Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Sistem Pengendalian Internal Dalam Mitigasi Fraud Orderan Transportasi Berbasis Online Pada PT.Gojek Makassar Yasmi Yasmi; Muhammad Cahyadi; A.Boby Rista Aulia
Accounting, Accountability, and Organization System (AAOS) Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui bentuk fraud driver Gojek Makassar. (2) mengetahui bentuk sistem pengendalian internal Gojek Makassar dalam mitigasi fraud orderan pada PT.Gojek Makassar. Penilitian ini digolongkan sebagai jenis penelitian kualitatif karena penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan deduktif. Penelitian ini dilakukan pada PT.Gojek Makassar yang berlokasi di Jl. Sultan Alauddin (Sulawesi Selatan). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan dukungan data primer lainnya Dalam menganalisa fenomena ini, peneliti menggunakan teori untuk menyesuaikan theory fraud triangle dan Stewardship theory sehingga sistem pengendalian internal yang lemah dan manajemen pengawasan yang kurang memadai harus mampu untuk antisipasi sehingga tidak ada lagi kecurangan bagi perusahaan. Dimana pengendalian internal ini sebagai koordinasi dari sistem akun-akun dan prosedur perkantoran yang berkaitan sehingga seorang karyawan selain mengerjakan tugasnya sendiri juga secara berkelanjutan mengecek pekerjan karyawan yang lain untuk hal-hal tertentu yang rawan kecurangan.
POTENSI PENDAPATAN DALAM INDUSTRI HIBURAN DIGITAL : STUDI KASUS PADA PLATFORM KONTEN KREATOR SOSIAL MEDIA Yasmi; Siprianus Palete; Al Fathan Wanafesyahan
Accounting, Accountability, and Organization System (AAOS) Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi Maret
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47354/aaos.v5i2.840

Abstract

Perkembang konten hiburan di era digital saat ini membuat banyak konten kreator yang memanfaatkan perkembangan tersebut untuk mendapatkan peluang bisnis yang baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi pendapatan dalam industri hiburan digital pada platform konten kreator sosial media. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara tidak terstruktur. Jumlah responden sebanyak tiga orang yang merupakan konten kreator aktif di sosial media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten kreator khususnya pada platform YouTube dan TikTok memiliki model bisnis yang berbeda sehingga terdapat perbedaan dalam jumlah penghasilan. Potensi pendapatan yang dimiliki konten kreator sangat menjanjikan pada zaman era digital saat ini ikarena banyak peminat hiburan yang sekarang menggunakan perangkat handphone. Hal ini sangat dimanfaatkan oleh para konten kreator dalam membuat konten hiburan
Analisis Pengungkapan Upah Pada Perusahaan Tambang Di Indonesia Timur Berbasis Sustainability Annual Report Yasmi Nurdin; Muhammad Cahyadi
Jurnal Akuntansi dan Pajak Vol 23, No 1 (2022): JAP : Vol. 23, No. 1, Februari 2022 - Juli 2022
Publisher : ITB AAS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jap.v23i1.5642

Abstract

Periode 2016 hingga tahun ini (2022) penentuan upah, dilandaskan pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa penentuan upah didasarkan pada komponen laju pertumbuhan ekonomi dan produktivitas dalam satu periode. Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 juga mengadopsi hal tersebut dalam penentuan upahnya. Penentuan upah tersebut menjadi catatan penting bagi para buruh/pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja. Penentuan upah hingga kini masih menimbulkan pro dan kontra baik dari kalangan pekerja dan pengusaha.(Wahyudi, 2021) Aspek dalam pembangunan ekonomi selain sumber daya manusia adalah sumber daya alam. Sebagai negara yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, Indonesia menjadi lahan subur bagi industri pertambangan. Salah satunya dengan 39% hasil pertambangan emas, nomor dua di bawah negara Tiongkok (UGM, 2019) . Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), profesi dengan upah tertinggi adalah ahli teknik pertambangan. Seperti yang diketahui bekerja di industri tambang memiliki resiko tinggi; seperti keselematan kerja, beban kerja yang berat, ditambah lokasi eksplorasinya jauh dari tempat tinggal sehingga bukan tidak mungkin jika perusahaan memberikan gaji yang cukup tinggi. Kendati demikian, pekerja tambang mendapatkan fasilitas seperti tempat tinggal, kendaraan, konsumsi, tempat ibadah, sarana olahraga dan yang lainnya. Perusahaan tambang di Indonesia menjadi salah satu sektor terpenting dikarenakan menunjang berbagai faktor dalam kehidupan negara. Perusahaan tambang memproduksi sumber daya alam maupun kandungan mineral seperti pengelolaan bahan bakar, mineral logam dan bebatuan. Aktivitas perusahaan tambang meliputi penyelidikan, penelitian, pengelolaan, eksplorasi, studi, pemurnian, pengangkutan dan penjualan. Aktivitas-aktivitas tersebut mengelola sumber daya alam yang dilakukan oleh industri pertambangan. Indonesia memiliki ratusan perusahaan tambang di Indonesia yang telah berkontribusi untuk pembangunan negara. Perusahaan tambang tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Khususnya di wilayah Indonesia Timur terdapat beberapa perusahaan tambang terbesar yang telah diakui di dunia seperti PT Vale dan PT Freeport. Penentuan upah menjadi permasalahan antara pekerja dan perusahaan dalam pelaksanaan hubungan kerja. Upah adalah balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada pekerja tidak tetap yang nilainya telah disepakati sebelumnya oleh pihak perusahaan dan pihak pekerja (Kadarisman, 2012). Masing-masing pihak memiliki kepentingan tekait dengan adanya kebijakan penentuan upah. Dengan adanya perbedaan tersebut, diperlukan intervensi dari negara sebagai pihak yang berwenang untuk mengatasi ketimpangan tersebut. Selain itu, perusahaan seharusnya memiliki sustainability annual report karena laporan tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada masyarakat luas. Sehingga, suatu perusahaan transparansi terkait permasalahan, dampak yang dihasilkan dari segi ekonomi, lingkungan sosial serta risiko yang dihadapi kepada publik. Dalam laporan tersebut juga menunjukkan kebijakan terkait penentuan upah yang digunakan oleh perusahaan. Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu bagaimana perusahaan tambang di Indonesia Timur dalam mengungkap penentuan upahnya. Tujuan khusus penelitian adalah memberikan gambaran bagaimana perusahaan tambang mengungkapkan penentuan upah khususnya di wilayah Indonesia Timur melalui sustainability annual report.
Mempertanyakan Eksistensi Profesi Akuntan Dalam Industri 4.0: Pendekatan Scoping Review Yasmi Nurdin; Dian Novita; Muhammad Irdam Ferdiansah
Jurnal Akuntansi dan Pajak Vol 24, No 1 (2023): JAP : Vol. 24, No. 1, Februari 2023 - Juli 2023
Publisher : ITB AAS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jap.v24i1.7562

Abstract

The industrial revolution 4.0 illustrates that all work will be replaced by robots or machines that have artificial intelligence (AI) systems. Now, some human jobs have indeed been replaced by computers and machines. The accounting revolution 4.0 is a new concept that leads to a massive change in the world of accountants. There are three things that need to be considered in the accounting revolution 4.0 to be compatible with the industrial revolution 4.0. The first is a change in accounting processes and systems to support the conditions faced in the future industrial world. Shifting the old paradigm regarding the science and function of accounting is the basis for creating a new paradigm for the science and function of accounting in the future. A new paradigm that requires the involvement of technology in every process and at the same time strengthening the character of accountants will be the main weapon. This new paradigm will shape a different business atmosphere, especially from an accounting point of view. The second stage is the implementation of a new paradigm for accounting professionals. At this point, increasing the standardization and competence of accountants is very important to do. The capability of a professional accountant is now not only a technical worker and bookkeeper but has increased to the stage of strategic decision-making by utilizing the latest technology.
Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil Dan Menengah (SAK EMKM) Dalam Pelaporan Keuangan UMKM Ayu, Ari; Yasmi, Ari Utomo Saputra,
YUME : Journal of Management Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v8i2.9315

Abstract

Peternakan ayam ras petelur XXX merupakan salah satu UMKM di Sidenreng Rappang. Peternakan ini beroperasi sejak tahun 1986 dan tidak pernah melakukan pencatatan atau penyajian laporan keuangan selama beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK EMKM) pada peternakan ayam ras petelur XXX di Sidenreng Rappang. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan yaitu metode studi kasus (Case Study) sehingga dilakukan penyidikan secara mendalam terhadap subjek untuk memperoleh fakta- fakta tentang penerapan SAK EMKM dalam penyajian laporan keuangan. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Hasil penelitian menyajikan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Laporan laba rugi menghasilkan laba sebesar Rp55.587.667,00. Laporan posisi keuangan bagian aset menyajikan total aset yang dimiliki peternakan ayam ras petelur XXX sebesar Rp529.466.167,00 yang terdiri atas aset lancar sebesar Rp58.940.500,00 yang bisa digunakan melunasi utang usaha sebesar Rp8.800.000,00, aset biologis sebesar Rp261.660.000,00 dan aset tetap sebesar Rp208.865.667,00yang bisa dikonversi menjadi kas. Peternakan sebaiknya menggunakan ketiga bukti internal (bukti kas keluar, bukti kas masuk dan faktur penjualan), mengontrol pengeluaran dan pengambilan pribadi, memperhatikan harga telur pada kartu persediaan sebelum menyepakati transaksi penjualan dengan pelanggan.Kata Kunci: Laporan keuangan, SAK EMKM