Neksidin
Jurusan Ilmu Perikanan, Fakultas Ilmu Tanaman Dan Hewani, Universitas Bina Insan, Jl. HM Soeharto, Lubuk Linggau Selatan, Kota Lubuklinggau 31626

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Keberlanjutan Pengelolaan Wisata Bahari di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu Neksidin; Achmad Fahrudin; Majariana Krisanti
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 26 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.26.2.284

Abstract

Pari Island has considerable natural resource potential, so that it has the potential to have socio-economic impacts on the local community if managed properly. The current management of Pari Island is indeed focused on the management of marine tourism, and this activity has been going on for a long time and has had a very significant impact on the economic sector in Pari Island. On the other hand, marine tourism activities in Pari Island are feared to have an impact on the ecological sector, so that to achieve sustainable management, good supervision and control is needed so that its potential is maintained. The purpose of this research is to see the status of socio-economic and ecological sustainability as a result of the development of marine tourism in Pari Island. The data were collected through in-depth interviews with the people of Pari Island, apart from that the data were also obtained from primary and secondary data related to socio-ecology. To assess the level of sustainability in each dimension, a Multidimensional Scaling (MDS) analysis was carried out, in order to obtain two dimensions that had a value below 75%, namely the institutional dimension which had a value of 27.3% (bad), and the infrastructure dimension which had a value. 73.3% (Enough). Meanwhile, the other 3 dimensions, such as the ecological, economic, and social dimensions, show that the value is in the continuous category, namely> 75% so that it is very supportive of the sustainability of marine tourism business management. Keywords: impact of marine tourism development, marine tourism, Pari Island, sustainable management
Survival Growth Rate and Feed Efisiensi of Catfish (Clarias batracus) with Addition of Spirulina to the Concrete Pond Media Sri Murtini; Rudiansyah Rudiansyah; Neksidin Neksidin; Anna Heirina; Dwi Retno Wulandari; Yeni Novita
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 20 No 2 (2022): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v20i2.3180

Abstract

The addition of spirulina platensis to fish feed can increase fish growth and fish immunity. This research was conducted using a completely randomized design method with three treatments and three replications. Treatment A (control), Treatment B (addition 6g of Spirulina platensis/1kg of feed), Treatment C (addition 12g of Spirulina platensis/1kg of feed). The results showed that treatment C had better results than other treatments, where the daily growth rate was 3.29%, the feed efficiency was 58.96%, and the survival rate was 100%. This study showed that the addition of 12g of Spirulina platensis was able to increase survival growth rate and feed efficiency of catfish for 30 days of rearing, this addition was still possible to increase the dose of spirulina to the most appropriate dose, considering that the addition of the difference with treatment B gave significant results.
STRATEGI PENCEGAHAN KEGAGALAN PANEN PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) STUDI KASUS KECAMATAN TUGUMULYO KABUPATEN MUSI RAWAS Anna Heirina; Rudiansyah Rudiansyah; Sri Murtini; Neksidin Neksidin; Dwi Retno Wulandari; Riya Agustin; Yeni Novita
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i4.366

Abstract

Ikan nila merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan telah banyak dibudidayakan di berbagai daerah salah satunya di Kabupaten Musi Rawas. Perkembangan budidaya perikanan khususnya ikan nila di Kabupaten Musi Rawas terus mengalami peningkatan. Kegagalan panen merupakan permasalahan yang mengancam keberlangsungan produksi perikanan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan panen pada budidaya ikan nila di Kabupaten Musi Rawas dan untuk membangun model dinamis strategi pencegahan kegagalan panen pada budidaya ikan nila di Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan pertimbangan teknik snowball. Metode ini diterapkan dalam pengambilan data kuesioner terhadap responden dimana kriteria responden yang dipilih yakni masyarakat yang memiliki budidaya ikan nila di Kecamatan Tugumulyo. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 75% petani ikan nila di Kecamatan Tugumulyo pernah mengalami kegagalan panen. Adapun penyebabnya seperti adanya bencana banjir, kenaikan harga pakan dan serangan penyakit. Adanya bimbingan dari pemerintah maupun penyuluh perikanan setempat mengenaipengendalian penyakit dan penggunaan pakan alami sebagai alternatif atau pakan tambahan sehingga mampu meminimalisisr resiko kegagalan panen akibat kenaikan harga pakan.
LITERATURE REVIEW: RUAYA IKAN OSEANODROMUS Anna Heirina; Sri Murtini; Rudiansyah Rudiansyah; Neksidin Neksidin; Sunardi Sunardi; Eva Muhajirah; Adiara Firdhita Alam Nasyrah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan oseanodromus merupakan ikan yang hidup dilaut dan beruaya di laut. Ruaya ikan oseanodromus sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal seperti fisika kimia perairan. Adapun faktor lingkungan perairan yang sangat berpengaruh terhadap ruaya ikan oseanodromus yakni suhu, arus serta adanya klorofil-a. Faktor internal yakni adanya faktor genetik dan keseimbangan metabolik serta naluri ikan yang mendorong untuk melakukan ruaya untuk mencari makan, pemijahan dan menemukan tempat tinggal baru. Sebagian besar ikan oseanodromus melakukan ruaya jauh hingga melintasi laut lepas dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) bahkan melintasi batas administrasi suatu negara. Pola ruaya ikan dapat bervariasi antar populasi dan antar individu dalam suatu populasi. Ruaya ikan sulit diamati serta individu sangat sulit dilacak karena sebagian sering beruaya jauh di bawah permukaan air. Pada ikan oseanodromus yang melakukan ruaya dengan menempuh jarak yang jauh untuk melakukan pemijahan. Berdasarkan tujuannya ruaya terbagi beberapa tipe yakni pertama ruaya mencari makan. Ruaya ke daerah pencarian makanan umumnya dilakukan oleh ikan kecil atau oleh ikan dewasa yang dilakukan secara vertikal atau horizontal. Kedua, ruaya pemijahan yang cenderung dilakukan dari ruaya pemijahan yakni reproductive homing yaitu kembalinya ikan ke daerah asal kelahiran sebelum melakukan reproduksi. Ketiga ruaya pengungsian merupakan ruaya yang dilakukan untuk menghindar dari tempat yang kondisinya tidak baik atau tercemar.
Identifikasi Kelimpahan Kijing di Aliran Air Irigasi Watervang di Desa Satan Indah Jaya Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas Yeni Novia; Rudiansyah Rudiansyah; Sri Murtini; Anna Heirina; Neksidin Neksidin
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satan Indah Jaya memiliki aliran air irigasi watervang. Aliran ini banyak dihuni kijing, kepadatan, kelimpahan, dan pola sebaran dari kijing tersebut disekitar inklet dan outklet di aliran air irigasi watervang yang berada didesa Satan Indah Jaya belum diketahui.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan kijing yang berada di aliran air irigasi watervang di desa Satan Indah Jaya. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus.Data hasil Penelitian kemudian dianalisis menggunakan rumus kepadatan populasi dan indeks morishita, untuk mengetahui distribusi spasial kijing berdasarkan ukuran Panjang, dan bobot total. Ditemukan bobot kijing Rata-rata yang paling tinggi terdapat di Stasiun A seberat54.5 g dan standar deviasi ± 3,3. Untuk Panjang Kijing yang memiliki ukuran paling tinggi terdapat di stasiun C, yang memiliki panjang Rata-rata 8.7 cm dan standar deviasi ± 3,3. Kepadatan kijing sendiri banyak ditemukan di Stasiun C memiliki rata-rata kepadatan individu 22 dan standar deviasi ±1,1. dan indeks Morishita termasuk pada pola penyebaran cenderung seragam dan teratur. Dari hasil penelitian bahwa kelimpahan kijing yang direkomendasikan sebagai pakan tambahan ikan. belum bisa dijadikan sebagai pakan tambahan dikarenakan kondisi kelimpahan kijing untuk saat ini masih sedikit setelah adanya pengeringan yang dilakukan beberapa bulan belakangan. Sehingga mengakibatkan tempat makhluk hidup kijing kurang stabil.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BERDASARKAN STANDAR BAKU MUTU AIR UNTUK BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis Niloticus) DI DANAU AUR KABUPATEN MUSI RAWAS neksidin neksidin; Indah Febriana
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Danau Aur yang berada di Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas dan membandingkan dengan Standar Baku Mutu Air yang ditetapkan oleh Pemerintah, yaitu PP No. 82 Tahun 2001 terutama standard kualitas air untuk Kelas II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air (parameter fisika dan kimia) seperti Salinitas dan TDS masih dibawah standar baku mutu yang ditetapkan oleh Pemerintah, yaitu untuk Kelas II, sedangkan suhu, DO dan pH masih memenuhi satandar baku mutu untuk Kelas II. Hasil pengukuran parameter air Danau Aur di empat stasiun yang meliputi suhu berada antara 31˚C-34˚C semuanya berada diatas standar baku mutu air kelas II, yaitu antara 27˚C-30˚C, oksigen terlarut (DO) antara 4,9-5,2 mg/L sesuai dengan standar baku mutu air, yaitu 4-8 mg/L, derajat asam (pH) air berada antara 6,5-7,5 dimana hanya stasiun 1 dan 3 yang memenuhi standar baku mutu air, yaitu 7,0- 8,0, salinitas semua stasiun menunjukkan 0 mg/L dimana masih dibawah standar baku mutu air, yaitu 5 mg/L dan, total padatan terlarut (TDS) berada pada 13-23 mg/L dimana standar baku mutu air, yaitu 1000 mg/L