Albertus Charles Andre Tanama
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Parodi Dalam Karya Deni Junaedi Albertus Charles Andre Tanama
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 1, No 13: Mei-Agustus 2011
Publisher : Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v1i13.133

Abstract

Parody in Junaedi’s Works of Art. Deni Junaedi is an artist who consistently creates parodical paintings. This paper is written from the idea that it is the postmodernism culture which has brought the contemporary art up into view. It is also in the postmodernism culture where parodical art, including parodical paintings exists as a part of contemporary richness. Junaedi’s passion to produce parodical paintings is interesting to be analyzed through these questions: Why is he attracted to create such works of art?; What message does he want to deliver to his audiences?; How his paintings should be seen from the contemporary art point of view?Keywords:  parodical paintings, postmodernism,contemporary art
Teman Tuli sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Grafis Fauzi, Ikbal; Witjaksono, Bambang; Tanama, Albertus Charles Andre
Fenomen: Jurnal Fenomena Seni Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/fenomen.v1i2.9319

Abstract

Manusia diciptakan Tuhan dengan segala perbedaanya yang merupakan sebuah keragaman yang mengagumkan. Oleh karna itu setiap diri manusia memiliki karakteristik tersendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain, termasuk teman tuli. Tuli tentu berbeda dengan masyarakat dengar, namun itu bukan berarti tidak normal. Teman tuli memang memiliki perbedaan dari cara berkomunikasi, namun tidak harus menjadi perbedaan yang harus dihina, dicaci, ataupun dimaki. Masih banyak orang yang memandang sebelah mata terhadap teman tuli ini. Pada proyek penciptaan karya ini didahului dengan metode penelitian dengan terjun langsung bersama teman-teman tuli yang ada di Yogyakarta, khususnya bersama dengan teman-teman Ba(wa)yang. Bawayang adalah singkatan dari bayang wayang. Ba(wa)yang digerakkan oleh tuli, dengar, dan difabel lainnya merupakan komunitas inklusi yang bergerak di bidang seni. Teman tuli memang tidak bisa mendengar, tapi bukan berarti mereka tidak dapat menyerap informasi, mereka memiliki indra yang lain seperti hidung, lidah, kulit, dan mata untuk melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi. Dari hasil penelitian ini, penulis akan memvisualkannya kedalam karya-karya yang dimuat seni grafis dengan teknik seni cetak tinggi.Deaf Friends as an Idea for Creating Graphic Art Works God created humans with all their differences, which is a fantastic diversity. Therefore, every human has its characteristics that others, including deaf friends, do not have. Deaf people are undoubtedly different from hearing people, but that doesn't mean it's abnormal. Deaf friends have differences in how they communicate, but it doesn't have to be a difference that should be insulted, insulted, or scolded. There are still many people who underestimate Deaf Friends. This work creation project was preceded by research methods by engaging directly with deaf friends in Yogyakarta, especially with Ba(wa)yang friends. Bawayang is an abbreviation of shadow wayang. Ba(wa) driven by the deaf, hard of hearing, and other disabled people, is an inclusive community in the arts field. Deaf friends can't hear, but that doesn't mean they can't absorb information, they have other senses such as nose, tongue, skin, and eyes, to see the events happening. From the results of this research, the author will visualize them in works containing graphic art using advanced printing techniques.
Inspirasi Tarot Dalam Aktivitas Masa Pandemi Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Grafis Muhammad Fahmi Azis; Andre Tanama
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v11i2.18651

Abstract

 Tarot is often used as a medium for divination, commonly employed to foresee potential events in the future. On the other hand, tarot is also a form of visual art that has endured through time and has been repurposed as a divination tool. This final project focuses on the creation of printmaking artworks themed tarot was inspiration of human activities on pandemic. It captures moments from the pandemic, recorded and transformed into works of art to be appreciated in the future, presented in a format resembling tarot cards. The creation process uses the linocut printmaking technique, with canvas as the final print medium, it chosen as an alternative to paper, offering a different option for the final printing stage. This work is intended to represent human activities during the pandemic and the period that followed. Through this artwork, the creator aims to document and preserve moments experienced during the pandemic, serving as a record of human life during and after that time. Tarot seringkali digunakan sebagai media ramal yang digunakan untuk melihat potensi-potensi yang akan terjadi pada masa depan, di sisi lain tarot merupakan sebuah karya seni visual yang bisa bertahan hingga sekarang ini yang dialih fungsikan sebagai media ramal. Tugas akhir ini berfokus pada penciptaan karya grafis yang bertemakan inspirasi tarot dalam aktivitas masa pandemi. Merupakan momen-momen selama pandemi yang direkam untuk dijadikan sebuah karya seni yang dapat dinikmati di kemudian hari yang dikemas sedemikian rupa seperti tarot. Proses penciptaan menggunakan teknik grafis linocut dengan media cetak akhir berupa kanvas, yang dipilih untuk media alternatif seni cetak yang bisa dipakai selain media kertas, dan dapat dijadikan sebuah pilihan lain ketika proses akhir mencetak. Karya ini dibuat untuk merepresentasikan kegiatan manusia selama adanya pandemi covid sampai masa-masa setelahnya, yang dimaksudkan melalui karya ini penulis ingin merekam momen-momen yang dijumpai ketika pandemi berlangsung dan bisa sebagai rekaman kegiatan manusia pada masa itu dan setelahnya.