Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Waste Konstruksi: Identifikasi Potensi dan Penyebabnya Pada Proyek Perumahan Di Pekanbaru: Construction Waste: Identification of Potential and Its Causes in Housing Project in Pekanbaru Sapitri; Firdaus
JURNAL SAINTIS Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1132.214 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2019.vol19(2).3904

Abstract

[ID] Waste merupakan salah satu penyebab rendahnya produktivitas. Besarnya potensi waste tentu saja akan merugikan owner ataupun kontraktor. Waste pada industri perumahan dapat mempengaruhi nilai jual rumah itu sendiri. Potensi waste material yang muncul pada proses pembangunan, penting untuk diidentifikasi dan dicari penyebabnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasikan waste pada industri konstruksi (proyek perumahan) beserta sumber penyebab waste tersebut. Penelitian bersifat kuantitative dan data primer dikumpulkan dengan bantuan instrument kuesioner. Responden yang terlibat seluruhnya adalah pengawas lapangan/penanggung jawab lapangan proyek perumahan. The Statistical Package for Social Sciences (SPSS) dan fishbone diagram digunakan sebagai alat analisis variable dan indikator penyebab waste. Secara keseluruhan, hasil identifikasi penelitian menunjukkan bahwa material yang berpotensi ditemui pada proyek pembangunan perumahan di Pekanbaru yaitu material kayu dan batu bata (berpotensi sedang), material keramik, genteng, besi beton, cat, tanah, batu, pasir dan plesteran (berpotensi rendah) dan, cardboard packaging, plastic, kaca, metal, aspal dan plafond (berpotensi sangat rendah). Terdapat beberapa variable penyebab waste. Variabel-variabel tersebut terkait dengan sumber daya yang dibutuhkan selama proses pengerjaan proyek. Sumber penyebab waste yang berkonstribusi selama proses produksi secara signifikan dipengaruhi oleh variable: alat/mesin sebesar 0.885, metode kerja sebesar 0.873, material sebesar 0.866, manpower sebesar 0.821, dan lingkungan sebesar 0.808. Satu sumber variable dapat mempengaruhi variable yang lain, sehingga sangat penting untuk memperhatikan penyebab waste agar produktivitas pekerjaan dilapangan tidak terganggu. [EN] Waste is one of the causes of low productivity. The potential of waste will certainly harm the owner or contractor. Waste in housing industry can affect the sale price of the house. The potential of material waste in construction process is important to identify and need to find its cause. The purpose of this study is to identify waste in the construction industry (housing project) along with the source of the cause of the waste. Quantitative research is conducted and primary data were collected with questionnaire as the instrument. All respondents involved were supervisor. The Statistical Package for Social Sciences (SPSS) and fishbone diagrams are used as a tool for analyzing variables and indicators of the causes of waste. Overall, the result of research identification shows that the potential material in housing construction projects in Pekanbaru, namely wood and brick material (medium potential), ceramic, roof tile, steel, paint, soil, stone, sand and plastering (low potential) and, cardboard packaging, plastic, glass, metal, asphalt and ceiling (very low potential). There are several variables that cause waste. These variables are related to the resources that needed during the construction process. The sources of waste causes that contribute during the production process are significantly influenced by variables, i.e. tools / machines at 0.885, work methods at 0.873, materials at 0.866, manpower at 0.821, and the environment at 0.808. One source of variables can affect other variables, so it is necessary to pay attention to the waste causes so that work productivity uninterrupted.
Penilaian Kawasan Perumahan dengan Pendekatan Konsep Berkelanjutan (Greenship Neighborhood Assessment) Sapitri; Zarnold Aziz
Cantilever: Jurnal Penelitian dan Kajian Bidang Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2021): Cantilever
Publisher : Department of Civil Engineering and Planning, Faculty of Engineering, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.889 KB) | DOI: 10.35139/cantilever.v10i1.98

Abstract

Global warming and environmental degradation are still being issues in various countries, including Indonesia. It has been causing the climate change. In 2015 the United Nations started a program called Sustainable Development Goals (SDGs). One of the goals was to tackle climate change. In order to encourage the implementation of SDGs, an effort that could conduct was the realization of green housing areas. An assessment is needed to make sure that sustainable development in neighborhood is implemented well and correctly. Green Building Council Indonesia (GBCI) has published a rating system called Greenship Neighborhood as a reference for assessing the concept of sustainable development neighborhood. The purpose of this study was to find out how the implementation of Greenship Neighbourhood and how much value is achieved in Citraland residential area. The methods used were descriptive qualitative and quantitative. Descriptive qualitative was a description of the research object conditions, while descriptive quantitative was output assessments numbers based on the Greenship Neighborhood assessment tool. There were seven aspects that assessed i.e. land ecological enhancement, movement and connectivity, water management and conservation, solid and material waste, community wellbeing strategy, buildings and energy, and innovation future development. The results of research showed that there were six of the seven assessment categories have been applied in the object area. Generally, the total value is 36 out of 124, with percentage achieved 29%. Based on these result, Citraland Pekanbaru residential area did not meet the minimum standard for the application of Greenship Neighborhood according to GBCI.
Aplikasi Value Engineering untuk Optimalisasi Pembiayaan pada Proyek Pembangunan Gedung Kuliah II UIN Suska Riau Dimas Priambudhi; Elizar; Sapitri*
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 2 (2019): Edisi Oktober 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i2.3599

Abstract

Dalam pembangunan proyek konstruksi sering terjadi penggunaan biaya yang tidak efisien. Pada pembangunan Gedung Kuliah II UIN Suska Riau membutuhkan biaya sebesar Rp. 15.279.840.000 atau Rp. 6.366.600/m2. Berdasarkan Keputusan Walikota Pekanbaru Nomor 545 Tahun 2018 dinyatakan bahwa standar harga satuan pembangunan gedung negara adalah sebesar Rp. 5.440.000 /m2, oleh karena itu rencana anggaran biaya Gedung Kuliah II UIN tersebut dipandang terlalu besar untuk jenis gedung tipe setara. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimalisasi terhadap biaya yang sudah direncanakan. Metode yang digunakan adalah Value Engineering dengan 5 tahap rencana kerja, yaitu: tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa, tahap pengembangan dan tahap rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penghematan biaya sebesar 4,79 % dari biaya total proyek setelah dilakukan Value Engineering. Rekomendasi penggantian material pekerjaan dinding dan plesteran dari bata merah menjadi batako memberikan penghematan sebesar Rp. 95.781.362 (6,40 %) dari total biaya pekerjaan. Rekomendasi penggunaan material lantai dari granit 60 x 60 menjadi lantai keramik 40 x 40 memberikan penghematan sebesar Rp. 455.980.254 (38,36 %) dari total biaya pekerjaan, dan rekomendasikan mengganti plafon gypsum 9 mm dengan plafon tripleks 6 mm memberikan penghematan biaya sebesar Rp. 180.552.712 (30,23 %) dari total biaya pekerjaan.
Pemberdayaan Masyarakat Petani Sawit dalam Pengelolaan dan Produksi Pupuk Organik di Desa Batubelah : Pengabdian Muhammad Khairul Afdhol; Tomi Erfando; Rieza Zulrian Aldio; Razif bin Muhammed Nordin; Idham Nugraha; Dewandra Bagus Eka Putra; Novia Rita; Agus Dahlia; Sapitri; Marliati; Rika Lala Saputri; Rusdi Agil Cardova; Reyhan Alfared; Ghoty Hamidah; Rendi Sahputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4836

Abstract

Desa Batu Belah merupakan wilayah agraris dengan komoditas utama kelapa sawit yang sebagian besar dikelola oleh petani pemula. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya nilai tambah tandan buah segar (TBS) berukuran kecil, keterbatasan teknologi pasca-panen, ketergantungan pada pupuk kimia, serta lemahnya manajemen usaha dan pemasaran hasil pertanian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani pemula sawit melalui pemberdayaan berbasis teknologi tepat guna dan pendekatan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pembuatan dan penerapan alat pembrondol sawit, pelatihan produksi pupuk organik, serta pendampingan manajemen usaha dan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengelolaan buah muda sawit, tersedianya satu unit alat pembrondol sawit yang berfungsi, serta kemampuan masyarakat memproduksi pupuk organik secara mandiri. Program ini berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan pada bidang produksi, manajemen usaha, pemasaran, dan sosial kemasyarakatan, serta mendorong peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Batu Belah.
Evaluasi Implementasi Sistem Manajamen Keselamatan Konstruksi (SMKK) Pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi Di Pekanbaru Sapitri Sapitri; Faizan Dalilla; Firdaus Agus; Maidi Alfajri
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.883

Abstract

Abstrak Dalam rangka pencegahan kecelakaan kerja pada industri konstruksi, pemerintah telah mengakomodir peraturan No.10 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Adanya peraturan ini, kontraktor pelaksana konstruksi diharuskan menerapkan SMKK yang telah dirancang dengan standar yang telah diatur di dalam peraturan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluiasi implementasi dan menilai tingkat penerapan SMKK pada proyek konstruksi di Pekanbaru. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan wawancara, selanjutnya dianalisis dengan metode kuantitatif. Kriteria evaluasi terhadap penerapan SMKK diadopsi berdasarkan peraturan No.10 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMKK bervariasi pada setiap elemen pada masing-masing proyek yang diteliti. Tingkat persentase penerapan SMKK pada proyek Gedung perkuliahan yaitu sebesar 77,91% pada level implementasi baik, proyek pembangunan mesjid sebesar 89,53% pada level memuaskan, dan proyek rumah sakit dengan tingkat penerapan SMKK hanya sebesar 17,44%, pada level implementasi kurang baik. Kata kunci: Evaluasi, Elemen SMKK, K3, Risiko, SMKK  Abstract To prevent work accidents in the construction industry, the government has accommodated regulation No. 10 of 2021 concerning the Construction Safety Management System (CSMS). In the existence of this regulation, construction implementing contractors are required to apply CSMS, which has been designed with the standards regulated in the regulation. The purpose of this study is to evaluate the implementation and assess the level of application of CSMS, in construction projects in Pekanbaru. Data were collected by observation and interview techniques, and then analyzed by quantitative methods. The evaluation criteria for the application of CSMS are adopted based on regulation No. 10 of 2021. The results showed that the application of CSMS varied in each element of each project studied. The percentage rate of CSMS implementation in lecture building projects is 77.91% at the level of good implementation, mosque construction projects are 89.53% at satisfactory levels, and hospital projects with CSMS implementation rates are only 17.44% at the level of poor implementation. Keywords: Evaluation, Element of CSMS, HSO, Risk, CSMS