Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENDIDIKAN IBU DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM MEMANTAU GIZI ANAK STUNTING Nurwinda Saputri; Dzul Istiqomah Hasyim
Bagimu Negeri Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v6i1.1716

Abstract

stunting merupakan bentuk dari malnutrisi pada anak, sebanyak 156 juta anak di dunia ini terkena stunting. Berdasarkan data survey Status Gizi Balita Indonesa (SSGBI) tahun 2021, angka prevalensi stunting beradaa pada 24,4 % atau 5,33 juta balita. Angka ini telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Kejadian stunting di provinsi lampung tahun 2013 hingga 2018 terhitung 15,3 dan lampung menduduki peringkat ke 2 dalam pendataan stunting. BKKBN Lampung mencatat jumlah kasus stunting di pringsewu mencapai 2.186 balita. Stunting adalah permasalahan yang dapat dicegah dengan memberdayakan masyarakat, terkhusus ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Perilaku ibu dan keluarga sangat penting bagi status gizi dan tumbuh kembang anaknya. Tujuan Pengabdian: Dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan mampu menambag pengetahuan dan cara bersikap ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi balita stunting di pringsewu. Metode : Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 1 bulan, dilaksanakan pertemuan rutin dengan kelompok ibu balita setiap 1 minggu sekali. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat ini memperlihatkan terjadi peningkatan pengetahuan dan peningkatan sikap ibu dalam pemenuhan gizi pada balita dengan p value 0,001.
PEMBUATAN TEMPAT CUCI TANGAN MENGALIR PORTABEL SEBAGAI UPAYA MENCEGAH PENULARAN COVID-19 DI TAMAN KANAK-KANAK Dzul Istiqomah Hasyim; Nurwinda Saputri
Bagimu Negeri Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v5i2.1574

Abstract

Latar belakang: Pandemi virus corona (Covid 19) saat ini telah melanda berbagai negara di belahan dunia. Hingga saat ini belum ada vaksin ataupun obat yang terbukti efektif dalam mengobati penyakit tersebut. Badan Kesehatan Dunia atau WHO serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serika atau CDC pun mengeluarkan imbauan mengenai hal yang harus dilakukan dalam mencegah corona jenis baru ini. Upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan berbagai upaya pencegahan, salah satunya adalah mencuci tangan menggunakan sabun atau yang sering kita dengar dengan istilah CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). Tujuan pengabdian: Dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan menambah sarana mencuci tangan sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan kebiasaan mencuci tangan dengan air mengalir sebagai salah satu upaya pencegahan covid19 di lingkungan sekolah. Metode Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan membuat langsung tempat cuci tangan mengalir portable. Hasil: Hasil dari proses pengabdian didapatkan terpasangnya dengan baik alat mencuci tangan mengalir portable di taman kanak-kanak ‘Aisyiyah Pringsewu Simpulan: kegiatan ini bermanfaat untuk mencegah covid 19 di lingkungan sekolah.
UPAYA PROMOTIF KESEHATAN GIGI DAN MULUT SEBAGAI PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA ANAK PRA SEKOLAH DI PAUD MUTIARA BANGSA PRINGSEWU Dzul Istiqomah Hasyim; Nurwinda Saputri
Bagimu Negeri Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v7i1.2018

Abstract

Upaya Promotif Kesehatan Gigi Dan Mulut Sebagai Pencegahan Karies Gigi Pada Anak Pra Sekolah Di Paud Mutiara Bangsa Pringsewu, Tujuan memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut pada anak usia prasekolah. Tahapan kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan diawali dengan identifikasi masalah melalui wawancara pada orangtua dan guru PAUD dan observasi , menyiapkan materi, leaflet dan video edukasi. Tahapan pelaksanaan yaitu menyampaikan materi, praktek sikat gigi, Hasil setelah diberikan edukasi anak prasekolah mampu meningkatkan ketrampilan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Simpulan bahwa terdapat peningkatan ketrampilan anak dalam menyikat gigi dan mencuci tangan setelah diberikan edukasi tentang kesehatan gigi, dan mulut.
FAKTOR KEAKTIFAN IBU DENGAN KETEPATAN JADWAL IMUNISASI BAYI PADA MASA PANDEMI COVID-19 Dzul Istiqomah Hasyim; Nurwinda Saputri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i2.2419

Abstract

Pandemic Covid-19 menghambat jalannya system pelayanan kesehatan di masyarakat, termasuk layanan imunisasi dasar pada bayi. Padahal, imunisasi tidak boleh dihentikan sekalipun tengah terjadi wabah. Jika dihentikan, kejadian luar biasa penyakit lain yang juga mematikan bisa mengancam. Ketika cakupan imunisasi di suatu wilayah masih rendah, kekebalan komunitas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi tidak akan tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keaktifan ibu dengan ketepatan jadwal imunisasi bayi usia 2 – 24 bulan pada masa pandemic covid-19. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan waktu cross-sectional. Populasi penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 2-24 bulan dan memenuhi kriteria inklusi dan bersedia mengikuti penelitian dengan menandatangani lembar Persetujuan Setelah Penjelasan (PSP). Jumlah sampel yang didapatkan adalah 31 bayi balita usia 2-24 bulan. Hasil penelitian didapatkan Ada Hubungan Keaktifan Ibu dengan ketepatan jadwal imunisasi bayi pada masa pandemic covid-19 di BPM Yoyoh Suherti, M.Kes Pringsewu. P value 0,000;OR 8,000 CI 95% 4,864 – 16,199). Hasil juga menunjukan Sebagian besar ibu aktif mencari informasi imunisasi pada masa pandemic Covid 19 (61,5%), sedangkan sisanya kurang aktif (38,5%). Diharapkan seluruh ibu-ibu yang memiliki bayi agar lebih peduli dan aktif dalam menjaga kesehatan bayinya meskipun pada masa pandemic Covid 19 dengan salah satu caranya adalah aktif mencari informasi tentang imunisasi dasar bayi baik itu tentang manfaat, jadwal, efek samping, dan lain-lain serta membawa bayinya imunisasi sesuai dengan jadwal yang tepat.
RIWAYAT ANEMIA DAN USIA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABUPATEN PRINGSEWU Yeti Septiasari; Nurwinda Saputri; Dzul Istiqomah Hasyim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i2.3028

Abstract

Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan serius yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk anemia pada kehamilan dan prematuritas. Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, yang berkontribusi pada kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara anemia pada kehamilan dan prematuritas dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Pringsewu tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Jumlah sampel 60 balita umur 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pringsewu yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan rekam medis. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita dari ibu yang mengalami anemia memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting (51,7%) dibandingkan ibu tanpa anemia (48,3%). Selain itu, balita yang lahir prematur lebih banyak mengalami stunting (46,7%) dibandingkan balita dari kehamilan normal (31,7%). Uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara anemia dan prematuritas dengan kejadian stunting (p-value