Rina Yulianti
Magister Administrasi Publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA TANGERANG Lintang Kinanti; Rina Yulianti; Yeni Widyastuti
Jurnal Administrasi Publik Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jap.v11i2.10147

Abstract

Fokus tulisan ini Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Kota Tangerang. Permasalahan yang ada yakni keterbatasan lahan dan anggaran, belum adanya peraturan daerah yang mengatur tentang pengelolaan ruang terbuka hijau di Kota Tangerang, keterbatasan sumber daya manusia, masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam ikut menjaga dan peduli akan adanya ruang terbuka hijau di Kota Tangerang. Sehingga masalah ini yang menjadi permasalah utama dalam pengoptimalisasian pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Kota tangerang. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menekankan pada teori fungsi manajemen menurut George R Terry terdapat empat fungsi manajemen yaitu Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan itu menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau yang ada di Kota Tangerang ini belum berjalam optimal. Karena masih banyak fungsi-fungsi manajemen yang terdapat di dalam pengelolaan RTH ini berjalan dengan semestinya, seperti dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang di butuhkan sebagai mencapai tujuanĀ  yang optimal bagi pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Kota Tangerang.
SINERGITAS PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM KERANGKA PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DI KAWASAN KASULTANAN BANTEN KOTA SERANG Yedi Rusyadi; Ipah Ema Jumiati; Rina Yulianti
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 6 No 2 (2022): December 2022
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v6i2.193

Abstract

Minimnya creative center, rendahnya kualitas SDM kreatif, regulasi yang kurang mendukung, lemahnya akses permodalan dan lemahnya metode distribusi pemasaran merupakan hambatan dalam pengembangan ekonomi kreatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa sinergitas pemangku kepentingan melalui prinsip koordinasi efektif yang dibangun dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif di Kawasan Kasultanan Banten Kota Serang. Koordinasi diantara fungsi pemangku kepentingan yang berbeda merupakan hal penting dalam membangun sinergitas. Oleh kerena itu, sinergitas pemangku kepentingan dapat ditinjau melalui beberapa prinsip koordinasi efektif diantaranya koordinasi melalui kontak langsung, koordinasi pada tahap awal, koordinasi sebagai hubungan timbal balik dan koordinasi sebagai proses berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif dengan menganalisa hasil wawancara dan data sekunder yang diperoleh dari hasil studi literature. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemangku kepentingan tidak dapat menjalankan peran koordinasi yang efektif. Kondisi ini mencerminkan bahwa sinergitas yang dibangun diantar pemangku kepentingan dalam kerangka pengembangan ekonomi kreatif di Kawasan Kasultanan Banten Kota Serang belum berjalan secara optimal.
SINERGITAS PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM KERANGKA PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DI KAWASAN KASULTANAN BANTEN KOTA SERANG Yedi Rusyadi; Ipah Ema Jumiati; Rina Yulianti
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 6 No 2 (2022): December 2022
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v6i2.193

Abstract

Minimnya creative center, rendahnya kualitas SDM kreatif, regulasi yang kurang mendukung, lemahnya akses permodalan dan lemahnya metode distribusi pemasaran merupakan hambatan dalam pengembangan ekonomi kreatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa sinergitas pemangku kepentingan melalui prinsip koordinasi efektif yang dibangun dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif di Kawasan Kasultanan Banten Kota Serang. Koordinasi diantara fungsi pemangku kepentingan yang berbeda merupakan hal penting dalam membangun sinergitas. Oleh kerena itu, sinergitas pemangku kepentingan dapat ditinjau melalui beberapa prinsip koordinasi efektif diantaranya koordinasi melalui kontak langsung, koordinasi pada tahap awal, koordinasi sebagai hubungan timbal balik dan koordinasi sebagai proses berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif dengan menganalisa hasil wawancara dan data sekunder yang diperoleh dari hasil studi literature. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemangku kepentingan tidak dapat menjalankan peran koordinasi yang efektif. Kondisi ini mencerminkan bahwa sinergitas yang dibangun diantar pemangku kepentingan dalam kerangka pengembangan ekonomi kreatif di Kawasan Kasultanan Banten Kota Serang belum berjalan secara optimal.