Articles
Potensi Energi Baru Terbarukan Untuk Pengembangan Pariwisata di Kota Ambon
Lory Marcus Parera;
Conny Emilda Pelamonia
JURNAL SIMETRIK Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.906 KB)
|
DOI: 10.31959/js.v9i1.311
Pembangkit listrik konvensional telah membuat ketergantungan masyarakat terhadap bentuk ini, tanpa menyadari bahwa ada energi alternatif atau energi baru terbarukan yang ramah lingkungan dan hemat biaya serta energi. Energi baru terbarukan juga bebas dari polusi, beda dengan penggunaan pembangkit listrik konvensional, namun penggunaannya masih sangat terbatas di kota Ambon. Oleh karena itu, artikel ini akan menunjukkan potensi energi baru dan terbarukan yang dikhususkan pada sektor pariwisata di kota Ambon, melalui pemanfaatan energi matahari atau solar cell. Energi listrik dengan memanfaatkan energi matahari hanya digunakan sebagian sebagai lampu penerangan jalan dan trafic light. Objek penelitian adalah pada dua lokasi wisata di kota Ambon, yaitu Pantai Natsepa dan Permandian Air Panas Hatusua di Tulehu. Hasilnya menunjukkan bahwa lampu tenaga surya hemat energi memiliki komponen yang sederhana dan sangat mudah dipasang serta sangat fleksibel dalam penggunannya, dan merupakan salah satu solusi untuk mengurangi penggunaan sumber listrik PLN dan bahkan dapat menghemat energi di atas 75 % dari total yang disuplai dengan sember listrik PLN. Total daya pada kedua lokasi wisata sebesar 2665 watt tersebar pada 59 titik dengan sumber listrik berasal dari PLN. Ketika menggunakan lampu tenaga surya hemat energi, dapar menghemat daya sebesar 2495 waat dengan penghematan energi listrik sebesar 93,58 %.
Analisis Pengaruh Intensitas Penerangan Pada Laboratorium Dan Bengkel Jurusan Teknik Elektro
Lory Marcus Parera;
Hendrik Kenedy Tupan;
Victor Puturuhu
JURNAL SIMETRIK Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (513.72 KB)
|
DOI: 10.31959/js.v8i1.72
Lighting is one of the most important components in planning a building. To do all the activities that exist in the room of a building then needed a sufficient intensity of lighting, so that it can be carried out with maximal especially related to work practices conducted in the laboratory for the purposes of teaching and learning process. Lighting in the room when viewed from the quality is a strong illumination or lighting level is required where for different types of activities will require different levels of illumination. The results of this study is based on the use of light intensity in the laboratory and workshop through a measurement of the intensity of room lighting using SNI 16-7062-2004 standard and calculate the electrical energy it uses. Measurement of landing intensity was measured using lux meter measuring instrument. Measurements are done at 09.00, 12.00 and 15.00. The room is in accordance with the standard of environmental health requirements of office and industrial work with an area of 118.80 m2 has a lighting intensity (E) of 183.82 lux. While the intensity of illumination (E) 20.85 - 85.44 lux is recommended for the addition of the number of points of light
RANCANG BANGUN APLIKASI E-COMMERCE PARIWISATA SEBAGAI MEDIA LAYANAN JASA PEMESANAN PAKET DESTINASI WISATA ALAM DESA OMA BERBASIS WEB
Lory Marcus Parera;
Melda Dahoklory;
Josseano Amakora Parera
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IRON Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31959/jpmi.v4i2.993
Pariwisata merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan ekonomi Indonesia saat ini. Dalam hal ini Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia dalam programnya Wonderful of Indonesia yang diharapkan memenuhi target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2019 yakni 20 juta wisatawan (www.kemenpar.go.id). Penyebaran daerah wisata pada propinsi Maluku satunya adalah Desa Oma. Secara geografis desa Oma terletak pada 3.80 LU – 127, 58 BT, merupakan salah satu desa dalam cakupan wilayah kecamatan Pulau Haruku, kabupaten Maluku Tengah, Propinsi Maluku. Dengan luas wilayah ± 9 km2 dan jumlah penduduk ± 2.500 jiwa. Pengelolaan kawasan wisata desa Oma masih dilakukan secara manual dan terpusat pada pengelola sendiri. Proses managemen masih dilakukan secara sederhana dengan media promosi seadanya. Proses promosi kawasan wisata desa Oma dilakukan melalui pamflet, dan terbatas pada penyampaian informasi pengunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan aplikasi e-commerce sebagai media pelayanan jasa pemesanan wisata desa oma. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode waterfall model untuk pengembangan system. Aplikasi e-commerce pariwisata desa oma telah diimplementasikan dan berjalan dengan baik sesuai fungsi dan kebutuhan sebagai media promosi pariwisata. System ini dapat memudahkan pegunjung pariwisata desa oma sebagai media layanan jasa pemesanan paket destinasi wisata.
PENINGKATAN KEMAMPUAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR
Lory Marcus Parera;
Victor Puturuhu;
Hendrik Tupan;
Marselin Jamlaay
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31959/jpmi.v1i1.268
Untuk meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan proses pembelajaran kepada siswa di sekolah, maka teknologi informasi memiliki peranan penting dalam meningkat kualitas sumber daya manusi di era koputerisasi. Di sekolah guru tidak hanya mengunakan papan tulis sebagai sarana belajar, tetapi apalikasi komputer dapat digunakan untuk melakukan proses belajar mengajar. Dalam kerangka pemecahan masalah yang perlu dilakukan adalah indentifikasi pada kondisi awal keberadaan dan kemampuan dalam mengoperasikan komputer dan kemampuan untuk menggunakan media pembelajaran yang dilakukan dalam proses belajar mengajar kepada siswa di kelas. Pada pelatihan masih banyak guru-guru yang diajarkan mulai dari pengenalan sampai dapat mengoperasikan komputer secara mandiri. Untuk tahap pelatihan ini masih menggunakan aplikasi microsoft word, sebab aplikasi ini merupakan kebutuhan yang mendesak yang seharusnya dikuasai oleh seorang guru terutama dalam membuat RPP dan surat menyurat lainnya. Hasil dari kegiatan pelatihan ini, kemampuan guru dalam mengoperasikan komputer masih minim yaitu mencapai 20%.
Pengembangan Listrik Tenaga Surya bagi Pedagang Kuliner
Lory Marcus Parera;
Johanis Tupalessy;
Roland Kastnaja
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Agustus
Publisher : Ilin Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (680.454 KB)
|
DOI: 10.31960/caradde.v2i1.127
. Tujuan kegiatan pengabdian yang dilaksnakan adalah memberikan pemahaman dan pengetahuan pentingnya penggunaan energi baru terbukan listrik tenaga surya (PLTS) bagi pedangan kuliner. Metode yang digunakan yaitu dilakukannya survey untuk mengetahui sejauh mana pedagang tahu tentang listrik tenaga surya dan memberikan ceramah serta demontrasi cara menggunakan lampu tenaga surya pada tempat usahanya. Sebesar 99,7 % menggunakan sumber listrik PLN, sedangkan 0,33 % menggunakan sumber accu. Untuk mengurangai pemakain listrik dari PLN, maka solusi yang tepat adalah dapat menggunakan sumber energi matahari sebagai pembangkit tenaga listriknya atau lampu tenaga surya hemat listrik (LTSHE). Kapasitas lampu tenaga surya hemat energi terdiri dari 3 buah lampu dengan masing-masing lampu 3 watt. Lampu 3 waat setara lampu 15 waat jenis lain.Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah pedagang dapat memiliki pengetahuan tentang pentingnya energi matahari dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik sehingga mengurangi tingkat ketergatungan dari sumber listrik PLN dan menikmati dampak pemasangan lampu LTSHE pada tempat usahanya.
POWER QUALITY ANALYSIS AT BUILDING OF POLITEKNIK NEGERI AMBON
LORY MARCUS PARERA;
MARCEAU. A.F HAURISSA;
MARSELIN JAMLAY
INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTI SCIENCE Vol. 3 No. 01 (2022): INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTISCIENCE - MAY 2022 EDITION
Publisher : CV KULTURA DIGITAL MEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Power quality determines the reliability of electrical energy transmission which reflects the parameters of voltage, frequency, frequency, balance, and waveform. Electrical quality in a building is required due to abnormal effects on current, voltage, and frequency. By measuring it can be seen whether or not the abnormal electrical quality in the Ambon State Polytechnic's electrical system. The method used is data collection through literature study and observation of research locations, as well as descriptive analysis with a statistical approach. The Ambon State Polytechnic receives electricity from a power plant with a three-phase wire system. The load is supplied by a 3-phase transformer 20 kV/380 V With a power capacity of 250 kVA. carried out using a Power Analyzer where the tool for one day (24 hours) records electrical data for Polnam testing. Through tabulation and data analysis, there are several facts that there are abnormal conditions both in voltage, current, and frequency because the magnitude is outside the set standard. The results of the recommendation of the need for interference estimation begin with the selection of the right method.
PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA ON-GRID DI ATAP GEDUNG JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI AMBON
Nabila Istiqamah Latupono;
Jacob J. Rikumahu;
Lory Marcus Parera
JURNAL ELKO (ELEKTRIKAL dan KOMPUTER) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54463/je.v2i2.51
Dalam penelitian ini membahas tentang perencanaan PLTS terhubung ke grid untuk melayani suplai daya listrik di Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ambon. Potensi energy surya di Maluku dan Maluku Utara sendiri mencapai 738 gigawatt dan belum dimanfaatkan secara optimal,Selama ini Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ambon mendapatkan suplai daya listrik hanya bersumber dari PLN saja. Sistem pembangkit listrik tenaga surya On-Grid yang dinamis dapat menjaga stabilitas sistem tenaga listrik mengingat lampu pada beberapa ruang kuliah di Jurusan Teknik Elektro sering tiba-tiba redup dan terang kembali hal ini terjadi karena adanya ketidakstabilan tegangan listrik. Masuknya pembangkit listrik tenaga surya ke jaringan listrik utama dapat mengoptimalkan pemanfaatan energi dari sel surya (photovoltaic) untuk menghasilkan energi listrik semaksimal mungkin dan dapat mengurangi kapasitas atau operasi pembangkit konvensional sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan bakar. Beban listrik yang tersambung dengan sistem PLTS dan grid menggunakan energi yang sama dengan yang disalurkan oleh PLTS dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal ini, grid menjadi penyimpan atau pemberi pinjaman sementara untuk pemenuhan permintaan daya listrik. Sehingga dengan penerapan konsep ini kita hanya mengeluarkan biaya investasi dari sistem PLTS tanpa baterai dan biaya sewa jaringan di sistem PLTS – Grid.
SIMULASI GANGGUAN UNTUK PENENTUAN BREAKING CAPACITY CIRCUIT BREAKER PADA SISTEM DISTRIBUSI 20 KV ULPLTD POKA AMBON
Axello R Wattimena;
Lory Marcus Parera;
Marselin Jamlaay
JURNAL ELKO (ELEKTRIKAL dan KOMPUTER) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54463/je.v3i1.56
Sistem proteksi dalam sebuah sistem tenaga listrik merupakan hal yang penting yang akan menjadi pengaman ketika terjadi gangguan listrik. Sistem proteksi paling umum yang ada pada jaringan listrik yaitu CB (Circuit Breaker). Circuit Breaker adalah peralatan proteksi rangkaian listrik yang berguna untuk memisahkan secara otomatis bagian yang mengalami gangguan, misalnya gangguan hubung singkat, arus beban lebih, dan tegangan lebih. Penentuan nilai kapasitas CB didasarkan atas kapasitas pemutusan atau breaking capacity yaitu batas kemampuan kerja atau daya tahan CB ketika dilewati arus hubung singkat. Studi gangguan hubung singkat merupakan hal yang penting dalam perencanaan pembuatan sistem tenaga listrik. Dalam penentuan breaking capacity diperlukan metode analisa gangguan hubung singkat untuk mengetahui nilai arus gangguan hubung singkat yang terjadi pada sistem tenaga listrik. Analisa gangguan hubung singkat ini dilakukan dengan simulasi piranti lunak ETAP 12.6.0. Berdasarkan hasil analisa, diperoleh beberapa nilai arus gangguan hubung singkat 3-Phase Fault, L-G Fault, L-L Fault, dan L-L-G Fault yang berbeda pada setiap bus dikarenakan perbedaan komponen pada setiap sistem jaringan dan juga jumlah beban yang beroperasi. Nilai arus hubung singkat terbesar dari hasil analisa, kemudian digunakan untuk menentukan nilai breaking capacity pada CB.
PERANCANGAN PLTS OFF-GRID UNTUK BAGAN NELAYAN DI LAUT MALUKU
Sri Wulan Tan;
Marceau A.F. Haurissa;
Lory Marcus Parera
JURNAL ELKO (ELEKTRIKAL dan KOMPUTER) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54463/je.v3i1.53
Teknologi penangkapan ikan dengan bagan apung maupun bagan tancap menggunakan alat bantu cahaya dikenal sebagai light fishing, dimana sumber cahaya yang digunakan mulai dari obor petromax (lampu tekan minya tanah) sampai lampu listrik (generator set). Penggunaan cahaya dimaksudkan untuk menarik dan mengkonsentrasikan kawanan ikan pada area pencahayaan dan area jaringan bagan. Bagan perahu di perairan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah menggunakan intensitas cahaya lampu penarik ikan 900 watt dengan sumber tenaga listrik berupa generator set (genset). Penggunaan genset memerlukan biaya operasional yang cukup signifikan, berupa biaya bahan bakar dan biaya perawatan. Solusi yang ditawarkan yaitu menggantikan genset dengan PLTS. PLTS yang dirancang yaitu 350 wp panel tipe monocrystalline surya dirangkai 2 seri dan 2 pararel, 1 buah inverter, solar charge controller JNGE dan baterai KIJO JM12-200 12 V 200 Ah dirangkai seri untuk menyuplai 9900 kwh lampu LED. PLTS ini mampu memenuhi kebutuhan energi pada bagan 99.6%. Biaya investasi awal untuk PLTS yaitu Rp. 54.151.765 atau setara dengan biaya operasional genset selama 4.5 tahun.
Rancang Bangun Prototype Pembangkit Listrik Tenaga Surya Solar Home Sistem Sebagai Media Pembelajaran
Lory Marcus Parera;
Ir. Hamles L Latupeirissa;
Gloria Angela Ririhena
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54463/je.v5i1.87
Abstrak - Matahari merupakan sumber energi yang ramah lingkungan tersedia dalam jumlah besar dan tidak bersifat polutif memiliki manfaat besar sebagai salah satu sumber penyedia energi listrik. Pemanfaatan enegri matahari dilakukan dengan ketersediaan modul surya yang dapat mengkonversi listrik DC. Solar Home Sistem (SHS) adalah sistem pembangkit listik tenaga surya yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan listrik berskala kecil atau keperluan lainnya. Ketersediaan modul praktikum untuk sarana pembelajaran sangat bermanfaat seiring dengan peningkatan mutu pembelajaran dibidang energi baru terbarukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sebuah PLTS system SHS yang dapat digunakan sebagai modul pembelajaran terapan. Rancangan prototipe yang dilakukan di Lab Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ambon. Metode yang digunakan antara lain pengumpulan literatur, perancangan rangkaian, rancangan bangun prototipe PLTS SHS, pembuatan modul praktikum dan pengujian hasil rancangan. Modul surya 20Wp mengisi baterai 12/4 Ah. Modul praktikum ini dapat mendukung metode pembelajaran dengan terdapat 3 jenis pengujian modul antara lain modul karakteristik modul surya meliputi arus, tegagan, hasil pengisian baterai. Kata kunci: modul praktikum, PLTS off grid, solar home system