Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kadar Air Terhadap Pengembangan Tanah Ekspansif Tiorivaldi Tiorivaldi; Adang Irawan
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Rekayasa Infrastruktur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jri.v9i1.217

Abstract

Expansive soil is one type of problematic soil, very sensitive to changes in moisture content. This soil has the characteristics of large shrinkage expansion due to changes in pore volume which can cause lifting forces on existing construction can cause damage to the construction. This research aims to determine the effect of water content on expansive soil in increasing the percentage of swelling soil. The research was conducted experimentally with materials used in this test is expansive soil taken from Sambungmacan, Sragen, Central Java. The main test equipment used in this test is a steel cylindrical mould. Cylindrical mould is filled with expansive soil then compacted a depth of 12 cm. Then the expansive soil is gradually moistened with water until it reaches maximum moisture content to determine its effect on the swelling value. The results of this study show that the increasing water content, then swellin percentage increases in expansive soils until the soil no longer expands at a certain water content.
SOSIALISASI PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KERANG HIJAU SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI PARSIAL PADA BETON MEMADAT MANDIRI UNTUK PEMBANGUNAN HIJAU DI KELURAHAN KALI BARU, JAKARTA UTARA Muhammad Rizqi Pratama; Adji Putra Abriantoro; Adang Irawan; Denny Magni Sundara
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.43032

Abstract

Permasalahan limbah cangkang kerang hijau di Kelurahan Kalibaru, Jakarta Utara, telah menjadi fokus pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh seorang dosen. Limbah cangkang kerang hijau merupakan hasil samping dari industri pangan dan restoran di daerah tersebut. Penumpukan limbah ini menimbulkan berbagai dampak negatif, termasuk masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat. Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, sosialisasi telah dilakukan di kelurahan tersebut. Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah cangkang kerang hijau. Melalui pendekatan edukatif, masyarakat diberikan informasi tentang dampak buruk penumpukan limbah ini, termasuk pencemaran lingkungan dan potensi bahaya kesehatan. Salah satu solusi inovatif yang diusulkan adalah pemanfaatan limbah cangkang kerang hijau sebagai bahan tambahan dalam beton Self-Compacting Concrete (SCC) yang ramah lingkungan. Beton SCC memiliki kemampuan untuk mengalir sendiri dan mengisi bentuk cetakan tanpa memerlukan getaran tambahan. Dengan menggantikan sebagian bahan agregat atau aditif dengan serbuk cangkang kerang hijau, limbah tersebut dapat termanfaatkan secara ekonomis dan berkelanjutan. Pemanfaatan limbah cangkang kerang hijau dalam beton SCC memiliki beberapa manfaat. Pertama, mengurangi penggunaan bahan alam seperti pasir dan kerikil, yang dapat membantu melestarikan sumber daya alam. Kedua, memberikan nilai tambah pada limbah cangkang kerang hijau dengan mengubahnya menjadi produk yang berguna. Ketiga, mengurangi jejak karbon beton melalui penggunaan bahan daur ulang. Dalam kesimpulannya, permasalahan limbah cangkang kerang hijau di Kelurahan Kalibaru, Jakarta Utara, telah diidentifikasi sebagai isu lingkungan yang memerlukan solusi berkelanjutan. Pemanfaatan limbah ini dalam beton SCC menjadi alternatif yang menjanjikan, mengintegrasikan upaya pengelolaan limbah dengan pembangunan ramah lingkungan. Dengan pendekatan ini, diharapkan dampak negatif limbah cangkang kerang hijau dapat diminimalkan sambil mempromosikan penggunaan sumber daya secara bijak dan inovatif.