Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Makrozoobentos Sebagai Indikator Status Perairan Hulu Sungai Cisadane, Bogor Dyah Muji Rahayu; Gunawan Pratama Yoga; Hefni Effendi; Yusli Wardiatno
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 20 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.03 KB)

Abstract

Anthropogenic pollution (organic matter and Hg) around Cisadane River upstream can affect the abundances of macrozoobenthos. The aim of this research was to identify the abundances of macrozoobenthos and feeding groups, and also to identify the status of waters based on macrozoobenthos community. The research was conducted on January to March in four locations in the upstream of Cisadane River, covering Cikuluwung (ST 1), Cisarua (ST 2), Curug Bitung (ST 3), and Lukut (ST 4). Samples were collected with kick net and Eckman Grab. The dominance macrozoobenthos are Bungona (171 ind/m2), Simulium (101 ind/m2), Cheumatopsyche (50 ind/m2), and Polypedilum (28 ind/m2). Based on feeding groups, the dominance are filtering collector and gatherer collector. Based on the Pollution Index and Heavy Metal Pollution Index (Hg) on sediment, the upstream of Cisadane River is low polluted whereas EPT Index and Signal showed that upstream of Cisadane River is moderate polluted.
PENGARUH PENCEMARAN MERKURI DI SUNGAI CIKANIKI TERHADAP BIOTA TRICHOPTERA (INSEKTA) Gunawan Pratama Yoga; Djamar Lumbanbatu; Etty Riani; Yusli Wardiatno
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 21 No. 1 (2014)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2014.13270

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Sungai Cikaniki, salah satu anak Sungai Cisadane, di Jawa Barat yang melalui kawasan penambangan emas Pongkor dan tercemar oleh merkuri dari ekstraksi emas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pencemaran merkuri di Sungai Cikaniki terhadap akumulasi merkuri pada larva Trichoptera di sungai tersebut dan dampaknya terhadap penghitaman pada insangnya. Lokasi penelitian berada di Cisarua, Curug Bitung dan Lukut, kecamatan Nanggung, serta satu lokasi yang tidak tercemar di daerah Cikuluwung. Penelitian dilakukan secara time series selama 10 bulan mulai bulan Januari sampai Oktober 2012. Dari hasil penelitian diketahui bahwa konsentrasi merkuri terlarut dari hulu ke hilir berturut - turut adalah 0,114 µg/L, 4,988 µg/L, 4,229 µg/L dan 4,410 µg/L. Ratarata konsentrasi merkuri dalam bentuk partikulat dan akumulasi merkuri pada tubuh Trichoptera tertinggi teramati di Curug Bitung, berturut – turut adalah 83,963 dan 210,014 mg/Kg. Rata-rata akumulasi merkuri pada Trichoptera di Cisarua dan Lukut hampir sama yaitu berturut-turut adalah 151,116 mg/Kg dan 157,026 mg/kg. Persentase kejadian penghitaman insang trachea, pada Trichoptera, tertinggi terjadi di Curug Bitung yaitu sebesar 91% dan seluruh populasi di lokasi tersebut, sedangkan yang terrendah terjadi di Cikuluwung.
PENILAIAN KUALITAS SEDIMEN DENGAN KONSEP SCREENING LEVEL CONCENTRATION (SLC): STUDI KASUS PERAIRAN TERGENANG DI JAWA BARAT Tri Suryono; Yoyok Sudarso; Gunawan Pratama Yoga; Ivana Yuniarti
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 21 No. 1 (2014)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2014.13273

Abstract

Monitoring kualitas sedimen saat ini sangat penting dilakukan gunamelengkapi hasil monitoring kualitas air sehingga diperoleh informasi yang sebenarnya kondisi suatu perairan, karena sedimen dalam perairan merupakan tempat terakumulasinya bahan-bahan pencemar. Konsep Screening Level Concentration (SLC) merupakan salah satu konsep untuk menilai kualitas sedimen yang didasarkan dari besarnya data efek kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sedimen dari beberapa perairan tergenang di Jawa Barat baik situ, telaga maupun waduk. Hasil penelitian sedimen dari beberapa situ secara umum mengandung merkuri (Hg) total dan dari uji toksisitas dengan menggunakan moina sp dan anakan ikan menunjukkan efek toksik.