Herlina Herlina
Program Studi Keperawatan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Kesehatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam Merawat Bayi Sakit Kuning Di Rumah Herlina Herlina; Rokhaidah Rokhaidah; Indah Permatasari
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v6i2.8160

Abstract

Pada masa pandemik Covid-19 ini pemerintah menghimbau warga untuk meminimalkan pergi ke rumah sakit kecuali keadaan gawat. Bayi sakit kuning merupakan gangguan kesehatan yang umum terjadi pada bayi baru lahir dan bukan merupakan kondisi gawat kecuali bila telah muncul komplikasi. Solusi untuk masalah kesehatan bayi ini adalah memaukan keluarga untuk merawat bayi sakit kuning di rumah. Pemberdayaan masyarakat untuk mendampingi keluarga adalah Kader Posyandu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan Kader Posyandu merawat bayi sakit kuning di rumah dengan benar. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan pada 35 orang kader yang berasal dari 7 Posyandu di wilayah Kecamatan Baros, Serang, Banten. Media penyuluhan menggunakan booklet dan video tutorial tentang perawatan bayi sakit kuning di rumah. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap: 1) Tahap persiapan menghasilkan rencana dan metode kegiatan, 2) Tahap pelaksanaan berupa kegiatan penyuluhan, 3) Tahap paska kegiatan berupa pendampingan melalui aplikasi whatsapp. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kemampuan kader untuk mengidentifikasi: 1) penyebab dan gejala, 2) perawatan dan pemantauan bayi sakit kuning di rumah.
PENDAMPINGAN IBU MENUJU MASYARAKAT SADAR STUNTING DI DESA BAROS KABUPATEN SERANG-BANTEN Rokhaidah Rokhaidah; Herlina Herlina; Riadinni Alita
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9398

Abstract

Community empowerment is an effort to give empowerment or strengthening to the community to find new alternatives to be a better community. Serang Regency is one of the districts that is locus of stunting. The stunting rate in Serang Regency in 2019 is still quite high, 32%. The four districts in Serang are included in the ten districts which are the locus of stunting, namely Serang, Lebak, Pandegelang and Tangerang districts. The problem found in Baros village is that the growth of children under five is not optimal by the mother and there has never been any training on child growth. Based on this, the service team from the Faculty of Health Sciences at UPN Veteran Jakarta conducted community service in the form of health education on stunting and child growth training with the aim of fostering awareness, willingness, and the ability of mothers to prevent and protect children from stunting. The method of implementing this community service is carried out in several stages, namely: area potential survey, dialogue program activities through FGDs, health promotion, child growth training, and monitoring evaluation. 30 mothers were participating in health promotion and child growth training. The results of this activity obtained data that mothers who have good knowledge of 83.3% and sufficient knowledge of 26.7% and skills of mothers in the environment of child growth 46.7% have good skills and 53.3% of sufficient skills. Continuous efforts are needed to increase children's growth independently so that the incidence of stunting can be detected early. ABSTRAK:Pemberdayaan masyarakat adalah upaya memberikan daya (empowerment) atau penguatan (strengthening) kepada masyarakat untuk menemukan alternatif-alternatif baru dalam pembangunan masyarakat sehingga terwujud kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kabupaten serang adalah salah satu kabupaten yang menjadi lokus stunting. Angka stunting di Kabupaten Serang pada tahun 2019 masih cukup tinggi yaitu 32%. Empat kabupaten di Serang masuk dalam sepuluh kabupaten di seluruh Indonesia yang menjadi lokus stunting yaitu kabupaten Serang, Lebak, Pandegelang dan Tangerang. Hasil observasi yang dilakukan diketahui bahwa permasalahan di desa Baros adalah belum optimalnya pemantauan pertumbuhan balita secara mandiri oleh ibu dan belum pernah dilakukan pelatihan pemantauan pertumbuhan anak. Berdasarkan hal tersebut maka tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Kesehatan UPN Veteran Jakarta melakukan pengabdian kepada masyarakat berupa pendidikan kesehatan tentang stunting dan pelatihan pemantauan pertumbuhan anak dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan ibu dalam mengenali, mencegah dan melindungi anak dari penyakit stunting. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahap yaitu: Survei potensi wilayah, dialog program kegiatan melalui FGD, promosi kesehatan, pelatihan pemantauan pertumbuhan anak, dan monitoring evaluasi. Kegiatan promosi kesehatan dan pelatihan pemantauan pertumbuhan anak diikuti oleh 30 ibu balita. Hasil dari kegiatan ini diperoleh data bahwa ibu yang memiliki pengetahuan baik 83% dan pengetahuan cukup 27% dan keterampilan ibu dalam pemantauan pertumbuhan anak 47% berketerampilan baik dan 53% keterampilan cukup. Diperlukan upaya berkelanjutan berupa pendampingan ibu balita untuk tetap meningkatan keterampilan pemantauan pertumbuhan anak secara mandiri sehingga kejadian stunting dapat dideteksi secara dini. 
Mencegah Oral Mucositis Akibat Kemoterapi Pada Anak Dengan Terapi Rokhaidah; Herlina
Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang Kesehatan
Publisher : AKPER Pasar Rebo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.008 KB) | DOI: 10.36971/keperawatan.v2i1.34

Abstract

Oral mucositis in cancer patients is an inflammation of the oral mucosa that’s produced by chemotherapy agents or radiation therapy. The prevalence of mucositis in children is higher than in adults because of faster cell division in children. Treatment with non-pharmacological and pharmacological agents. In the field of care for prevention and treatment of mucositis in children. Non-farmacological treatment that can be used in the treatment of oral mucositis in pediatric patients with cancer is honey. The aim of this study was to determine the treatment in oral care against oral mucositis due to chemotherapy in children. This research was quasy experiment with nonequivalent control group design. This study involved 34 child respondents as samples. The results showed that honey significanly impacted to the incidence of oral mucositis (P value = 0.013, CI 95%). The incident of oral mucositis in experiment group was lower than the control group. So the researchers recommended honey for oral treatment of patients whose undergoing chemoterapy.