Misbahudin .
Institut Teknologi Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakterisasi Durabilitas Batulempung Menggunakan Uji Indeks Disintegrasi; Studi Kasus pada Lokasi Rencana Jalan Tol Cisumdawu di Daerah Ujungjaya, Sumedang, Jawa Barat Misbahudin .; Imam Achmad Sadisun
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.853 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v10i2.187

Abstract

Batulempung seringkali mudah hancur dalam periode singkat ketika tersingkap ke permukaan dan atau saat berinteraksi dengan air. Hal ini dapat memicu beberapa permasalahan di dalam kegiatan rekayasa. Salah satu kegiatan rekayasa  yang sedang dan akan berjalan adalah pembuatan Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) yang merupakan akses penghubung wilayah-wilayah di sekitar Bandung dan Cirebon. Akses jalan ini juga akan terhubung dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati. Bagian ruas jalan ini di daerah Ujungjaya, Sumedang akan melintasi Formasi Subang dan Kaliwangu yang memiliki litologi utama berupa batulempung. Karakterisasi durabilitas jenis batuan ini penting dilakukan untuk menunjang aspek teknis kegiatan rekayasa di sekitar area tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pengambilan sampel tak terganggu (undisturbed sample) di lapangan, uji pembasahan dan pengeringan (wetting-drying) di laboratorium berupa uji indeks disintegrasi, uji mineralogi lempung melalui difraksi sinar X (XRD), dan uji sifat-sifat fisik batuan yang mencakup kadar air alami, densitas kering, porositas, dan absorbsi. Hasil penelitian menunjukkan indeks-indeks durabilitas batulempung dalam penelitian ini tergolong rendah. Disintegrasi batuan berlangsung cepat dan menunjukkan perilaku body slaking. Faktor-faktor yang berpengaruh kuat terhadap durabilitas batulempung terdiri dari porositas dan absorbsi. Hubungan porositas dan absorbsi dengan indeks durabilitas (rasio disintegrasi) mengikuti suatu kurva eksponensial negatif. Rasio disintegrasi cenderung turun seiring kenaikan nilai porositas dan absorbsi batulempung.