathla’ul Anwar Pusat Menes berada pada pemahaman konsep kinematika gerak lurus sangat rendah dengan bahan ajar fisika yang tidak sesuai dengan karakteristik siswa.
Identifikasi Miskonsepsi dan Tingkat Pemahaman Mahasiswa Tadris Fisika pada Materi Listrik Dinamis Menggunakan 3-Tier Diagnostic Test Lalu A. Didik; Muh. Wahyudi; Muhammad Kafrawi
Journal of Natural Science and Integration Vol 3, No 2 (2020): JNSI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v3i2.9911

Abstract

This study aims to determine the misconceptions and level of understanding of physics education students on dynamic electricity. The method used is descriptive quantitative research methods. The research sample was 33 students of the tadris physics study program who are currently taking basic physics courses 2 even semester 2019/2020. Data collection used a 3-tier diagnostic test. In the concept of current and electric voltage, students who are included in the full understanding category are 26% and 29% understand partially with the low category and the level of misconception reaches 45%. In the concept of ohm law and electrical resistance, it was found that students with a full understanding level of 23% and partially understanding 14% were in the low category and the level of student misconception showed the largest percentage, namely 63% with the high category. In the concept of electrical circuits, students with a full understanding level of 29% and partially understanding 50% and included in the medium category with student misconceptions showed the smallest percentage was 21% with the low category. As a whole, it shows that the average level of students' understanding and misconceptions on dynamic electricity material is still low with a percentage of 26% and partial understanding is moderate with a percentage of 31% and a misconception of 43% with a moderate category. Keywords: Misconception, level of undertanding, 3-tier diagnostic, electricicity.ABSTRAK.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi dan tingkat pemahaman mahasiswa tadris fisika pada materi listrik dinamis. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah 33 orang mahasiswa program studi tadris fisika yang sedang menempuh mata kuliah fisika dasar 2 semester genap 2019/2020. Pengumpulan data menggunakan 3-tier diagnostic test. Pada konsep arus dan tegangan listrik, mahasiswa yang termasuk dalam kategori pemahaman penuh sebesar 26% dan paham sebagian sebesar 29% dengan kategori rendah dan tingkat miskonsepsi mencapai 45%. Pada konsep hukum ohm dan hambatan listrik didapatkan bahwa mahasiswa dengan tingkat pemahaman penuh sebesar 23% dan paham sebagian 14% dengan kategori rendah dan tingkat miskonsepsi mahasiswa menunjukkan persentase paling besar yaitu sebesar 63% dengan kategori tinggi. Pada konsep rangkaian listrik, mahasiswa dengan tingkat pemahaman penuh 29%, paham sebagian 50% dengan kategori sedang serta miskonsepsi mahasiswa menunjukkan persentase paling kecil yaitu 21% dengan kategori rendah. Secara kesuluruhan rata-rata tingkat pemahaman dan miskonsepsi mahasiswa pada materi listrik dinamis masih tergolong rendah dengan persentase sebesar 26% dan paham sebagian tergolong sedang dengan persentase 31% dan miskonsepsi sebesar 43% dengan kategori sedang.Kata kunci: miskonsepsi, tingkat pemahaman, 3-tier diagnostic, listrik dinamis
PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL FISIKA MELALUI PEMBINAAN OLIMPIADE BERBASIS KOMPETISI SAINS MADRASAH Lalu Ahmad Didik Meiliyadi; Muh. Wahyudi; Fidiawati Fidiawati
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jwd.v4i3.196

Abstract

Kompetisi sains madrasah adalah kompetisi sains yang diadakan oleh kementerian agama untuk menjaring siswa berprestasi pada tingkat madrasah baik madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah maupun aliyah. Soal yang disajikan adalah soal yang terintegrasi antara sains dan keislaman. Namun kurangnya perhatian sekolah mengakibatkan banyak siswa masih kurang memahami mengenai kompetisi sains madrasah. Dalam kegiatan ini dilakukan pembimbingan kepada mahasiswa untuk meningkatkan kompetisinya dalam menyelesaikan soal kompetisi sains madrasah terutama dalam bidang fisika. Metode yang dilakukan adalah pembimbingan yang terbagi menjadi empat kegiatan yaitu persiapan, sosialisasi, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan persiapan dilakukan untuk mengetahui kondisi pendampingan olimpiade di sekolah dan sistematika pembinaannya. Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk menentukan sistematika pembinaan seperti waktu dan sistematika pelatihan dan pembinaan. Kegiatan pendampingan dilaksanakan dengan pemberian pre test untuk mengetahui kemampual awal siswa pada setiap materi, pendalaman materi dan selanjutnya diberikan posttest untuk mengetahui adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal KSM. Kegiatan terakhir adalah evaluasi dan refleksi melalui pemyebaran angket kepada siswa mengenai kegiatan pelatihan. Berdasarkan hasil analisa pretest dan posttest siswa didapatkan bahwa siswa mengalami penigkatan kompetensi untuk semua materi kecuali materi kinematika dan dinamika gerak serta listrik magnet. Hal ini disebabkan kedua materi tersebut termasuk materi yang sulit karena menuntut siswa harus menguasai konsep fisis dan konsep matematis sekaligus sehingga diperlukan metode khusus dalam pengajarannya seperti dengan menggunakan media pembelajaran. Sedangkan angket evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar puas dan antusias dalam melaksanakan pembimbingan kecuali dari aspek waktu pembinaan. Hal ini disebabkan karena siswa merasa waktu yang diberikan dalam membahas setiap materi dirasa kurang.