Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KEMAMPUAN MEMBUKTIKAN MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA Diena Frentika; Sugiman Sugiman; Heru Tri Novi Rizki
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.151 KB) | DOI: 10.30821/axiom.v9i1.7236

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh akreditasi prodi terhadap kemampuan mahasiswa pendidikan matematika dalam membaca, mengklasifikasikan, dan mengkonstruksi bukti matematis. Penelitian ini merupaan penelitian ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan matematika di Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017 yang menempuh masa studi 3 tahun pertama. Sampel penelitian ini yaitu 386 mahasiswa dengan kategori akreditasi prodi A dan B. Instrumen penelitian ini terdiri dari tes kemampuan membaca, mengklasifikasi, dan mengkonstruksi bukti matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor akreditasi memberikan perbedaan yang signifikan pada mahasiswa prodi terakreditasi A dan B dalam membaca, mengklasifikasi, dan mengkonstruksi bukti matematis. Kemampuan membaca, mengklasifikasi, dan mengkonstruksi bukti matematis mahasiswa berbanding lurus dengan akreditasi prodi. Dengan demikian semakin baik akreditasi prodi pendidikan matematika maka semakin baik pula kemampuan mahasiswanya dalam membaca, mengklasifikasi, dan mengkonstruksi bukti matematis. Kata Kunci:Akreditasi, Bukti Matematika, Membaca, Mengklasifikasi, Mengkonstruksi Abstract:This study aims to explain the effect of study programs accreditation on mathematics education students ability in reading, classifying, and constructing mathematical proof. This study was ex post facto with quantitative approach. The study populations was students mathematics education students at Yogyakarta in the academic year 2016/2017 who studying in the first 3 years. The research samples included 386 students with study programs accreditation categories A and B. This research instruments consist of reading skills tesr, classifying skills test, and constructing skills test of mathematical proof. The results showed that accreditation of study programs have a significant influence in study programs students of A and B accreditations. The skills of reading, classifying, and constructing mathematical proof was directly proportional to the accreditation of study programs. Therefore, the better accreditation of mathematics education study programs can make the better students skills in reading, classifying, and constructing mathematical proof.  Keywords:Accreditation, Mathematics Proof, Reading, Classifying, Constructing
Systematic Literature Review : Koneksi Matematika dan Kemandirian Belajar Khomsatun DN; Mohammad Asikin; Sugiman Sugiman
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v4i2.2530

Abstract

Tujuan pembelajaran matematika adalah menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan nyata dengan menggunakan kemampuan matematika. Kemampuan koneksi matematika diperlukan karena matematika tidak terbagi dalam topik terpisah, melainkan satu kesatuan. Kemandirian belajar merupakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar matematika. Tujuan penelitian adalah menyusun indikator koneksi matematika dan kemandirian belajar, hubungan koneksi matematika dengan kemandirian belajar serta bentuk pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan koneksi matematika dan kemandirian belajar. Metode penelitian menggunakan systematic literature review (slr) yaitu mengidentifikasi, mengkaji dan menafsirkan penelitian yang ada. Penelitian menggunakan 30 artikel terdiri dari 17 artikel koneksi matematika, 6 artikel kemandirian belajar dan 7 artikel koneksi matematika dan kemandirian belajar. Artikel diperoleh dari google scholar, scimago journal rank dan publish or perish dengan kata kunci koneksi matematika dan kemandirian belajar pada rentang tahun 2013 sampai dengan tahun 2022. Hasil penelitian memperoleh: (1) indikator koneksi matematika; (2) indikator kemandirian belajar; (3) pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan koneksi matematika; (4) karakteristik pembelajaran untuk meningkatkan koneksi matematika dan kemandirian belajar.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PROFESIONALISME GURU DALAM PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN MELALUI LESSON STUDY PADA SD NEGERI 04 MURYOLOBO JEPARA Sugiman Sugiman; Saiful Marom
Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/kognisi.v1i1.9

Abstract

Salah satu wujud dalam menjaga tingkat keprofesinalan para pendidik dalam proses pembelajaran adalah menyediakan perangkat pembelajaran yang lengkap serta dapat melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan perangkat yang telag dibuat. Dalam melakasanakan proses pembelajaran di SD Negeri 04 Muryolobo Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara masih banyak para pendidik yang belum memiliki kelengkapan perangkat pembelajaran. Diantara 8 pengajar di lingkungan SD Negeri 04 Muryolobo baru ada pendidik sebanyak 3 orang yang memiliki kelengkapan perangkat pembelajaran atau sekitar 37,5 % pendidik yang memiliki kelengkapan perangkat pembelajaran. Dari hasil data yang telah dipaparkan sebelumnya untuk dapat meningkatkan profesionalisme dari pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran dilakukan kegiatan lesson study dengan subyeknya adalah para pendidik di lingkungan SD Negeri 04 Muryolobo Jepara dengan melalui 3 siklus yang ternyata mempunyai dampak banyaknya pendidik yang memiliki perangkat pembelajaran secara lengkap cukup memuaskan. Melalui kegiatan lesson study ini terjadi peningkatan dalam kepemilikan perangkat pembelajaran yakni pada siklus I ada sebanyak 3 pendidik diantara 9 pendidik yang mempunyai perangkat pembelajaran dan selanjutnya pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 5 orang pendidik yang mempunai kelengkapan perangkat pembelajaran dan pada akhirnya siklus III ada sebanyak 7 pendidik diantara 9 pendidik yang mempunyai perangkat pembelajara sehingga pada kegiatan lesson study ini terjadi peningkatan dalam kepemilikan kelengkapan dokumen pembelajaran.