Film ”Surga Yang Tak Dirindukan” menampilkan kehidupan rumah tangga yang diwarnai dengan poligami. Setiap pesan dalam film merupakan hasil konstruksi para sineas yang berinterkasi dengan realitas yang mereka temui. Poligami merupakan realitas yang dikonstruksi secara bervareasi di tengah masyarakat,khususnya umat Islam, berdasarkan kesadaran, pengetahuan dan pengalaman mereka masing – masing. Salah satu realitas yang mereka temui adalah pembahasan poligami yang senantiasa terfokus pada aspek fikih dan sering mengabaikan aspek kemanusiaan orang – orang yang terlibat dalam proses poligami. Tulisan ini akan menggambarkan konstruksi realitas sebuah flam tentang poligami pada aspek kemanusiaan, berdasarkan penelitian terhadap film Surga yang tak Dirindukan. Penelitian tersebut didasari prespektif konstruktivisme dengan teori konstruksi realitas media,yang dilaksnakan melaui analisis isi kualititaf terhadap berbagai adegan dan dialog dalam film Surga Yang Tak Dirindukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggambaran poligami dalam film Surga Yang Tak Dirindukan merupakan suatu konstruksi yang dibangun dari interaksi dengan realitas di masyarakat dan pemikiran moderat dalam Islam tentang poligami yang melihat berbagai aspek kemanusiaan pada isu poligami. Penelitian ini menemukan suatu konstruksi tentang poligami pada aspek kemanusiaan dalam tiga hal 1) poligami sebagai upaya menolong kaum lemah. 2) poligami hanya dapat dilaksanakan dengan menerapkan unsur adil. 3) poligami dilaksanakan dengan adanya aspek ikhlas. Kata Kunci : Poligami, Konstruksi Realitas, Kemanusiaan