Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

STRATEGI PENCEGAHAN KEGAGALAN PANEN PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) STUDI KASUS KECAMATAN TUGUMULYO KABUPATEN MUSI RAWAS Anna Heirina; Rudiansyah Rudiansyah; Sri Murtini; Neksidin Neksidin; Dwi Retno Wulandari; Riya Agustin; Yeni Novita
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i4.366

Abstract

Ikan nila merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan telah banyak dibudidayakan di berbagai daerah salah satunya di Kabupaten Musi Rawas. Perkembangan budidaya perikanan khususnya ikan nila di Kabupaten Musi Rawas terus mengalami peningkatan. Kegagalan panen merupakan permasalahan yang mengancam keberlangsungan produksi perikanan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan panen pada budidaya ikan nila di Kabupaten Musi Rawas dan untuk membangun model dinamis strategi pencegahan kegagalan panen pada budidaya ikan nila di Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan pertimbangan teknik snowball. Metode ini diterapkan dalam pengambilan data kuesioner terhadap responden dimana kriteria responden yang dipilih yakni masyarakat yang memiliki budidaya ikan nila di Kecamatan Tugumulyo. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 75% petani ikan nila di Kecamatan Tugumulyo pernah mengalami kegagalan panen. Adapun penyebabnya seperti adanya bencana banjir, kenaikan harga pakan dan serangan penyakit. Adanya bimbingan dari pemerintah maupun penyuluh perikanan setempat mengenaipengendalian penyakit dan penggunaan pakan alami sebagai alternatif atau pakan tambahan sehingga mampu meminimalisisr resiko kegagalan panen akibat kenaikan harga pakan.
INKLUSIFITAS SEKTOR PERIKANAN DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Anna Heirina; Ayub Ayub
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i2.523

Abstract

Sektor perikanan di Provinsi Sumatera Selatan merupakan sektor unggulan. Sektor tersebut selain memberikan sumber bahan pangan yaitu protein hewani, juga memberikan lapangan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran sektor perikanan dalam struktur perekonomian di Provinsi Sumatera Selatan. Selanjutnya untuk melihat inklusifitas antara Nilai Tukar Petani (NTP) khusus sektor perikanan dilihat hubungannya dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) khususnya sektor perikanan, serta nilai inflasi. Metode yang digunakan untuk melihat peran sektor perikanan dalam perekonomian menggunakan analisis deskiptif. Sedangkan, untuk melihat hubungan antara NTP, inflasi, dan PDRB dengan metode statistik yaitu korelasi bivariate pearson. Berdasarkan hasil penelitian, dihasilkan bahwa PDRB sektor perikanan menyumbang 2,90% pada PDRB total Provinsi Sumatera Selatan. Terdapat korelasi yang signifikan pada inflasi dan PDRB sektor perikanan.
LITERATURE REVIEW: EKOBIOLOGI IKAN SEMBILANG (Plotosus sp.) Anna Heirina
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan sembilang (Plotosus sp.) merupakan Family Plotosidae yang banyakterdapat di perairan estuari dan merupakan salah satu sumber daya ikan di perairanestuaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekobiologi ikan sembilang.Penelitian ini menggunakan metode literature review menggunakan database dariartikel-artikel dalam bentuk jurnal. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahuiOrganisme yang ditemukan dalam saluran pencernaan terdiri atas lima jenis yaitupotongan kepiting, udang, ikan, cacing dan keong, sehingga ikan sembilang dapatdigolongkan sebagai ikan karnivora. Ikan sembilang memiliki warna yang sangatbervariasi seperti abu-abu pucat, coklat kekuningan sampai coklat tua, hampirkehitaman dan terkadang ditemukan dengan bintik-bintik gelap. Umumnya, perut ikansembilang berwarna keputihan dan ventral bagian kepala, sirip berwarna coklat sampaikehitaman atau lebih gelap dari warna tubuhnya. Pada umumnya ikan sembilang betinabertingkah seperti mengerami telur-telurnya dan menutupi telur-telur tersebut denganperutnya hingga menetas.
LITERATURE REVIEW: RUAYA IKAN OSEANODROMUS Anna Heirina; Sri Murtini; Rudiansyah Rudiansyah; Neksidin Neksidin; Sunardi Sunardi; Eva Muhajirah; Adiara Firdhita Alam Nasyrah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan oseanodromus merupakan ikan yang hidup dilaut dan beruaya di laut. Ruaya ikan oseanodromus sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal seperti fisika kimia perairan. Adapun faktor lingkungan perairan yang sangat berpengaruh terhadap ruaya ikan oseanodromus yakni suhu, arus serta adanya klorofil-a. Faktor internal yakni adanya faktor genetik dan keseimbangan metabolik serta naluri ikan yang mendorong untuk melakukan ruaya untuk mencari makan, pemijahan dan menemukan tempat tinggal baru. Sebagian besar ikan oseanodromus melakukan ruaya jauh hingga melintasi laut lepas dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) bahkan melintasi batas administrasi suatu negara. Pola ruaya ikan dapat bervariasi antar populasi dan antar individu dalam suatu populasi. Ruaya ikan sulit diamati serta individu sangat sulit dilacak karena sebagian sering beruaya jauh di bawah permukaan air. Pada ikan oseanodromus yang melakukan ruaya dengan menempuh jarak yang jauh untuk melakukan pemijahan. Berdasarkan tujuannya ruaya terbagi beberapa tipe yakni pertama ruaya mencari makan. Ruaya ke daerah pencarian makanan umumnya dilakukan oleh ikan kecil atau oleh ikan dewasa yang dilakukan secara vertikal atau horizontal. Kedua, ruaya pemijahan yang cenderung dilakukan dari ruaya pemijahan yakni reproductive homing yaitu kembalinya ikan ke daerah asal kelahiran sebelum melakukan reproduksi. Ketiga ruaya pengungsian merupakan ruaya yang dilakukan untuk menghindar dari tempat yang kondisinya tidak baik atau tercemar.
Hubungan Panjang Bobot dan Faktor Kondisi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) yang didaratkan di TPI Majene, Sulawesi Barat Adiara Firdhita Alam Nasyrah; Zulfiani Zulfiani; Dewi Yuniati; Eva Muhajirah; Anna Heirina; Anisa Aulia Sabilah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan cakalang merupakan ikan pelagis besar dari famili Scombridae, satu-satunya spesies dari genus Katsuwonus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan cakalang. Pengambilan sampel ikan dilakukan pada bulan November 2022 hingga Januari 2023 di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Majene dengan frekuensi pengambilan sampel satu kali sebulan. Pengukuran panjang total ikan menggunakan penggaris berketelitian 1 mm dan penimbangan bobot ikan menggunakan timbangan digital berketelitian 0.01 g. Total ikan yang diperoleh selama penelitian yaitu 54 ekor terdiri atas 44 ekor ikan jantan dan 10 ekor ikan betina. Kisaran panjang total ikan yang ditemukan yaitu sebesar 21.6 – 44,3 cm, sedangkan kisaran bobot ikan yaitu sebesar 120.8 – 1.070 g. Berdasarkan hasil analisis hubungan panjang bobot diperoleh persamaan W = 0.00004 L3.20 pada ikan jantan, W = 0.00001 L3.41 pada ikan betina. Hasil nilai b yang diperoleh menunjukkan pola pertumbuhan ikan cakalang didaratkan di TPI Majene bersifat alometrik positif. Kisaran faktor kondisi ikan cakalang selama penelitian berkisar 1.0963 – 1.5120 dengan rata-rata sebesar 1.2575. Hal ini mengindikasikan bahwa ikan cakalang dalam kondisi baik.
Identifikasi Kelimpahan Kijing di Aliran Air Irigasi Watervang di Desa Satan Indah Jaya Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas Yeni Novia; Rudiansyah Rudiansyah; Sri Murtini; Anna Heirina; Neksidin Neksidin
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satan Indah Jaya memiliki aliran air irigasi watervang. Aliran ini banyak dihuni kijing, kepadatan, kelimpahan, dan pola sebaran dari kijing tersebut disekitar inklet dan outklet di aliran air irigasi watervang yang berada didesa Satan Indah Jaya belum diketahui.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan kijing yang berada di aliran air irigasi watervang di desa Satan Indah Jaya. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus.Data hasil Penelitian kemudian dianalisis menggunakan rumus kepadatan populasi dan indeks morishita, untuk mengetahui distribusi spasial kijing berdasarkan ukuran Panjang, dan bobot total. Ditemukan bobot kijing Rata-rata yang paling tinggi terdapat di Stasiun A seberat54.5 g dan standar deviasi ± 3,3. Untuk Panjang Kijing yang memiliki ukuran paling tinggi terdapat di stasiun C, yang memiliki panjang Rata-rata 8.7 cm dan standar deviasi ± 3,3. Kepadatan kijing sendiri banyak ditemukan di Stasiun C memiliki rata-rata kepadatan individu 22 dan standar deviasi ±1,1. dan indeks Morishita termasuk pada pola penyebaran cenderung seragam dan teratur. Dari hasil penelitian bahwa kelimpahan kijing yang direkomendasikan sebagai pakan tambahan ikan. belum bisa dijadikan sebagai pakan tambahan dikarenakan kondisi kelimpahan kijing untuk saat ini masih sedikit setelah adanya pengeringan yang dilakukan beberapa bulan belakangan. Sehingga mengakibatkan tempat makhluk hidup kijing kurang stabil.
LITERATURE REVIEW: UMUR DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN LAUT I Nyoman Yoga Parawansa; Anna Heirina; Muhammad Fadil Farid; Adiara Firdhita Alam Nasyrah; Eva Muhajirah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan memiliki beberapa tahap perkembangan mulai dari telur hingga menetas. Tahap awal kehidupan ikan merupakan fase kritis dalam pertumbuhan ikan kaitannya dengan populasi yang akan rekruitmen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan parameter lingkungan yang mempengaruhi umur dan pertumbuhan larva ikan laut. Metode penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengumpulkan beberapa tulisan ilmiah terkait umur dan pertumbuhan larva ikan laut serta hubungannya terhadap parameter perairan. Berdasarkan hasil review dapat diketahui bahwa dalam upaya mengetahui umur dan pertumbuhan ikan dapat didekati melalui beberapa cara salah satunya penggunaan otolith “batu telinga” struktur di telinga bagian tengah yang terbentuk dari lapisan kalsium karbonat yang dapat menunjukkan lingakaran tahunan pertumbuhan. Beberapa faktor lingkungan yang berpengaruh yaitu suhu, ketersediaan makanan, oksigen terlarut dan salinitas. Seluruh faktor tersebut saling terkait dan mempengaruhi dari umur dan pertumbuhan pada ikan.
Pengaruh Salinitas terhadap Kinerja Pertumbuhan Dan Molting Larva Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) pada Pemeliharaan Skala Laboratorium Adiara Firdhita Alam Nasyrah; Nurul Anisa Patayangi; Muh Ansar; Anna Heirina; Fathul Ash Shiddiegy Dwi Risman
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jpdp.v6i1.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan salinitas terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup dan molting larva udang vaname. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari di Balai Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Poniang UPTD Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Majene. Hewan uji yang digunakan yaitu larva udang vaname PL 13 sebanyak 300 ekor. Padat tebar 25 ekor perwadah dengan volume air 10 L. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing 3 kali ulangan, yaitu perlakuan A (salinitas 25 ppt), perlakuan B (salinitas 30 ppt), perlakuan C (salinitas 35 ppt) dan perlakuan D (salinitas 40 ppt). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan bobot mutlak, Specifik Growth Rate (SGR), persentase molting dan kelangsungan hidup. Analisis data menggunakan ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan salinitas tidak berpengaruh nyata (p > 0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, Specifik Growth Rate (SGR), persentase molting dan kelangsungan hidup. Salinitas 25 ppt memberikan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan bobot mutlak yaitu 1,83 gram, Specifik Growth Rate (SGR) yaitu 6,11 gram, persentase molting yaitu 36,00%. Berbeda dengan kelangsungan hidup salinitas yang memberikan hasil tertinggi yaitu 35 ppt dengan nilai 61,33%.