Muhammad Hilal
Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Filsafat Bahasa Biasa Gilbert Ryle dan Relevansinya dengan Konsep Pendidikan Karakter di Indonesia Hilal, Muhammad
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 29, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.151 KB) | DOI: 10.22146/jf.44313

Abstract

AbstrakFilsafat Bahasa adalah salah satu gerakan pemikiran yang sumbangsihnya terhadap berbagai penyelesaian persoalan hidup manusia tidak bisa diabaikan. Salah satu pemuka Filsafat Bahasa adalah Gilbert Ryle yang pemikirannya banyak mempengaruhi pemikir-pemikir sesudahnya. Meskipun begitu, signisifikansi pemikiran Gilbert Ryle tidak banyak dikaji di Indonesia sebanyak para filsuf sezamannya seperti Ludwig Wittgenstein dan J. L. Austin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali pemikiran Gilbert Ryle mengenai konsep Bahasa Biasa dan mengemukakan relevansinya dengan Pendidikan Karakter di Indonesia. Pemaparan mengenai relevansi tersebut untuk menguji keampuhan pemikiran Gilbert Ryle dalam menyelesaikan salah satu problem yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan. Metode hermeneutis akan digunakan untuk menganalisis pemikiran filosofis Gilbert Ryle mengenai konsep Bahasa Biasa dan kemudian dijabarkan relevansinya dengan Pendidikan Karakter di Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa tugas filsafat bagi Gilbert Ryle adalah aktivitas analisis bahasa menurut Bahasa Sehari-hari atau Bahasa Biasa. Perlu dibedakan antara pernyataan yang bermakna ‘capaian’ (achievement) dengan pernyataan yang bermakna ‘tugas’ (task). Harus pula dibedakan pernyataan yang mengandung pengertian disposisi (dispositional statement) dengan pernyataan yang mengandung pengertian kejadian pertikular (occasional/episodical statement). Mekanisme pembedaan semacam ini adalah cara untuk menghindar dari Kegalatan Kategori. Bertitik tolak dari sinilah pemikiran Gilbert Ryle bisa memberikan sumbangsih berarti bagi pendidikan di Indonesia melalui analisis terhadap konsep Pendidikan Karakter di Indonesia. kata kunci: Konsep Bahasa Biasa, Kegalatan Kategori, Pendidikan Karakter. AbstractPhilosophy of language is a movement of thought which contribution in overcoming the problems of human being cannot be neglected. One of this movement’s prominent thinkers is Gilbert Ryle whose thoughts have influenced the later thinkers. In spite of the fact, the significance of Gilbert Ryle’s thought has hardly been studied in Indonesia as frequently as his contemporary philosophers such as Ludwig Wittgenstein and J. L. Austin. This research is intended to explore Gilbert Ryle’s thought on the concept of ordinary language and to describe its relevance to the character education in Indonesia. The description of his thought’s relevance is intended to find its effectiveness in overcoming one of the problems of human being life. This Research is a kind of library research. Hermeneutical method is used to analyze Gilbert Ryle’s thought on the concept of ordinary language and, afterwards, it will be described the relevance of his philosophical thought to the concept of character education in Indonesia.The result of this research is that the task of philosophy according to Gilbert Ryle is activity of language analysis in accordance with ordinary language. It must be separated between achievement statements and task statements, and between dispositional statements and occasional/episodical statements. This distinction is a way to avoid the category mistake. Therefore, it is from this point that Gilbert Ryle’s thought can give a useful contribution to education in Indonesia trough the analysis toward the concept of character education in Indonesia. Keywords: The concept of ordinary language, character education, category mistake.
Learning Philosophy at Pesantren: A Study of Pesantren Luhur Baitul Hikmah Malang Muhammad Hilal
Journal of Contemporary Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Contemporary Islamic Education
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The idea of a pesantren that accommodates philosophy in its curriculum seems to be a strange one still. The data in Direktorat Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren (The Directorate of Islamic Education and Pesantren) doesn't mention a kind of such pesantren whatsoever. The existence of Pesantren Luhur Baitul Hikmah changes that impression, so it is important to reveal the background of this pesantren and how philosophy is taught in it. To fulfill these goals, this research is designed to be qualitative that collects its data by observations, interviews and documentations and analyzes them by using Miles and Hubermann's technique. This research found that Pesantren Luhur Baitul Hikmah became so accommodative to philosophy because it was originally a discussion group that evolved to be a pesantren. Philosophy was taught there by using three methods inspired by Qur'anic verses 96:1-5. First, the bandongan teaching method through Arabic philosophical texts. Second, the discussion method comprises weekly discussion and accidental discussion. Third, the learning-through-writing method which has already become a cultural habit there due to the exemplary of the kiai, the proliferation of social media, and the more affordable printing costs.
Sosialisasi Program Pencegahan dan Penanganan Kasus Perundungan di Pondok Pesantren Sirojul Ulum As-Sarqowi Gondanglegi Malang Hilal, Muhammad; Rohim, Mohamad
Jurnal Aksi Afirmasi Vol. 5 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnalaksiafirmasi.v5i2.1517

Abstract

Perundungan di lingkungan pesantren adalah fenomena yang menjadi perhatian banyak kalangan, terutama sejak jatuhnya banyak korban tingkat ekstrem berupa meninggalnya korban. Berbagai upaya telah dilakukan agar kasus-kasus perundungan di pesantren bisa dihilangkan atau setidaknya bisa dikurangi. Dari pihak pemerintah, upaya itu terlihat dengan keluarnya SK Dirjen Pendis Nomor 1263 Tahun 2024 tentang Pengasuhan Ramah Anak di Lembaga Pendidikan yang Terintegrasi dengan Asrama. Kegiatan pengabdian ini adalah upaya dari pihak non-pemerintah untuk meningkatkan kesadaran dan semangat aksi pencegahan dan penanganan kasus perundungan di pesantren. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah: (1) terlaksananya kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan kasus perundungan di lingkungan Pondok Pesantren Sirojul Ulum as-Sarqowi Gondanglegi Malang; (2) meningkatnya kesadaran pentingnya program anti perundungan yang berkelanjutan di lingkungan pondok pesantren, khususnya Pondok Pesantren Sirojul Ulum as-Sarqowi Gondanglegi Malang. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tiga tahap, yaitu tahap persiapan dan konsolidasi, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terselenggaranya sosialisasi pencegahan perundungan. Materi yang disampaikan disajikan secara menarik dan mudah dipahami oleh seluruh peserta, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran santri akan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.