Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KAJIAN ANTROPOMETRI PENGRAJIN TENUN IKAT KHAS MALUKU Nanse Henny Pattiasina; Pattiselanno Markus; Steanly Reynold Romeo Pattiselanno
JURNAL SIMETRIK Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v11i2.849

Abstract

Maluku Province is an Archipelago Province which consists of 1412 large and small islands. The availability of land resources in Maluku province is relatively limited. The total population in Maluku Province based on the Maluku Province BPS report until 2018, there were 1,773,776 people, of which ± 25% were categorized as poor. This number occupies an area of 15,899.6 km² or only 7.6% of the total area of Maluku Province. Most of the population of Maluku inhabits the outermost islands in the districts of Southeast Maluku, West Southeast Maluku, and the Aru Islands or the outermost islands which are directly bordered by Timor Leste and Australia. Geographical conditions like this, affect the isolation due to limited transportation facilities and a dry climate, causing the income of the population here to be relatively low, although the potential for small industries and handicrafts has good prospects to be developed. One of the types of small industry that has the potential to be developed is the Maluku Ikat weaving industry, whose marketing has reached the export market. This product is in demand by foreign consumers because of its hand made characteristics, and is part of a creative industry that is very prospective in the future. The problem faced by this industry is its low productivity, on the other hand market demand continues to increase. This is because the work aids used are traditional tools that are not ergonomic according to the worker's body size, resulting in workers working in a sitting position on the work floor. For a work position like this will cause workers to feel tired quickly, and if done for a long time will cause health problems. The stages of the research include the survey process, the industrial selection stage, the measurement of worker anthropometric data and data analysis. The results showed that the anthropometry of workers based on leg height when sitting ranged from 38.15 to 48.99 cm, total height when standing ranged from 139.23 to 160.48 cm, body height when sitting ranged from 91.68 to 120.89 cm, arm length outstretched. (P26) ranged from 46.46 to 64.96 cm and flexed arm length (P16) ranged from 27.530 to 32.756 cm.
Pelatihan Sheet Metal Pembuatan Oven Guna Peningkatan Usaha Mikro Skala Industry Rumahtangga di Desa Rumahtiga Nanse Henny Pattiasina
JURNAL SIMETRIK Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.603 KB) | DOI: 10.31959/js.v7i2.50

Abstract

Iklim pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah dewasa ini, senantiasa diselaraskan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya peningkatan kemampuan sumber daya manusianya guna bersaing dan berdaya guna. Hal ini terimplementasi melalui peningkatan wawasan pelaku usaha, penyerapan produk di pasar lokal, pertumbuhan kondisi usaha yang lebih kondusif serta prospek perluasan pangsa pasar yang semakin baik. Dampak konkrit perluasan tersebut juga terjadi secara sektoral di kota Ambon, khususnya Desa Rumahtiga. Melalui akses informasi, pembangunan berbagai infrastruktur dan pertumbuhan usaha-usaha masyarakat, potret warga desa yang ada di rumahtiga yakni RT 002/ RW 04, sudah dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan usaha-usaha yang berskala rumahtangga. Dari segi ekonomi mampu memberikan hasil berupa variasi usaha, yang salah satunya melalui penjualan panganan ringan (seperti kue, dll). Dalam kondisi riilnya, usaha tersebut masih memerlukan proses pengerjaan yang lama karena masih berorientasi tradisional sebagai hasil pengalaman tradisi keluarga, sistem manajemen yang belum terkelola secara baik, jaringan usaha terbatas dan masih dikonsumsi untuk kalangan lingkungan sekitar. Prospek pengembangan kemampuan warga dapat lebih diberdayakan lagi melalui metode pelatihan sheet metal. Sehingga capaian kerja yang dihasilkan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan warga (peserta pelatihan) yang ditunjukkan dalam kekompakkan bekerja yang tercipta secara baik (sisi kerjasama tim), kemampuan berinovasi dalam bentukkan soft skill (efisiensi waktu, efektifitas bekerja dan output kerja) tergambar jelas berdasarkan kualitas kerja oven yang baik.
Analisis Kecukupan Waktu Operasional Pembelajaran Praktikum pada Laboratorium Listrik Dasar JTM Polnam Berbasis Time Study Method Nanse Henny Pattiasina
ARIKA Vol 16 No 1 (2022): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.257 KB) | DOI: 10.30598/arika.2022.16.1.36

Abstract

Implementasi proses pembelajaran praktikum mahasiswa memerlukan efektivitas gerakan yang tepat dengan tempo kerja normal sehingga terukur secara baik guna pencapaian waktu kerja yang efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi capaian waktu kerja mahasiswa menyelesaikan praktikum dalam fungsi dan perannya sebagai operator dengan pengukuran kerja berbasis metode stopwatch time study. Proses pembelajaran difokuskan pada bidang otomotif untuk kerja kelistrikan otomotif pada laboratorium listrik dasar jurusan teknik mesin Politeknik Negeri Ambon. Aktifitas praktikum meliputi pembuatan rangkaian dan aplikasi lampu kepala, sistem klakson dan system penerangan. Peralatan yang dipergunakan yaitu tool box kelistrikan, kabel, test lamp dan multimeter. Hasil perhitungannya menunjukkan bahwa besaran waktu normal (Wn) 3,39 jam dan waktu standar (Ws) untuk mahasiswa menyelesaikan tiga job praktikum adalah 4,21 jam per mahasiswa, dengan akumulasi 21,05 jam untuk setiap grup praktikum yang berjumlah 5 mahasiswa. Sehingga perolehan besaran satuan kredit semesternya mencapai 1,485 atau setara dengan 1,5 sks dimana realisasi kelebihan beban kerja 0,5 sks dapat teralokasi untuk mata kuliah praktikum lainnya dengan beban kerja yang lebih bervariatif. Capaian optimalisasi waktu kerja praktikum kelistrikan otomotif sudah dapat terpenuhi hanya dengan besaran 1,5 sks atau setara dengan 255 menit praktikum/minggu/semester.
PENGELASAN TINGKAT LANJUT PEMBUATAN TENDA KNOCK DOWN BAGI UPD JEMAAT GPM RUMAHTIGA Julius Sesa; Nanse Henny Pattiasina; Semuel Holle
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IRON Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.485 KB) | DOI: 10.31959/jpmi.v3i1.469

Abstract

Potensi warga desa Rumahtiga yang variatif, memberikan peluang peningkatan ekonomi warga yang dibangun sesuai ketrampilan yang telah ada. Salah satunya melalui sebuah unit pelayanan duka (UPD) Jemaat Rumahtiga. Dalam realitanya, keberagaman sumber daya manusia yang tergabung dalam UPD ini memberikan nilai tambah, sumber daya manusia yang biasanya bekerja mengelas, tukang bangunan, tukang batu, tukang besi yang kesehariaanya juga melakukan kerja pembesian, nelayan dan lainnya, dapat berkolaborasi untuk memfasilitasi kebutuhan UPD saat prosesi kedukaan. Bertolak dari pengalaman pelatihan yang pernah dilakukan oleh beberapa pengurus dan anggota UPD dengan Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Ambon tahun 2017 di bidang pengelasan, sehingga hal ini dirasa perlu untuk ditindaklanjuti dalam bentuk pelatihan lanjutan berupa peningkatan pengelasan menggunakan profil lasan yang bermaterial besi dengan bentukan ruang. Kegiatan ini berlokasi di Laboratorium Pengelasan SMAW Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Ambon.  Metode kegiatan yang digunakan adalah proses pengelasan busur listrik. Hasil kerja menunjukkan peningkatan ketrampilan partisipan dinyatakan dalam optimalisasi durasi atau waktu kerja selama 3 hari, dapat menghasilkan bentukan tenda dengan system knock down. Bentuk profil lasan yang dihasilkan adalah berongga menggunakan material pipa galvanis, dengan ukuran panjang (p) = 600 cm atau 6 m, lebar (l) = 300 cm atau 3 m dan tinggi (t) = 150 cm atau 1,5 m.