Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat telah mendorong berbagai perusahaan untuk menerapkan transformasi digital guna meningkatkan efisiensi operasional, akurasi pengolahan data, dan transparansi dalam proses bisnis. Salah satu aspek yang sangat terpengaruh oleh transformasi ini adalah sistem pengelolaan tenaga kerja. PT Bistem Jaya Mandiri, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa outsourcing, serta penyewaan tenaga kerja seperti Sales Promotion Girl (SPG) dan Sales Promotion Boy (SPB), menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan data karyawan dan administrasi proyek karena hingga saat ini masih menggunakan sistem manual. Ketergantungan pada sistem manual menimbulkan sejumlah permasalahan, di antaranya keterlambatan dalam penyampaian informasi, risiko kehilangan atau kerusakan data, potensi kesalahan pencatatan, serta kemungkinan terjadinya manipulasi absensi dan ketidaksesuaian dalam pembayaran gaji. Hal ini berdampak negatif terhadap efisiensi internal serta dapat menurunkan kepercayaan klien terhadap kredibilitas perusahaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem informasi berbasis web yang dapat mengintegrasikan seluruh proses penyewaan tenaga kerja secara efektif, akurat, dan transparan. Sistem dirancang menggunakan pendekatan metodologi Waterfall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Beberapa fitur utama yang dikembangkan mencakup manajemen event, registrasi tenaga kerja, proses persetujuan multi-level oleh klien, sistem absensi berbasis unggah foto disertai penanda waktu (timestamp), serta penyusunan final draft pekerja secara otomatis sebelum dikirim untuk persetujuan akhir klien.Pengujian sistem dilakukan dengan menggunakan metode Black Box Testing dan User Acceptance Testing (UAT) untuk memastikan bahwa setiap fungsi sistem berjalan sesuai kebutuhan pengguna dan mudah digunakan dalam konteks operasional perusahaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur utama berfungsi dengan baik dan mendapat respons positif dari pengguna internal. Sistem ini terbukti meningkatkan efisiensi administratif, mengurangi kesalahan pencatatan, serta mendorong peningkatan transparansi dalam proses perekrutan dan penugasan tenaga kerja. Untuk pengembangan di masa mendatang, sistem ini disarankan dilengkapi dengan fitur pelacakan status pekerja secara real-time yang memungkinkan perusahaan dan klien memantau ketersediaan dan penempatan tenaga kerja secara langsung. Selain itu, peningkatan pada sistem absensi berbasis unggah foto—yang mengharuskan tenaga kerja mengirimkan foto saat melakukan check-in dan check-out—dapat menambah lapisan validasi visual terhadap kehadiran tenaga kerja di lokasi. Penerapan metode ini diharapkan mampu mengurangi potensi kecurangan, memastikan keakuratan data kehadiran, dan memperkuat transparansi proses kerja. Secara keseluruhan, sistem informasi yang dikembangkan dalam penelitian ini berpotensi menjadi fondasi digital yang penting bagi perusahaan dalam meningkatkan profesionalisme, daya saing, serta kepercayaan klien dalam industri penyewaan tenaga kerja.