Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerapan On-Grid Photovoltaic Pada Pencacah Rumput Guna Meningkatkan Produktivitas Kelompok Peternak Sapi Perah Anggota Karangploso Heri Suryoatmojo; Dedet Candra Riawan; Soedibyo; Feby Agung Pamuji; Sjamsjul Anam
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1906.623 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.173

Abstract

Industri peternakan semakin meningkat baik usaha peternakan skala kecil maupun skala besar. Keadaan ini merupakan imbas dari permintaan protein hewani yang terus meningkat setiap tahunya. Pada kenyataannya produksi susu dalam negeri hanya mampu terpenuhi 21% dari konsumsi nasional, sedangkan sisanya sebesar 79% harus di impor dari luar negeri. Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi sapi petani harus melakukan terobosan dengan melakukan penanaman rumput atau media pakan yang lain. Rumput tersebut tidak serta merta diberikan langsung ke ternak karena masih keras dan menyulitkan sapi untuk mengunyah. Sehingga, sebelum diberikan ke sapi ternak, rumput-rumput tesebut dicacah sampai menjadi potongan kecil-kecil sehingga sapi lebih mudah dalam mengambil dan mengunyahnya. Sebagian peternak masih mengandalkan mesin pencacah bertenaga mesin bensin atau diesel. Namun pencacahan rumput dengan metode tersebut mengabiskan banyak biaya untuk keperluan bahan bakar, serta kebisingan suara mesin akan mengganggu ternak dan lingkungan sekitar. Untuk mengurangi kebisingan beberapa alternatif telah dilakukan dengan memodifikasi mesin pencacah rumput digantikan dengan motor listrik. Kelamahan sistem dengan motor listrik adalah kemampuan circuit breaker di masyarakat di pedesaan masih sekitar 2 Amper - 4 Amper sehingga tidak kuat untuk menjalankan motor listrik. Selain masalah teknis, biaya operasional akan membengkak karena tagihan listrik yang harus ditanggung masyarakat. Di sisi lain, potensi energi terbarukan berupa energi matahari sangat besar di kawasan peternakan. Oleh karena itu, pada program pengabdian masyarakat ini dirancang inovasi mesin Grass Chopper bertenaga matahari. Pada sistem ini, Grass Chopper disuplai secara elektris dengan memanfaatkan motor listrik. Untuk suplai elektris, sumber energi matahari dikonversi menjadi energi listrik yang kemudian digunakan untuk menggerakkan motor listrik. Putaran motor listrik ini di hubungkan dengan sistem pencacah dari bilah-bilah pisau baja pada mesin potong rumput. Sehingga, tercipta mesin pencacah rumput yang ramah lingkungan dan hemat energi karena konsumsi energi listrik berasal dari matahari. Pada saat mesin tidak digunakan energi listrik yang dihasilkan dari panel surya digunakan untuk menyuplai kebutuhan listrik dirumah maupun dilingkukan peternakan. Dengan inovasi ini masyarkat akan memahami pemanfaatan energi matahari sebagai sumber listrik yang mampu digunakan untuk meningkatkan produktifitas peternak dan mengurangi polusi udara yang ada di kawasan peternakan Karangploso Kabupaten Malang.
Desain Perangkat Ride-through pada Bus Dc Variable Speed Drive untuk Menanggulangi Terjadinya Trip pada Saat Timbulnya Gangguan Dip Tegangan yang Berat Yeremia Martin; Dedet Candra Riawan; Soedibyo Soedibyo
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.110609

Abstract

Ganguan tegangan kedip merupakan suatu masalah yang sering di muncul di perindustrian dan sudah banyak menimbulkan suatu maalah dan kerugian yang besar bagi pemilk perusahaan. Hal yang kerat dihubungkan dengan masalah tegangan kedip adalah perangkat elektronika daya dan yang sering digunakan di perindustrian adalah Variable Speed Drive (VSD). VSD sering sekali terganggu kinerjanya terhadap gangguan berupa tegangan kedip yang dimana dapat merusak komponen – komponen pada drive tersebut, akan tetapi sekarang ini para manufaktur VSD telah membuat solusi untuk masalah tegangan kedip untuk tegangan kedip yang ringan yang dimana masih rentan mengalami trip terhadap tegangan kedip yang berat. Maka dari itu, dibuatlah sebuah desain berupa perangkat ride-through untuk menanggulangi terjadinya trip terhadap tegangan kedip yang berat yaitu dengan menggunakan sumber daya cadangan eksternal tambahan berupa superkapasitor dan boost konverter sistem close-loop yang di koneksikan pada saluran bus DC VSD dengan menggunakan aplikasi PSIM. Hal ini bertujuan untuk membuat sebuah desain VSD yang dapat mengkompensasi hilangnya daya saat terjadinya gangguan tegangan kedip yang berat dan menghindari terjadinya trip pada VSD untuk tegangan kedip yang berkategorikan berat. Dengan di lakukannya simulasi pada aplikasi PSIM didapatkan bahwa VSD dengan perangkat ride-through dapat mengkompensasi tegangan kedip lebih baik dibandingkan VSD tanpa perangkat ride-through dan dapat mempertahankan sistem VSD untuk tidak mengalami trip.
Kontrol Tegangan pada Sistem Hybrid Panel Surya-Turbin Angin Menggunakan Manajemen Penyimpanan Baterai Soedibyo Soedibyo; Rezi Delfianti; Feby Agung Pamuji; Mochamad Ashari
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 16, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3620.973 KB) | DOI: 10.17529/jre.v16i3.16010

Abstract

The purpose of this paper is to determine the control strategy of the renewable energy systems of hybrid solar panel power and wind turbines in maximizing voltage balance. The voltage control strategy needs to be designed, mainly when different load changes occur. If it is not done, it will affect the balance of power supplied to the load and usually damage the equipment used. Solar and wind energy sources significantly influence the stability of the applied voltage’s quality due to the fluctuating nature of renewable energy. This paper proposes control strategies for the use of PIs and the signal conditioning devices that are modified using the battery charging and discharging modeling while taking into account battery lifetime using PSIM software so that optimal voltage results from hybrid solar panel and wind turbine systems are obtained. The battery will be used as energy storage when the hybrid output power is over, which will then be used again when the hybrid output power is less than the load requirement. The signal conditioning device in this study uses five power converters, one AC to DC converter, two DC-DC boost converters, one bidirectional converter, 1 DC-AC bidirectional converter. Maximum output power uses MPPT, which is applied to the boost converter, whereas to regulate the voltage through charging and discharging the battery through the bidirectional buck-boost converter. This strategy provides the appropriate voltage on the AC side.
Kontrol Tegangan pada Sistem Hybrid Panel Surya-Turbin Angin Menggunakan Manajemen Penyimpanan Baterai Soedibyo Soedibyo; Rezi Delfianti; Feby Agung Pamuji; Mochamad Ashari
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 16, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jre.v16i3.16010

Abstract

The purpose of this paper is to determine the control strategy of the renewable energy systems of hybrid solar panel power and wind turbines in maximizing voltage balance. The voltage control strategy needs to be designed, mainly when different load changes occur. If it is not done, it will affect the balance of power supplied to the load and usually damage the equipment used. Solar and wind energy sources significantly influence the stability of the applied voltage’s quality due to the fluctuating nature of renewable energy. This paper proposes control strategies for the use of PIs and the signal conditioning devices that are modified using the battery charging and discharging modeling while taking into account battery lifetime using PSIM software so that optimal voltage results from hybrid solar panel and wind turbine systems are obtained. The battery will be used as energy storage when the hybrid output power is over, which will then be used again when the hybrid output power is less than the load requirement. The signal conditioning device in this study uses five power converters, one AC to DC converter, two DC-DC boost converters, one bidirectional converter, 1 DC-AC bidirectional converter. Maximum output power uses MPPT, which is applied to the boost converter, whereas to regulate the voltage through charging and discharging the battery through the bidirectional buck-boost converter. This strategy provides the appropriate voltage on the AC side.