Dewan Ketahanan Pangan
Dewan Ketahanan Pangan, KEMENTAN RI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEBIJAKAN UMUM KETAHANAN PANGAN 2006 – 2009 Dewan Ketahanan Pangan
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 1 No. 1 (2006)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.713 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2006.1.1.57-63

Abstract

Ketahanan[1] pangan terwujud apabila secara umum telah terpenuhi dua aspek seka- ligus. Pertama adalah tersedianya pangan yang cukup dan merata untuk seluruh penduduk. Kedua, setiap penduduk mempunyai akses fisik dan ekonomi terhadap pangan untuk memenuhi kecukupan gizi guna menjalani kehidupan yang sehat dan produktif dari hari ke hari.Ketahanan pangan pada tingkat rumah tangga merupakan landasan bagi ketahanan pangan masyarakat, yang selanjutnya menjadi pilar bagi ketahanan pangan daerah dan nasional. Berdasarkan pemahaman tersebut maka salah satu prioritas utama pembangun- an ketahanan pangan adalah memberdayakan masyarakat agar mereka mampu menanggu- langi masalah pangannya secara mandiri serta mewujudkan ketahanan pangan rumahtangga- nya secara berkelanjutan. 
KEGIATAN OPERASIONAL PEMBANGUNANKETAHANAN PANGAN 2006-2009 Dewan Ketahanan Pangan
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 1 No. 2 (2006)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.608 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2006.1.2.55-67

Abstract

Rencana aksi ketahanan pangan periode 2005-2009 adalah suatu panduan pelak- sanaan kebijakan umum tersebut di tingkat lapangan, sekaligus merupakan penjabaran rinci dari setiap elemen kebijakan dengan sasaran dan focal pointnya, terutama lembaga pemerintah yang memiliki keterkaitan erat dalam ketahanan pangan. Rincianini seyogyanya menjadi panduan bagi para stakeholders ketahanan pangan baik dari lembaga pemerintah, swasta, BUMN, perguruan tinggi maupun lembaga swadaya masyarakat dan kalangan masyarakat umum (lihat Matrik Kegiatan Operasional Pembangunan Ketahanan Pangan 2005 – 2009).