Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REMAPPING PENGAPIAN PROGRAMMABLE CDI DENGAN PERUBAHAN VARIASI TAHANAN IGNITION COIL PADA MOTOR BAKAR 4 TAK 125 CC BERBAHAN BAKAR E-100 Agung Setyo Pambudi; Mustaqim ,; Galuh Renggani Willis
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 7 No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.671 KB) | DOI: 10.24905/eng.v7i1.581

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai torsi, daya, konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang dengan menggunakan etanol 96% pada motor bakar 4 tak 125 cc. Metode penelitian  yang  digunakan  adalah  dengan  mengatur timing  pengapian  yang  sudah ditentukan dan mengubah suatu tahanan primer tahanan sekunder pada koil sebesar 0,2 Ohm 5,2 Ohm, 0,4 Ohm 7,1 Ohm dan 1,3 Ohm 10,1 Ohm untuk motor bakar 4 tak menggunakan bahan bakar etanol 96% setelah itu diuji torsi, daya dan konsumsi bahan bakar.Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil nilai rata – rata torsi tertinggi saat menggunakan timing pengapian standar 15° dan koil dengan tahanan primer 1,3 Ohm dan tahahan sekunder 10,1 Ohm sebesar 11,81 N.m di putaran mesin 2000 rpm, dan untuk nilai rata – rata daya tertinggi saat menggunakan timing pengapian standar 15° dengan koil tahanan primer 1,3 Ohm dan tahanan sekunder 10,1 Ohm sebesar 9,63 Hp di putaran mesin 7000 rpm. Dan untuk nilai maksimum rata – rata torsi tertinggi sebesar 12.33 N.m pada putaran mesin 2875 rpm dan nilai maksimum rata – rata daya tertinggi sebesar 9.3 pada putaran mesin 7034 rpm, nilai maksimum tersebut didapat saat menggunakan koil dengan tahanan primer 1,3 Ohm dan  tahanan sekunder 10,1 Ohm dan timing pengapian map 2 (20°). Untuk nilai Sfc yang paling maksimum (lebih irit saat menggunakan bahan bakar E – 100) adalah saat menggunakan koil dengan tahanan primer 1,3 Ohm dan tahanan sekunder 10,1 Ohm dan timing pengapian standar 15° sebesar 253.9 gr/kW.h. Dan untuk nilai kadar emisi yang paling rendah antara bahan bakar premium dan bahan bakar E – 100 (etanol 96 %) adalah saat Honda Supra X 125 cc menggunakan bahan bakar E – 100 dengan konsentrasi kadar HC sebesar 637 ppm. Kata Kunci : Koil, E – 100, CDI programmable, terhadap torsi, daya, konsumsi bahan bakar, dan emisi gas buang.
Pengaruh Hasil Tes Marshal Pada Aspal Dengan Penggunaan Pasir Pantai Alam Indah Tegal Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Campuran Ac-Bc Nadya Shafira Salsabilla; wiemintoro Tn; Galuh Renggani willis
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 13 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/eng.v13i1.2016

Abstract

Pantai Alam Indah (PAI) berada di Kota Tegal Jawa Tengah. Dari jalan pantura hanya berjarak 500 meter, meskipun belum ada jalur angkutan kota yang menuju ke PAI, masyarakat dapat menjangkau dengan transportasi apapun termasuk berjalan kaki. Seiring dengan pertambahan penduduk disuatu daerah, maka peran jalan sebagai prasarana perhubungan darat sangatlah penting. Jalan merupakan salah satu bentuk sistem transportasi darat yang menghubungkan daerah yang satu dengan daerah lainnya. Perkerasan lentur yang umum digunakan berupa perkerasan dengan campuran Aspal Concrete (AC) yang didasarkan pada AASHTO yang memiliki lapisan structural antara lain AC-WC, AC-BC, dan AC-Base. Penilitian ini menggunakan metode eksperimental dengan bahan tambah pasir pantai alam indah Kota Tegal sebagai pengganti sejumlah agregat halus dengan kadar 25%, 50% , dan 100%. Nilai yang didapat yaitu meliputi nilai kepadatan pada kadar 25% sebesar 2,141 gr/cc, kadar 50% sebesar 2,130 gr/cc, Dan kadar 100% sebesar 2,128 gr/cc. VIM pada kadar 25% sebesar 11,27%, kadar 50% sebesar 11,73%. Dan kadar 100% sebesar 10,32%, VMA pada kadar 25% sebesar 21,36%, kadar 50% sebesar 21,76%, Dan kadar 100% sebesar 21,53%., VFA pada kadar 25% sebesar 47,22%, kadar 50% sebesar 46,09%. Dan kadar 100% sebesar 52,06%. stabilitas pada kadar 25% sebesar 1178,76 kg, kadar 50% sebesar 961,62 kg, Dan kadar 100% sebesar 878,90 kg., kelelehan (flow) pada kadar 25% sebesar 3,68mm, kadar 50% sebesar 4,51mm, Dan pada kadar 100% sebesar 5,86 mm., dan marshall quotient pada kadar 25% sebesar 320,31 kg/mm, kadar 50% sebesar 213,2 kg/mm, Dan kadar 100% sebesar 151,01 kg/mm.
Analisa Efisiensi Penggunaan Bromus Dan Oli Bekas Pada Proses Pengeboran Proyek Bendungan Tiga Dihaji PT Barata Indonesia (Persero) Divisi Sumber Daya Air Anmeyrizal Teguh Suswoyo; Galuh Renggani Willis
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the efficiency of using bromus (additional coolant fluid) and used oil as lubricating media in the steel drilling process. The proper use of lubricating media is crucial to enhance the lifespan of cutting tools, reduce cutting forces, and produce high-quality holes. In this study, a comparison was made between three conditions: drilling without lubricant, with bromus, and with used oil. The parameters observed included drilling speed, drill bit wear rate, surface temperature, and drilling quality. The results showed that the use of bromus provided the highest efficiency in reducing temperature and tool wear, while used oil also demonstrated good performance at a lower cost. The efficiency of used oil reached 85% compared to bromus, making it a viable economic alternative in the steel drilling process, especially for medium to small-scale production. This study provides recommendations for selecting lubricating media based on technical and economic considerations to improve manufacturing process efficiency. Keywords: Bromus coolant, used oil, drilling process.   Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan bromus (cairan pendingin tambahan) dan oli bekas sebagai media pelumas pada proses pengeboran baja. Penggunaan media pelumas yang tepat sangat penting untuk meningkatkan umur alat potong, mengurangi gaya pemotongan, dan menghasilkan kualitas lubang yang baik. Dalam studi ini, dilakukan perbandingan antara tiga kondisi: pengeboran tanpa pelumas, dengan bonus, dan dengan oli bekas. Parameter yang diamati meliputi kecepatan pengeboran, tingkat keausan mata bor, suhu permukaan kerja, dan kualitas hasil pengeboran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bonus memberikan efisiensi tertinggi dalam mengurangi suhu dan keausan alat, namun oli bekas juga menunjukkan kinerja yang cukup baik dengan biaya yang lebih rendah. Efisiensi penggunaan oli bekas mencapai 85% dibandingkan dengan bonus, menjadikannya alternatif ekonomis yang layak dalam proses pengeboran baja, terutama pada skala produksi menengah ke bawah. Penelitian ini memberikan rekomendasi pemilihan media pelumas berdasarkan pertimbangan teknis dan ekonomis untuk meningkatkan efisiensi proses manufaktur.   Kata Kunci: coolant bromus, oli bekas, proses pengeboran