Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MAKNA TARI BEDHAYA KETAWANG SEBAGAI UPAYA PENGENALAN BUDAYA JAWA DALAM PEMBELAJARAN BIPA Nurul Hidayah Fitriyani; Andayani Andayani; Sumarlam Sumarlam
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberlakuan MEA pada Desember 2015 memberi peluang untuk internasionalisasi bahasa Indonesia. Bahasa dan sastra Indonesia berkembang cukup pesat. Sebagai bahasa dengan jumlah penutur paling banyak di kawasan ASEAN, bahasa Indonesia berpeluang menjadi bahasa ASEAN. Dengan demikian, diperlukan upaya pengembangan bahasa Indonesia, salah satunya melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). BIPA merupakan pilar penting dalam kerjasama pembangunan bagi kepentingan Indonesia, seperti mendukung investasi, pembangunan kapasitas, dan kerjasama internasiaonal. Pengajaran BIPA harus memberikan muatan-muatan sosial budaya masyarakat Indonesia. Mengenalkan budaya Jawa dalam bahan ajar BIPA merupakan salah satu upaya yang dirasa tepat mengingat banyak penutur asing yang belajar bahasa Indonesia di Jawa. Jawa memiliki beragam tarian daerah, salah satunya adalah Tari Bedhaya Ketawang. Tari ini merupakan tarian tradisional keraton yang sarat makna dan erat hubungannya dengan upacara adat, sakral, religi, dan pusaka warisan leluhur yang dimiliki raja. Tari Bedhaya Ketawang dapat digunakan sebagai upaya pengenalan budaya Jawa pada pemelajar BIPA. Pengetahuan penutur asing terkait budaya-budaya Indonesia merupakan bekal dalam hidupnya di Indonesia. Dengan demikian, mereka tidak hanya mengetahui bahasa Indonesia, tetapi juga dapat mengaplikasikan dalam kehidupan nyata sesuai dengan kultur masyarakat Indonesia.  Kata Kunci: tari Bedhaya Ketawang, budaya Jawa, BIPA
Penggunaan Afiksasi pada Karangan Persuasi Mahasiswa Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Nurul Hidayah Fitriyani; NFN Andayani; NFN Sumarlam
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 15, No 2 (2017): METALINGUA EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.357 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v15i2.85

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan afiksasi dalam karangan persuasi mahasiswa program BIPA. Data yang dikaji adalah enam karangan persuasi yang ditulis oleh enam mahasiswa BIPA program KNB di UPT Bahasa Uiversitas Sebelas Maret. Metode yang digunakan untuk menganalisis data penelitian ini adalah metode agih atau distribusional. Adapun teknik dasarnya disebut teknik bagi unsur langsung (BUL). Penelitian ini menyimpulkan bahwa dari 85 data kata berafiks yang ditemukan, penggunaan kata berafiks yang tepat sebanyak 66 kata (77,65%), sedangkan penggunaan kata berafiks yang tidak tepat sebanyak 19 kata (22,35%). Kata berawalan memiliki persentase ketepatan paling tinggi, sebanyak 44,71%. Sementara itu, penggunaan kata berafiks yang tidak tepat juga didominasi oleh kata berawalan, sebanyak 15,29%. AbstractThis article aims to describe the affixation usage in persuasion text of  foreign learners (BIPA). The data are six persuasion text written by six BIPA students of the KNB program at Sebelas Maret University. The method used to analyze the data is agih or distribution method. The basic technique is the technique for the direct element. This study concludes that of 85 affixes data found, correct affixes use are  66 words (77,65%), whereas the incorrect use of affixes are 19 words (22,35%). The prefix has the highest percentage of truth (44,71%). Meanwhile, the use of incorrect affixes is also dominated by the prefix (15,29%).
Implementasi Media Audiovisual Pada Mata Kuliah Tari Sumatra Dasar Pencak Fitriyani, Nurul Hidayah; Elyadi, Marfi Netri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20113

Abstract

Abstrak Media pembelajaran adalah komponen penting dalam sistem pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan media audiovisual pada mata kuliah Tari Sumatra Dasar Pencak pada  mahasiswa jurusan tari ISI Surakarta beserta dampaknya terhadap keterampilan gerak tari. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah 14 mahasiswa semester IV, dengan teknik pengumpulan data berupa teknik observasi dan evaluasi melalui tes. Tes diberikan dalam bentuk unjuk kerja (praktik) gerakan-gerakan Tari Babuai. Selanjutnya, data dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran materi Tari Babuai pada mata kuliah Tari Sumatra Dasar Pencak dan hasil evaluasi berupa nilai pretest dan posttest. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, terjadi peningkatan skor antara hasil pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan keterampilan gerak tari dan pemahaman mahasiswa terhadap materi pembelajaran. Nilai rata-rata pre-test sebesar 2,78, sementara rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 3,61 dengan kenaikan sebesar 0,83 poin.  Nilai mahasiswa menunjukkan peningkatan yang signifikan hingga mencapai kategori baik. Kata Kunci: Media Audiovisual, Media Pembelajaran, Seni Tari, Tari Sumatra Dasar Pencak
Ekspresi Verbal Siswa Latah di Sma Negeri 1 Sukoharjo Nurul Hidayah Fitriyani; Nurul Hidayah Fitriani; Fitria Kurniawati; Sumarlam Sumarlam
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 10 No. 2 (2019): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v10i2.692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk-bentuk ekpresi verbal pada siswa latah di SMA Negeri 1 Sukoharjo dan faktor penyebab siswa berperilaku latah. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa kalimat-kalimat yang diucapkan ketika siswa mengalami kelatahan dan transkrip hasil wawancara terkait faktor penyebab kelatahan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Subjek yang diteliti adalah seorang siswa SMA Negeri 1 Sukoharjo yang bernama Andra. Peneliti menggunakan pendekatan psikolinguistik dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut: (1) perilaku latah yang ditampilkan informan termasuk jenis latah ekolalia dengan ekspresi verbal berupa kalimat-kalimat karena memiliki intonasi akhir, (2) faktor yang menyebabkan informan berperilaku latah adalah faktor lingkungannya, khususnya teman sebaya. Timbulnya perhatian dan stimulus yang berlebihan membuat informan berperilaku latah dan terus mengucapkan lingual yang diucapkan mitra tuturnya secara berulang-ulang.
PENGUASAAN KAIDAH BAHASA INDONESIA: KAJIAN PADA MAHASISWA JURUSAN TARI INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA Nurul Hidayah Fitriyani; Ifa Hanifa Rahman
MABASAN Vol. 19 No. 2 (2025): Mabasan 19 (2)
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v19i2.1048

Abstract

Penguasaan kaidah kebahasaan merupakan salah satu fondasi penting dalam menghasilkan karya tulis yang informatif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengukur tingkat penguasaan kaidah kebahasaan mahasiswa Jurusan Tari Institut Seni Indonesia Surakarta, (2) mengidentifikasi aspek kebahasaan yang paling dikuasi dan paling kurang dikuasai, serta (3) menentukan kebutuhan pembelajaran untuk peningkatan kompetensi berbahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan data diperoleh melalui tes objektif sebanyak 25 soal berbasis Google Form. Aspek kebahasaan yang diuji meliputi penggunaan huruf kapital, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca. Adapun sampel penelitian berjumlah 100 orang mahasiswa jurusan tari tahun ajaran 2024/2025. Analisis data dilakukan dengan memberi skor 4 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah, lalu mengonversinya menjadi persentase penguasaan. Persentase tersebut diklasifikasikan berdasarkan kategori Nurgiyantoro (2010). Rata-rata per aspek kebahasaan juga dihitung untuk melihat aspek yang paling kuat dan lemah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata tertinggi terdapat pada aspek pemakaian tanda baca (76), diikuti penggunaan huruf kapital (72), dan penulisan kata (64). Mahasiswa masih mengalami kesulitan pada penggunaan tanda titik dua dan apostrof (aspek tanda baca), penulisan nama geografis (penulisan huruf kapital), dan penulisan bentuk terikat, gabungan kata, partikel, singkatan, akronim, dan bilangan (penulisan kata). Distribusi nilai menunjukkan bahwa 48% mahasiswa memiliki kemampuan kebahasaan pada kategori “baik” hingga “sangat baik”. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan materi teknis kebahasaan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.