Mustafa Mustafa
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS GETARAN KOMPOSIT SERAT KACA-MATRIKS EPOKSI DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Mustafa Mustafa
JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN TERAPAN Vol. 7 No. 2 (2010)
Publisher : Program Studi Matematika, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/2540766X.2010.v7.i2.132

Abstract

This  aim  of  the  study  was  to  analyze  the  natural  frequency  ( n )  of  fiberglass  reinforced  polymer composite beams. The study used the finite element method for numerical analysis. For the numerical analysis, the beam was divided into 5 elements. The supports used were a cantilever with the material of fiberglass reinforced polymer composite in the form of beam with length of 1 m, width of 0.03 m, and thickness of 0.02 m. Composite material consisted of two compositions, i.e : 5% fiber glass and 95% matrix epoxy; 20% fiber glass and 80 % matrix epoxy. The devices used in the study was a computer with matlab program. The results of the study for natural frequency analysis with 5% fiberglass:  nmax  = 23334 rpm,  nmin  = 2625 rpm, whereas with 20% fiberglass:  nmax = 34033 rpm,  nmin  = 3829 rpm. The value  of  natural  frequency  ( n )  obtained  20  %  fiberglass  was  greater  than  the  value  obtained  5% fiberglass.
VARIASI MEDIA PENDINGIN PADA THERMOELETRIC GENERATOR YANG MEMANFAATKAN PANAS BUANG AIR CONDITIONER Mustafa Mustafa; Muhammad Hasan Basri; Reyhan Kiay Demak
Jurnal MEKANIKAL Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Mekanikal Juli 2018
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.081 KB)

Abstract

Panas buang pada air conditioner merupakan energy berkualitas rendah yang terbuang cuma-cuma ke lingkungan, kalor yang terbuang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memanaskan modul thermoelektik generator (TEG) akan tetapi modul tersebut perlu didinginkan pada sisi lainnya agar tercipta perbedaan temperature pada kedua sisi modul.Pada penelitian ini dilakukan eksperimen dengan memanfaatkan dua media pendingin yaitu air dan refrigerant yang keluar dari evaporator pada sebuah heat exchanger tipe liquid plate yang besrfungsi sebagai heat sink.Hasil pengujian menunjukkan kinerja terbaik didapatkan pada media refrigerant dimana open circuit voltage (Voc) dan Short circuit current (Isc) yang dihasilkan dari 10 modul yang disusun seri adalah 9,31 Volt dan 270.8 mA dengan selisih temperature 21.08 oC, dan pada media pendingin air Voc 7,5 Volt , Isc 200,2 mA dengan selisih temperature 17,5 oC Kata Kunci: Air Conditioner, Thermoelectric generator, media pendingin, air, refrigerant
KAJI NUMERIK DAN EKSPERIMENTAL LENDUTAN BALOK BAJA KARBON ST 60 DENGAN TUMPUAN ENGSEL - ROL Mustafa Mustafa
Jurnal MEKANIKAL Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.866 KB)

Abstract

The aim of this study is to analyze the deflection phenomena of ST 60 steel with numerically and experimentally placed on the hinge-roller support. The study applies the integration method for numerical analysis and testing method for experimental ones. The supports use a hinge-roller with the material of carbon steel of ST 60 with length 0.8 m, width 0.01 m and thickness 0.01 m. The result shows that the maximum deflection occurs at x = 0.4 m with a loading of 2.5 kg for each location of loading. The value of deflection obtained experimentally was greater than of numerically.
ANALISIS KEKUATAN TARIK, KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA PENGELASAN SMAW YANG MENGGUNAKAN ELEKTRODA E 6013 DENGAN VARIASI GERAKAN ELEKTRODA Andri Santoso; Awal Syahrani Sirajuddin; Mustafa Mustafa; Andi Idhan
Jurnal MEKANIKAL Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Mekanikal Juli 2018
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.781 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gerakan elektroda terhadap sifat mekanis dan struktur mikro hasil pengelasan SMAW dengan elektroda E 6013. Proses pengelasan SMAW menggunakan variasi gerakan elektroda lurus, zig-zag dan spiral. Elektroda yang digunakan adalah E 6013 dengan diameter 3,2 mm. Besar arus yang digunakan ialah 90 Ampere. Jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V dengan sudut 60o, tinggi akar 2 mm dan jarak akar 3 mm. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik, kekerasan dan pengamatan struktur mikro. Tempat penelitian dilakukan di  Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tadulako.Hasil pengujian tarik diperoleh nilai kuat tarik tertinggi pada gerakan elektroda spiral yaitu 616,6 Mpa dan terendah pada gerakan elektroda zig-zag yaitu 596 Mpa. Sedangkan nilai regangan tertinggi terdapat pada gerakan elektroda zig-zag yaitu 22,91% dan terendah pada gerakan elektroda spiral yaitu 19,41%. Untuk nilai modulus elastisitas tertinggi terdapat pada gerakan elektroda lurus yaitu 12070,02 Mpa dan terendah pada gerakan elektroda zig-zag yaitu 10339,48 Mpa. Nilai kekerasan tertinggi terdapat pada pengelasan dengan gerakan elektroda zig-zag yaitu 147,44 kg/mm2 dan yang terendah pada gerakan elektroda lurus yaitu 143,19 kg/mm2.Hasil pengamatan struktur mikro yang menunjukkan struktur butir yang rapi dan rapat serta mempunyai kandungan perlit dan ferit seimbang terdapat pada bagian logam lasan dan daerah HAZ dengan gerakan elektroda spiral. Kata kunci : SMAW, Gerakan Elektroda, E 6013, Kekuatan Tarik, Kekerasan, Pengamatan Struktur Mikro
KINERJA PEMANAS AIR DARI PANAS BUANG AIR CONDITIONER DENGAN HEAT EXCHANGER TIPE SHELL AND TUBE Mustafa Mustafa; Reyhan Kiay Demak; Muhammad Hasan Basri
Jurnal MEKANIKAL Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Mekanikal Juli 2017
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.04 KB)

Abstract

Air Conditioner (AC) merupakan perangkat yang berfungsi untuk memindahkan kalor dari temperatur rendah ke temperatur tinggi. Kalor yang diserap dari ruangan yang didinginkan dibuang ke lingkungan melalui perangkat kondensor dalam bentuk panas buang (waste heat). Pada penelitian ini panas buang pada perangkat AC digunakan untuk memanaskan air sehingga panas buang dapat dirubah menjadi energy yang berguna, panas buang pada kondensor dipindah kedalam air menggunakan heat exchanger tipe shell and tube dengan variasi laju aliran air 1, 2 dan 3 LPM. Hasil pengujian selama 3 jam untuk tiap variasi laju aliran menunjukan bahwa desain heat exchanger tersebut dapat menaikkan temperatur 60 Liter air sebanyak 13-14 oC, tidak terdapat pengaruh signifikan dari variasi laju aliran air terhadap laju transfer kalor kedalam air, akan tetapi COP gabungan dari proses refrigerasi dan pemanasan air menunjukan kinerja Sistem dengan laju aliran 1 LPM lebih baik dibangdinkan 2 dan 3 LPM.Kata Kunci: Air Conditioner, Heat recovery, Pemanas Air, Shell and tube, Heat Exchanger.
PENGARUH TEKANAN TERHADAP PEMBUATAN SERBUK DARI LIMBAH ALUMINIUM MELALUI ATOMISASI AIR Muh. Yusuf; Muhammad Sadat Hamzah; Mustafa Mustafa; Danny Syamsu Wawolumaja
Jurnal MEKANIKAL Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Mekanikal Januari 2019
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.724 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan terhadap bentuk dan ukuran serbuk dengan  scanning electron microscope (SEM) dengan metode atomisasi air. material yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah aluminium yang diperoleh dari Kecamatan Palu Barat Sulawesi Tengah. Dalam penelitian ini limbah aluminium terlebih dahulu dikelompokkan dan diperkecil, proses peleburan aluminium di dalam  dalam tungku pembakaran dengan temperatur 750° C, selanjutnya dimasukkan ke dalam nozzle dengan ukuran diameter 5 mm lalu aluminium cair disemprot dengan sudut 60 dengan menggunakan tekanan 15 kg/cm2, 20 kg/cm2 dan 25 kg/cm2. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako.Hasil pengujian menunjukan bahwa tekanan semprotan air mempengaruhi hasil produk serbuk dengan metode atomisasi air. Hasil penelitian dengan variasi  tekanan diperoleh bahwa tekanan 15 kg/cm2 menghasilkan serbuk 10,12 %, tekanan 20 kg/cm2 menghasilkan serbuk 10,7 %, tekanan 25 kg/cm2 menghasilkan serbuk 15,71 %. hasil serbuk terbaik secara teoritis dihasilkan pada tekanan 25 kg/cm2. Bentuk serbuk hasil proses atomisasi air sebagian besar berbentuk spherical, irregular, rounded dan bentuk permukaan tak beraturan atau kasar.Kata kunci: Serbuk, Tekanan, Limbah aluminium dan Metode Atomisasi 
ANALISIS SAMBUNGAN BATANG TARIK PADA STRUKTUR BAJA RINGAN DENGAN VARIASI KONFIGURASI SEKRUP Hasrianto Hasrianto; Awal Syahrani Sirajuddin; Mustafa Mustafa; Kristian Selleng
Jurnal MEKANIKAL Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Mekanikal Januari 2019
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.047 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku kegagalan sambungan batang tarik dengan variasi konfigurasi sekrup, pengaruh kekuatan geser sambungan batang tarik pada struktur baja ringan. Variasi konfigurasi yang digunakan antara lain : diagonal, vertikal, horizontal terhadap arah beban tarik. Sedangkan spesimen uji menggunakan bahan baja ringan. Metode pengujiannya dengan menggunakan pengujian tarik. Pengujian di laksanakan di ruangan uji bahan Teknik Mesin Universitas Tadulako.Hasil penelitian diperoleh tahap kegagalan sambungan pada ketiga konfigurasi memiliki kesamaan, dimana semuanya mengalami kegagalan jungkit, awalnya sekrup berotasi miring dan merusak permukaan pelat (tilting), kemudian lubang pada pelat akibat gaya yang terus menerus bekerja pada sekrup (hole bearing), dan sekrup terangkat tapi masih dapat menahan beban tarik (pull over). Kegagalan jungkik terjadi akibat sekrup tidak memiliki tahan geser yang kuat seperti halnya mur pada sistem sambungan baut sehingga kepala sekrup berotasi menekan ujung pelat hingga terjadi jungkit dan di barengi juga dengan kondisi bahan yang sangat tipis. Kegagalan sambungan yang diawali dengan jungkit sangat di tentukan oleh faktor tumpuannya. Perbandingan nilai Nt aktual  konfigurasi II dan III lebih besar dari pada Nt aktual  konfigurasi I. Antara ketiga konfigurasi itu, menghasilka nilai Nt aktual lebih besar daripada Nt teoritis. Konfigurasi III lebih besar 11% daripada konfigurasi II dan lebih besar 17% daripada nilai yang dihasilkan oleh konfigurasi I. Konfigurasi II lebih besar 7% terhadap konfigurasi I.Kata Kunci : Baja Ringan, Sambungan batang tarik, Variasi konfigurasi sekrup.
PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN GTAW TERHADAP SIFAT MEKANIS PADA PIPA BAJA KARBON ASTM A 106 Awal Syahrani; Mustafa Mustafa; Oktavianus Oktavianus
Jurnal MEKANIKAL Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Mekanikal Januari 2017
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.216 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanis baja karbon ASTM A 106 setelah mengalami proses pengelasan GTAW dengan menggunakan variasi arus 90 A, 110 A dan 130 A. Penelitian ini menggunakan bahan baja paduan rendah, bahan diberi perlakuan pengelasan dengan variasi arus 90 A, 110 A dan 130 A dengan menggunakan las GTAW DC polaritas balik dengan elektroda atau logam pengisi ER 70S-6. Jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V dengan sudut 30ᴼ. Spesimen dilakukan pengujian tarik, impak, kekerasan dan foto struktur mikro. Penelitian ini dilakukan di PT Poso Energy untuk pengelasannya dan pengujiannya dilakukan dilaboratorium pengujian bahan Jurusan Teknik Mesin Universitas Tadulako. Kekuatan tarik sambungan las tertinggi terjadi pada kelompok spesimen arus 90 A yaitu 573,61 MPa yang mengalami kenaikan sebesar 11,99 MPa atau sebesar 2,13 % dari kelompok spesimen 110 A dan sebesar 18,01 MPa atau sebesar 3,24 % dari arus 130 A, dan mengalami penurunan dari raw material yaitu sebesar 20,22 MPa atau sebesar 3,52 %. Regangan tarik tertinggi pada kelompok variasi arus terjadi pada kelompok spesimen arus 90 A yaitu 23,04 % dan terenda pada kelompok arus 130 A yang mengalami penurunan sebesar 2,92 %. Untuk elastisitas nilai tertinggi pada kelompok variasi arus 130 A sebesar 3895,21 MPa. Ketangguhan pada daerah las tertinggi pada kelompok spesimen arus 90 A yaitu sebesar 578068,3 Joule/m², hal ini mengalami kenaikan sebesar 59,76 % dari raw material. Kelompok arus 110 A dan 130 A mengalami kenaikan terhadap raw material yaitu masing-masing sebesar 44,10 % dan 34,00 %. Tingkat kekerasan tertinggi terjadi pada daerah logam las sebesar 151,55 kg/mm² dari variasi arus 90 A , disusul variasi arus 110 A sebesar 147,67 kg/mm² dan tingkat kekerasan paling rendah terdapat pada vaiasi arus 130 A sebesar 125,33 kg/mm² yaitu pada daerah HAZ. Struktur mikro yang terbentuk adalah ferit dan perlit, ferit cenderung lebih halus dan mempunyai kekuatan dan keuletan yang cukup sedangkan perlit lebih kasar dan mempunyai sifat yang keras dan kurang ulet. Hasil pengujian metalografi yang mengalami proses pengelasan variasi arus memperlihatkan bentuk struktur butir perlit dan ferrit yang hampir seimbang.Kata Kunci : Arus, GTAW, baja karbon ASTM A 106, sifat mekanis. 
PENGARUH VARIASI MASSA REFRIGERAN R410A PADA SISI LOW STAGE TERHADAP KINERJA MESIN PENDINGIN CASCADE Muhammad Hasan Basri; Mustafa Mustafa; Khairil Anwar
Jurnal MEKANIKAL Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.839 KB)

Abstract

Abtract: The effect of R410 Refrigerant Mass Variation of The Low Stage Side on Performance of Cascade Engine Cooling. The aim of this research is to determine the effect of changes in the mass variation of refrigerant R410A in the Low - Stage Cooling on the coeficient of performance of the cascade refrigeration. The benefits of this research is to contribute valuable knowledge in the field of refrigeration, especially in the areas of health, agriculture and fisheries. The research method used is to perform testing or direct observation of the cascade refrigeration by replacing the stuffing or the mass of refrigerant in the low - stage of cascade system. Variation of refrigerant mass is 180, 190 and 200 gram. Any variations were observed mass of the pressure and temperature at a predetermined test points. The results showed that at the same time the rising in cooling capacity of the machine cascade with increasing refrigerant mass speed. With a mass of 180 gram showed a significant increase in weight compared to other masses, where a higher cooling capacity kW at 0.39 and coefficient of performance is 1.23.   Keywords :  Mesin refrigerasi, cascade, refrigeran R410A
PENENTUAN FREKUENSI PRIBADI PADA GETARAN BALOK KOMPOSIT DENGAN PENGUAT FIBERGLASS Mustafa Mustafa
Jurnal MEKANIKAL Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.248 KB)

Abstract

This aim of the study was to experimentally analyze the natural frequency (wn) of fiberglass reinforced polymer composite beam. The study used the spectrum method for experimental analysis. The spectrum method for experimental analysis was done by various position of 5 exciters. The supports used were a fixed-free (cantilever) with the material of fiberglass reinforced polymer composite in the form of beam with length 50 cm, width 3 cm, and thickness 2 cm. Composite material consisted of two compositions that was 5 % of fiberglass and 20 % of fiberglass. The devices used in the study was testing machine, IRD mechanalysis comprising vibration sensor, speed regulation unit, tachometer, and vibrator engine. The measurement was done on deflection, frequency response function, and spectrum. The results of the study obtained : For experimental analysis, at percentage of fiberglass   5 %, value wnmax = 13125 rpm, wnmin = 12600 rpm, whereas the percentage of fiberglass 20 %, value wnmax = 13230 rpm, wnmin = 12990 rpm.