Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

MENURUNKAN FREKUENSI BATUK MALAM HARI DAN MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR BALITA PNEUMONIA DENGAN MADU Rokhaidah, Rokhaidah; Nurhaeni, Nani; Agustini, Nur
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.63 KB)

Abstract

Gejala umum yang sering dirasakan balita pneumonia adalah batuk. Intervensi keperawatan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah batuk malam hari dan kualitas tidur anak di antaranya adalah dengan memberikan terapi komplementer madu. Madu sangat bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung antibiotik alami, anti inflamasi, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektiitas pemberian madu terhadap batuk malam hari dan kualitas tidur balita dengan pneumonia. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen pretest posttest design with non equivalent control group dengan 36 responden  yang diambil secara consecutive sampling. Hasil analisis data menggunakan independent t test menunjukkan perbedaan penurunan skor batuk (p<0,001; CI 95% 1,82-3,37) dan peningkatan kualitas tidur yang signifikan (p<0,001; CI 95% 0,66-1,67) saat post test pada kelompok yang mendapatkan madu dibandingkan dengan kelompok kontrol. Peneliti merekomendasikan pemberian madu bagi balita pneumonia sebagai terapi alternatif yang aman untuk mengatasi batuk
PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE BRAINSTORMING DAN MEDIA AUDIOVISUAL BERPENGARUH TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN DIFTERI Azki, Filly Fikriyati; Rokhaidah, Rokhaidah
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.891 KB)

Abstract

Difteri berakibat fatal pada 5-10% kasus, dengan angka kematian yang lebih tinggi pada anak-anak. Salah satu pencegahan difteri yaitu dengan upaya promotif melalui pendidikan kesehatan. Metode brainstorming dan media audiovisual dapat digunakan dalam pendidikan kesehatan agar lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metode brainstorming dan media audiovisual terhadap pengetahuan Ibu balita tentang pencegahan difteri. Metode penelitian ini yaitu kuasi eksperimen dengan. Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon dengan convident interval 95% . Hasil analisis statistik didapatkan p value <0,05 yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan Ibu sebelum dan setelah dilakukan intervensi. Pengetahuan ibu tentang difteri meningkat setelah dilakukan intervensi Kesimpuan : Pendidikan kesehatan menggunakan metode brainstorming dan media audiovisual dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang difteri. Rekomendasi : Penggunaan metode brainstroming dengan media audiovisual untuk pendidikan kesehatan sebagai upaya preventif dan promotif untuk penyakit difteri.
PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE BRAINSTORMING DAN MEDIA AUDIOVISUAL BERPENGARUH TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN DIFTERI Azki, Filly Fikriyati; Rokhaidah, Rokhaidah
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v3i2.1027

Abstract

Difteri berakibat fatal pada 5-10% kasus, dengan angka kematian yang lebih tinggi pada anak-anak. Salah satu pencegahan difteri yaitu dengan upaya promotif melalui pendidikan kesehatan. Metode brainstorming dan media audiovisual dapat digunakan dalam pendidikan kesehatan agar lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metode brainstorming dan media audiovisual terhadap pengetahuan Ibu balita tentang pencegahan difteri. Metode penelitian ini yaitu kuasi eksperimen dengan. Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon dengan convident interval 95% . Hasil analisis statistik didapatkan p value <0,05 yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan Ibu sebelum dan setelah dilakukan intervensi. Pengetahuan ibu tentang difteri meningkat setelah dilakukan intervensi  Pendidikan kesehatan menggunakan metode brainstorming dan media audiovisual dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang difteri. Penggunaan metode brainstroming dengan media audiovisual untuk pendidikan kesehatan sebagai upaya preventif dan promotif untuk penyakit difteri.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DENGUE HEMMORHAGIC FEVER (DHF) : SEBUAH STUDY KASUS Setyadevi, Shinta Noveby; Rokhaidah, Rokhaidah
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v4i2.1825

Abstract

Abstrak  Demam berdarah dengue (DBD) adalah infeksi virus yang disebabkan oleh virus dengue, yang ditularkan melalui nyamuk aedes aegephty. DBD dimasukkan ke dalam kategori acara luar biasa di Indonesia. Di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu, 5,4% anak-anak menderita DBD, yang dapat menyebabkan komplikasi dan kematian jika tidak dirawat dengan cepat. Metode: Pengumpulan data dilakukan dengan metode deskriptif yang mengarah pada studi kasus melalui wawancara, observasi, studi dokumen dalam tinjauan pustaka, yang diadakan pada Februari 2019, berlokasi di RSUD Pasar Minggu. Hasil: Ada beberapa perbedaan yang ditemukan dalam perbandingan dengan teori. Dalam hal ini, tidak ada tes peturniia atau tes torniket positif (> 20 tempat) yang ditemukan, dalam penilaian 3 hari, 5 dari 8 diagnosis ditemukan. Dalam pembuatan rencana, membangun kepercayaan dan pengamatan umum tidak sesuai dengan teori yang terkandung dalam NIC (2016) yang terkait dengan tujuan memulai hubungan baik dan mengamati status kesehatan, dalam implementasi, ada implementasi yang tidak sesuai dengan rencana keperawatan yang terkandung dalam NIC (2016). Kesimpulan: Asuhan keperawatan dilakukan dengan hati-hati untuk mencapai tujuan yang diharapkan berdasarkan kriteria yang ditentukan melalui proses penilaian, mengelompokkan analisis data dengan benar sehingga penentuan diagnosis dapat dilakukan dengan benar, perumusan perencanaan disesuaikan dengan kriteria hasil yang dicapai, tindakan implementasi dilakukan sesuai dengan prioritas penyakit dan perencanaannya, dan evaluasi dilakukan melalui proses evaluasi dan evaluasi hasil. Kata kunci: Anak, DHF, Asuhan, Keperawatan ABSTRACT (11 pt)Dengue haemorrhagic fever (DHF) is a viral infection caused by the dengue virus, transmitted through aedes aegephty mosquitoes. DHF is included into  category of extraordinary events in Indonesia. In Pasar Minggu Regional General Hospital, 5.4% children suffer from DHF, which can cause complications and death if not treated quickly. Methods: Data collection is done by descriptive method that leads to case studies through interviews, observations, documents studies in library review, held in February 2019, located at RSUD Pasar Minggu. Result: There are several differences found in the comparison with the theory. In the case, no petechiae or positive tourniquet test (> 20 places) founded, in 3 days assessment, 5 out of 8 diagnosis is founded. In plan makings, building trust and general observation is not in accordance with the theory contained in the NIC (2016) which is related to the purpose of starting good relationship and observing health status, in implementing, there are implementation that is not in accordance with the nursing plans contained in the NIC (2016). Conclusion: Nursing care is done carefully to achieve the expected goals based on the criteria determined through the assessment process, grouping the data analysis properly so the determination of diagnoses can be done correctly, the formulation of planning is adjusted to the results criteria achieved, the actions of implementation is carried out in accordance with disease priority and its planning, and evaluation is carried out through evaluation process and outcome evaluation.Keywords:  DHF, Children, caring, nursing
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING PADA BALITA DI POSYANDU MELATI 1 KELURAHAN PISANGAN TIMUR, JAKARTA TIMUR Ramadhanty, Tsania -; Rokhaidah, Rokhaidah
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v5i2.3173

Abstract

Stunting diartikan sebagai kegagalan pertumbuhan pada anak usia bawah lima tahun yan  g ditandai dengan panjang badan atau tinggi badan kurang menurut standar usia  atau biasa disebut dengan anak berpostur tubuh pendek di usia pertumbuhan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi Kesehatan dengan media audiovisual  terhadap pengetahuan ibu tentang stunting pada balita di posyandu melati 1 kelurahan Pisangan Timur, Jakarta timur. Desain penelitian  yang digunakan adalah Quasy-eksperimental  dengan one group pre post test . sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sebanyak 54 orang ibu yang memiliki anak usia balita (0-59 bulan) di wilayah posyandu melati 1 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan analisis menggunakan uji Wilcoxon  didapatkan nilai P=0,000 yang memiliki arti terdapat perbedaan nilai rata-rata pengetahuan ibu tentang stunting sebelum dan sesudah diberikan edukasi keshatan dengan media audiovisual. Terdapat pengaruh edukasi Kesehatan dengan media audiovisual terhadap pengetahuan ibu tentang stunting pada balita di posyandu melati 1 kelurahan Pisangan Timur, Jakarta Timur.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Mutingah, Zahrotul; Rokhaidah, Rokhaidah
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v5i2.3172

Abstract

Stunting merupakan masalah kekurangan gizi yang masih dialami balita di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dalam menurunkan prevalensi stunting diperlukan perilaku pencegahan, yang dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap seseorang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di Posyandu Tunas Mekar 1 Kelurahan Krukut, Depok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Sampel dipilih menggunakaan teknik total sampling melibatkan 74 ibu balita. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah teruji validitas serta reliabilitasnya dan dibagikan langsung kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan stunting (p value = 0,100), namun terdapat hubungan antara sikap (p value = 0,001) dan status pekerjaan ibu (p value = 0,003) dengan perilaku pencegahan stunting (<0,05). Peneliti selanjutnya direkomendasikan untuk mengambil sampel lebih banyak serta menganalisis faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku seperti pendapatan, budaya, dan dukungan.
Madu Menurunkan Frekuensi Batuk pada Malam Hari dan Meningkatkan Kualitas Tidur Balita Pneumonia Rokhaidah Rokhaidah; Nani Nurhaeni; Nur Agustini
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 18 No 3 (2015): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v18i3.437

Abstract

Gejala umum yang sering dirasakan balita pneumonia adalah batuk. Intervensi keperawatan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah batuk pada malam hari dan kualitas tidur anak di antaranya adalah dengan memberikan terapi komplementer madu. Madu bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung antibiotik alami,  antiinflamasi, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektivitas pemberian madu terhadap batuk pada malam hari dan kualitas tidur balita yang mengidap pneumonia. Desain penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu pretest posttest with non equivalent control group dengan tiga puluh enam responden yang diambil secara consecutive sampling. Hasil analisis data menggunakan independent t-test yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penurunan skor batuk (p< 0,001; CI 95% 1,82–3,37) dan peningkatan kualitas tidur yang bermakna (p< 0,001; CI 95% 0,66–1,67) saat posttest pada kelompok yang mendapatkan madu dibandingkan dengan kelompok kontrol. Peneliti merekomendasikan pemberian madu bagi balita pneumonia sebagai terapi komplementer yang aman untuk mengatasi batuk. Kata kunci: batuk, kualitas tidur, madu, pneumonia Abstract Honey for Decreasing Cough at Night and Increasing the Sleep Quality of Children with Pneumonia. A common symptom of pneumonia in toddler is coughing. Coughing is the body's natural mechanism in response to the inflammation that occurs in the lungs. Coughing that occurs at night can disrupt sleep quality of toddler with pneumonia. Independent nursing interventions that can be done to overcome this problem is to provide honey as a complementary therapy. Honey is very beneficial for health because it contains natural antibiotic, anti-inflammation, and antioxidant. This study aimed to identify the effectiveness of honey to decrease night time cough and to increase sleep quality of toddler with pneumonia. This study used a quasi-experimental pretest-posttest design with non-equivalent control group with 36 respondents taken by consecutive sampling. Results of data analysis using independent t-test showed differences decrease cough scores (p< 0,001; CI 95% 1,82–3,37) and a significant increase in sleep quality (p< 0,001; CI 95% 0,66–1,67). It is recommended to give honey to toddlers with pneumonia as a safe complementary therapy for treating coughs. Keywords: cough, honey, pneumonia, quality of sleep
Pendekatan Model Levine dalam Mengatasi Gangguan Tidur Anak Kanker Di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta Rokhaidah Rokhaidah; Allenidekania Allenidekania; Happy Hayati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 19 No 2 (2016): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v19i2.462

Abstract

Anak dan remaja yang menderita kanker sering mengalami gangguan tidur yang dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh dan mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran penerapan Model Konservasi Levine dalam asuhan keperawatan pada anak dengan kanker yang mengalami gangguan tidur. Desain yang digunakan adalah studi kasus. Terdapat lima kasus yang menjadi pembahasan dalam artikel ini dan teridentifikasi bahwa masalah tidur merupakan masalah yang utama. Intervensi keperawatan yang diberikan didasarkan pada prinsip-prinsip konservasi yaitu konservasi energi, integritas struktural, integritas personal dan integritas sosial. Hasil evaluasi berdasarkan respon organismik menunjukkan sebagian besar masalah dapat teratasi dan menunjukkan perbaikan meskipun belum teratasi secara keseluruhan. Model Konservasi Levine direkomendasikan untuk dapat diterapkan dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan kanker yang mengalami gangguan tidur dengan intervensi sleep hygiene dan terapi komplementer pemberian madu sebelum anak tidur untuk mencapai hasil asuhan yang optimal. Abstract Levine's Model Approach to Overcome the Sleeping Disturbance in Children with Cancer in Cipto Mangunkusumo Hospital Jakarta. Children and adolescents with cancer often experience sleep disorders that may lead to a decrease in the immune system and affect the quality of life. The purpose of this report is to provide an overview of Levine’s Conservation Model application on nursing care of children with cancer experiencing sleep pattern disturbance. There are five cases which being discussed on this article and we found sleep disturbance as the main problem. Nursing interventions based on conservation principles such as energy conservation, structural integrity, personal integrity and social integrity were given. The evaluation of the intervention which based on organismic responses indicated that some problems were resolved, while some others were partially resolved with some improvement or unresolved. We recommend the application of Levine’s Conservation Model on nursing care of children with cancer experiencing sleep disorders with the intervention of sleep hygiene and complementary therapies using honey before the children go to sleep to achieve optimal results. Keywords: children, cancer, Levine’s Conservation Model, sleeping problems
PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN KADER ASI EKSKLUSIF DI SAWANGAN DEPOK JAWA BARAT Herlina Herlina; Rokhaidah Rokhaidah; Indah Permatasari
SABDAMAS Vol 1 No 1 (2019): SABDAMAS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unika Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.402 KB)

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) memiliki masalah nutrisi sejak di dalam uterinesehingga ketika lahir perlu mendapatkan penanganan khusus baik di rumah sakitmaupun di komunitas. Nutrisi yang paling tepat untuk bayi baru lahir sampai 6 bulanadalah air susu ibu (ASI) yang diberikan secara ekslusif. Program pengabdian kepadamasyarakat (PKM) ini bertujuan memberdayakan kader posyandu untuk mendukungprogram peningkatan cakupan ASI eksklusif. Program terdiri dari penyuluhan danpendampingan pada 10 kader ASI Eksklusif. Evaluasi dilakukan dengan mengukurpengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan. Hasil PKM menunjukkan adaperubahan pengetahuan kader tentang ASI eksklusif (p value =.0.02, CI=95%).Sebanyak 70% kader mengalami peningkatan pengetahuan tentang tanda perlekatanbayi atau lact on yang benar. Berdasarkan hasil program penyuluhan, dosen pengabdimenyarankan pendampingan kader ASI Eksklusif untuk memberdayakan masyarakatdalam program peningkatan cakupan ASI Eksklusif.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam Merawat Bayi Sakit Kuning Di Rumah Herlina Herlina; Rokhaidah Rokhaidah; Indah Permatasari
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v6i2.8160

Abstract

Pada masa pandemik Covid-19 ini pemerintah menghimbau warga untuk meminimalkan pergi ke rumah sakit kecuali keadaan gawat. Bayi sakit kuning merupakan gangguan kesehatan yang umum terjadi pada bayi baru lahir dan bukan merupakan kondisi gawat kecuali bila telah muncul komplikasi. Solusi untuk masalah kesehatan bayi ini adalah memaukan keluarga untuk merawat bayi sakit kuning di rumah. Pemberdayaan masyarakat untuk mendampingi keluarga adalah Kader Posyandu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan Kader Posyandu merawat bayi sakit kuning di rumah dengan benar. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan pada 35 orang kader yang berasal dari 7 Posyandu di wilayah Kecamatan Baros, Serang, Banten. Media penyuluhan menggunakan booklet dan video tutorial tentang perawatan bayi sakit kuning di rumah. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap: 1) Tahap persiapan menghasilkan rencana dan metode kegiatan, 2) Tahap pelaksanaan berupa kegiatan penyuluhan, 3) Tahap paska kegiatan berupa pendampingan melalui aplikasi whatsapp. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kemampuan kader untuk mengidentifikasi: 1) penyebab dan gejala, 2) perawatan dan pemantauan bayi sakit kuning di rumah.