Budi Nugroho
Departemen Ilmu Tanah Dan Sumbedaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga Bogor 16680

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fraksi Fosfor Tanah pada Lapisan Olah dan Korelasinya dengan Beberapa Sifat Kimia Tanah Hutan dan Perkebunan Kelapa Sawit di Jambi Desy Djata; Arief Hartono; Syaiful Anwar; Budi Nugroho
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.10.2.209-219

Abstract

Perubahan penggunaan lahan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit diduga mengubah distribusi fraksi fosfor (P) tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fraksi P pada lapisan permukaan tanah di lahan hutan dan perkebunan kelapa sawit di Jambi, serta korelasinya dengan sifat kimia tanah. Sampel tanah diambil dari lapisan atas tanah hutan dan perkebunan kelapa sawit. Beberapa sifat kimia tanah dan fraksi-fraksi P dianalisis. Fraksionasi P dilakukan dengan menggunakan metode Tiessen dan Moir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi P agak labil yaitu NaOH-Porganik (-Po ) dan -Pinorganik (Pi) merupakan fraksi yang ditemukan dominan di hutan dan perkebunan kelapa sawit. Persentase P labil (resin-Pi, NaHCO3-Pi,-Po) dan P organik agak labil (NaOH-Po) dari total fraksi P ditemukan lebih tinggi di lahan hutan dibandingkan dengan perkebunan kelapa sawit. Fraksi NaOH-Pi di perkebunan kelapa sawit lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan di hutan. Hal ini menunjukkan bahwa secara alami perubahan penggunaan lahan hutan menjadi kelapa sawit mengubah distribusi fraksi P sebagai akibat dari perubahan kandungan karbon (C) organik tanah. Analisis korelasi menunjukkan bahwa hampir semua fraksi P berkorelasi positif dengan C organik, mengidentifikasikan bahwa mineralisasi C organik mempengaruhi distribusi fraksi P yang artinya C organik tanah mengontrol distribusi fraksi P pada lapisan permukaan tanah di lahan hutan dan perkebunan kelapa sawit.
Dinamika fluks CO2 pada perkebunan kelapa sawit di lahan gambut M. Joehari Jamili; Budi Nugroho; Basuki Sumawinata; Syaiful Anwar
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.3.430-441

Abstract

CO2 flux from peat soil planted with oil palm is temporally and spatially dynamic, which is related to various environmental factors. This flux can be partitioned into fluxes from oil palm root respiration, litter decomposition, and peat material decomposition. The aim of this study was to determine the temporal and spatial dynamics of CO2 fluxes, the contribution of oil palm roots respiration, the contribution of litter decomposition, and the relation between flux and environmental factors in oil palm plantations on peatland. Measurements of CO2 flux using an infrared gas analyzer (IRGA) were carried out in harvesting path and inter raw of oil palm plantation, and nearby bushland. Flux measurements were repeated every three to four days for almost five months. Results showed the dynamics of the CO2 fluxes temporally and spatially. Temporally, CO2 flux in oil palm plantation and bushland ranged from 2.9 – 11.1 and 0.5 – 6.4 g C-CO2 m2/day, respectively. Spatially, the flux in oil palm plantation and bushland ranged from 4.8 – 8.8 and 2.7 – 3.4 g C-CO2 m2/day, respectively. The contribution of oil palm roots respiration and litter decomposition were 48.4 and 5.8%, respectively. These results confirm that plant roots respiration plays an important role in the release of carbon from the soil surface.