Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh likuiditas dan kebijakan utang terhadap nilai perusahaan yang dimediasi kinerja perusahaan Titi Purbo Sari; RR. Dian Indriana Tri Lestari
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 15, No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jreb.v15i3.5294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh likuiditas dan kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan dengan kinerja perusahaan sebagai variabel intervening. Obyek penelitian terdiri dari 24 perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020 dengan jumlah sampel 98 secara purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur dengan regresi dan dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu.Pengujian variabel intervening digunakan strategi causal step dan tes sobel. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa likuiditas yang diproksikan CR tidak signfikan, baik terhadap kinerja perusahaan maupun nilai perusahaan. Namun, berbeda dengan faktor kebijakan hutang yang diproksikan DER justru berpengaruh signfikan, baik terhadap kinerja perusahaan maupun nilai perusahaan. Sedangkan, kinerja perusahaan yang diproksikan ROA berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan pada tes sobel diperoleh hasil bahwa kinerja perusahaan tidak dapat memediasi, baik hubungan likuiditas dengan nilai perusahaan maupun hubungan kebijakan hutang dengan nilai perusahaan.This study aims to determine the effect of liquidity and debt policy on firm value with firm performance as an intervening variable. The research object consists of 24 property and real estate sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016-2020 with a total sample of 98 by purposive sampling. The analytical technique used is path analysis with regression and the classical assumption test is performed first. Testing the intervening variables used the causal step strategy and the Sobel test. The results of data analysis conclude that the liquidity proxied by CR is not significant, both on company performance and company value. However, in contrast to the debt policy factor that is proxied by DER, it has a significant effect, both on company performance and company value. Meanwhile, the company's performance as proxied by ROA has a significant effect on firm value. Based on the Sobel test, the results show that the company's performance cannot mediate, both the relationship between liquidity and firm value and the relationship between debt policy and firm value.
Analisis pengaruh kepemimpinan, budaya organisasi dan rotasi kerja terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Madrasah Tsanawiyah Negeri di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Demak dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening Samudi ST; Kesi Widjajanti; Dian Indriana T
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol. 16 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jreb.v16i2.6770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan, budaya organisasi dan rotasi kerja terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Madrasah Tsanawiyah Negeri di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Demak dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening. Data diambil dari para Pegawai Negeri Sipil pada lima Madrasah Tsanawiyah Negeri di Kabupaten Demak sebanyak 203 responden. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode analisis SEM, dan alat analisis adalah AMOS 22. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan variabel kepemimpinan dan variabel budaya organisasi terhadap motivasi kerja dan kinerja pegawai. Sedangkan variabel rotasi kerja tidak berpengaruh signifikan pada motivasi kerja dan kinerja pegawai. Motivasi kerja terbukti berperan sebagai variabel intervening yang memediasi kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai, tetapi motivasi kerja terbukti tidak berperan sebagai variabel intervening yang memediasi rotasi kerja terhadap kinerja pegawai. Kepemimpinan memberikan pengaruh total terbesar terhadap motivasi kerja dan juga memberikan pengaruh total terbesar terhadap kinerja pegawai.This study aims to analyze the influence of leadership, organizational culture, and work rotation on the performance of Civil Servants at Madrasah Tsanawiyah Negeri within the Ministry of Religion of Demak Regency with work motivation as an intervening variable. Data was taken from Civil Servants at five State Madrasah Tsanawiyah in Demak Regency, totaling 203 respondents. The approach in this study was quantitative, using the SEM analysis method, and the analytical tool was AMOS 22. The results showed a significant influence of leadership and organizational culture variables on work motivation and employee performance. Meanwhile, the work rotation variable does not significantly affect work motivation and employee performance. Work motivation is proven to act as an intervening variable mediating leadership and organizational culture on employee performance. However, work motivation is proven not to act as an intervening variable mediating job rotation on employee performance. Leadership has the most significant total influence on work motivation and also has the most significant total influence on employee performance.
Behavioral Biases, Financial Literacy, and Female Investors: The Role of Social Media Vera Setyadi; Indarto Indarto; Dian Indriana
Matrik : Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan Volume 19 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Faculty of Economics and Business Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MATRIK:JMBK.2025.v19.i01.p07

Abstract

The Indonesian capital market faces challenges in investor growth, particularly with low investment levels among women. Female investors lag behind men in both the number of investors and the value of investments. Despite an increase in the number of female investors, their investment values remain low, indicating limited active participation. This research aims to examine how financial literacy and behavioral biases influence Indonesian female investors decisions, with social media as a moderating variable. Using a sample of 126 female investors, the test was conducted with PLS-SEM. The results showed that regret aversion bias significantly negatively impacts female investors decisions, while financial literacy has a positive and significant effect. Overconfidence bias and herding behavior do not significantly influence investment decisions. Social media does not moderate the effects of these biases and financial literacy on investment decisions but could act as predictor moderation variable with significant positive impact on investment decisions. Keywords: behavior bias; financial literacy; social media; women’s investment decision
REBRANDING DAN UPAYA PENINGKATAN LOYALITAS PELANGGAN Murwanto Haris; Dian Indriana Tri Lestari
Solusi Vol. 21 No. 1 (2023): January
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v21i1.6125

Abstract

Pasca pandemi Covid-19 telah terjadi pergeseran perilaku masyarakat secara umum, termasuk perilaku konsumen yang disebabkan pembatasan kegiatan masyarakat secara global selama lebih dari 2 tahun. UMKM sebagai salah satu yang terkena dampak paling berat, harus dapat segera menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi, rebranding adalah salah satu pilihan terbaik agar dapat menempatkan kembali perusahaannya pada posisi yang tepat dan dapat membantu keluar dari krisis, sesuai tujuan dari rebranding. Rebranding dapat meningkatkan brand equity, yaitu nilai merek dimata konsumen, dengan demikian sangat perlu meningkatkan brand equity, yang pada akhirnya dapat membantu mengembalikan loyalitas pelanggan dan bahkan dapat menambah pelanggan baru. Proses relaunching yang dilakukan dengan efektif dapat tersampaikan dengan utuh kepada publik dengan cara publikasi melalui media online dikarenakan saat ini hampir semua orang sudah memiliki perangkat pribadi dan paham media online, sehingga relaunching dapat tersampaikan secara langsung. Dengan rebranding yang dilakukan, sesuai tujuannya, maka diharapkan loyalitas pelanggan dapat terjaga dan ditingkatkan bahkan dapat menarik pelanggan baru.