Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EFEK PEMAKAIAN PASIR LAUT SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN ASPAL PANAS (AC-BC) DENGAN PENGUJIAN MARSHALL Ahmad Refi
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 2 No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.448 KB) | DOI: 10.21063/jts.2015.V201.05-12

Abstract

Pasir laut sebagai salah satu jenis material agregat halus memiliki ketersediaan dalam kuantitas yang besar, namun secara kualitas masih perlu diteliti lebih lanjut terhadap struktur perkerasan jalan khususnya pada campuran panas aspal agregat lapisan AC-BC. Oleh karena itu perlu diteliti pemakaian pasir laut tersebut dan membandingkannya dengan pasir sungai dengan komposisi yang sama terhadap hasil karakteristik Marshall yang dihasilkan. Pasir laut yang digunakan bersumber dari pantai Air Tawar. Dari hasil penelitian diperoleh, agregat halus pasir sungai dengan menggunakan aspal penetrasi 60/70 kadar aspal optimum yang dihasilkan : 7,5 %, dengan Parameter Marshall yang meliputi : nilai Density (gr/cc) : 2,251, VMA(%) : 20,621 > 15, VFWA (%) : 73,418 > 65, VITM (%) : 5,482 > 3, Flow (mm) : 5,600 > 2, Stabilitas (Kg): 1214,642 > 800 dan Marshall Quotien (Kg/mm) : 218,621 > 200. Agregat halus pasir laut dengan menggunakan aspal penetrasi 60/70 kadar aspal optimum yang dihasilkan : 6,25 %, dengan parameter Marshall yang meliputi : nilai Density (gr/cc) : 2,293, VMA(%) : 17,828 > 15, VFWA (%) : 67,773 > 65, VITM (%) : 5,766 > 3, Flow (mm) : 5,517 > 2, Stabilitas (Kg): 1484,128 > 800 dan Marshall Quotien (Kg/mm) : 270,388 > 200. Setelah membandingkan nilai karakeristik Marshall antara kedua jenis agregat tersebut menunjukan hasil yang tidak jauh berbeda dan ternyata berada dalam range spesifikasi yang disyaratkan. Hal ini menunjukkan bahwa pasir laut yang bersumber dari pantai Air Tawar dapat dipakai sebagai bahan alternatif pengganti pasir sungai pada campuran panas aspal agregat (AC-BC).
KAJI ULANG DIMENSI DAN MATERIAL KONTRUKSI PEMECAH GELOMBANG METODE GROIN PADA KONTRUKSI AMPIANG PARAK PESISIR SELATAN Ahmad Refi; Haifa Jamilah
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.595 KB) | DOI: 10.21063/jts.2017.V401.01-10

Abstract

Groin adalah konstrusi bangunan pantai yang menjorok tegak lurus ke arah laut.Bangunan ini digunakan untuk menahan gerakan sedimen sepanjang pantai dan meredam energi gelombang, Fungsi groin sangat dipengaruhi oleh jenis materialnya Material yang biasa digunakan adalah batu alam. Sumber material batu alam di quari akan habis, sehingga dibuat alternatif material dari batu buatan. Penelitian ini bertujuan untuk membanding dimensi batu alam dengan batu buatan.. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai September 2016 di pantai Ampiang Parak Pesisir Selatan. Kajian dilakukan dengan menganalisa ulang dimensi groin yang menggunakan batu alam dan dibandingkan dengan material batu buatan (tetrapod, dolos, quadripod). Dari hasil perhitunagn dengan menggunakan kelandaian konstruksi groin 1:2 didapat elevasi mercu groin untuk batu alam 4,2 m, tertrapod 3,8 m, dolos 4,205 m, quadripod 3,606 m. Dapat disimpulkan bahwa ketiga material beton buatan memiliki dimensi yang lebih kecil dibandingkan dengan batu alam, sehingga batu buatan dapat digunakan material groin.
APLIKASI PEMODELAN DENGAN MENGUNAKAN SOFTWARE BOSS SMS UNTUK KEMAMPUAN KECEPATAN YANG TEREDUKSI AKIBAT RUMPUN BAKAU Ahmad Refi
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 1 No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.228 KB) | DOI: 10.21063/jts.2014.V101.067-72

Abstract

Boss of Sms represent alternative software of so can water down consumer for to assorted model my me of hydrogen in the form of 2D. Constructively sms software 5.0 ability of mangrove reduce speed of stream like result of simulation earn easily in applying field Data able to be read at result of simulation in the form of graph can be explained as follows is. Thickness mangrove forest 250m there are discount speed of stream range from 21% to 71% for the length of mangrove forest 50m and 41% to 79% for the length of mangrove forest 100m.Thickness mangrove forest 500m there are discount speed of stream range from 21% to 78% for the length of forest 50m and 50% to 90% for the length of forest 100m.Ketebalan mangrove forest 750m there are discount speed of stream range from 28% to 87% for the length of forest 50m and 54% to 91% for the length of forest 100m. Thickness mangrove forest 1000m there are discount speed of stream range from 32% to 91% for the length of forest 50m and 56% to 93% for the length of forest 100m.
ANALISIS PERUBAHAN TINGGI MUKA LAUT RATA – RATA ATAU MEAN SEA LEVEL (MSL) DI MUARA BATANG KURANJI KEC. NANGGALO, KOTA PADANG Ahmad Refi; Agung Rahma Yati
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.439 KB) | DOI: 10.21063/jts.2016.V301.012-21

Abstract

Penelitian mengenai kondisi pasang surut dan arus di muara sungai Batang Kuranji yang telah dilakukan pada bulan September 2015 selama 7 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasang surut dan pola arus di muara Batang Kuranji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pasang surut di lokasi penelitian Pasang surut campuran condong (semidiurnal).Dari hasil pengolahan data diperoleh 19 komponen pasang surut dengan komponen utama M2, S2, K1, O1 berturut – turut adalah 0.5058 m, 0.5236 m, 0.2625 m, 0.2433 m. Dengan pengumpulan data pasut maka diperolehlah jumlah nilai tertinggi pasut adalah 1.256 m dan jumlah ternedah pasut adalah 0.404. Adapun kedudukan muka surut pasut yang berada di nol palem yaitu - 0.439 m. Dari hasil data pasut di peroleh nilai Zo yaitu 0.765, maka di peroleh kedudukan duduk tengah MSL yaitu +0.326 m. Sehingga secara signifikan TTG PU1 mengalami penurunan sementara yaitu ± 0.326 m yang di sebabkan karena terjadinya gempa pada bulan September 2009.
PENGARUH VARIASI ABU CANGKANG SAWIT TERHADAP KEMBANG SUSUT TANAH LEMPUNG Ahmad Refi; Elvanisa
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.689 KB) | DOI: 10.21063/jts.2016.V302.01-10

Abstract

Tanah merupakan dasar pondasi yang mendukung semua beban struktur atau konstruksi yang berdiri diatasnya. Baik konstruksi bangunan maupun konstruksi jalan. Karena tanah merupakan peranan yang sangat penting. Maka perlu dilihat sifat – sifat dari tanah tersebut. Sifat – sifat tanah yang buruk dan tidak layak tidak dapat dijadikan sebagai dasar suatu bangunan. Berbagai cara digunakan untuk membuat tanah tersebut layak digunakan. Salah satunya dengan penambahan bahan kimia. Untuk memperbaiki masalah yang ada pada tanah lempung tersebut maka dilakukan penelitian menggunakan abu cangkang sawit sebagai bahan stabilisasinya. Sampel tanah lempung diambil sekitar jalan by pass Km 15. Sedangkan bahan untuk stabilisasinya sendiri adalah abu cangkang sawit dengan persentase campuran 3%, 7%, 11% dengan masa perawatan 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu cangkang sawit dapat memperbaiki beberapa sifat fisis dan sifat mekanis tanah lempung. Untuk nilai batas cair (LL), indeks plastisitas (PI), nilai % lolos saringan no. 200 dan nilai pengembangannya mengalami penurunan setelah distabilisasi. Sedangkan nilai batas plastis (PL), batas susut (SL), specific gravity (Gs), berat volume kering maksimum (MDD), kadar air optimum (OMC), dan tekanan pengembangannya mengalami peningkatan. Dari hasil optimasi untuk sifat fisis dan mekanis tanah lempung persentase yang paling baik adalah pada campuran 11% penambahan abu cangkang sawit.
PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN KERUSAKAN JALAN DI KOTA SOLOK MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (Studi Kasus: Jalan Datuk Perpatih Nansabatang, Jalan Sawah Sianik, Jalan Veteran, Jalan Kol. Drs. Zahlul St. Kebesaran) Ahmad Refi; Diyo Atmatri Putra; Angelalia Roza
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 1 (2022): Vol. 5 No. 1 Edisi 1 Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.009 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i1.1337

Abstract

To support the acceleration of the regional or regional economy, the government has prioritized road construction projects. The better the road performance will make it easier for people to carry out their activities. Based on data from the Solok City Road Network in 2019/2020, it is known that out of a total of 221,700 km of road length in Solok City, there are 35,917 km that have been severely damaged, 20,488 km have been moderately damaged, 16,970 km are lightly damaged. The large number of road sections that have been damaged cannot be repaired at the same time, so to make a decision, a special criteria is needed in handling road damage. The objectives in this study are: determining the criteria considered in handling road damage and determining the order of priority for handling road damage in Solok City. This study was conducted to study 4 road sections using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. This research is descriptive quantitative, while the data sources used in this study are primary data obtained from the distribution of questionnaires to 30 respondents prepared by the paired comparison matrix method to obtain the criteria relative weight value, subcriteria weight value and consistency level value in each paired comparison matrix. The results of tabulating data from the questionnaire are processed using Microsoft Excel. Based on the results of data processing, a weight order of each criterion was obtained, namely: Road Damage (31.10%), Traffic Volume (25.00%), Economy (23.50%) and Accessibility (20.40%). Meanwhile, the road sections that are prioritized for repair are: Kol Road. Drs. Zahlul ST. kebesaran road (27.50%), Veteran Road (26.00%), DT. Perpatih Nan Sabatang road (24.00%), Sawah Sianik road (22.50%). From the results of the respondent's answer, the main criterion that needs to be considered in handling road damage is the criterion for road damage and the road that is prioritized for repair is Jalan Kol. Drs. Zahlul ST. Kebesaran, which is a road with a higher level of damage in the field, is in line with field conditions with a road damage weight of 333.85 M2 (3.42%).