Angga Fajar Ramadhan
Program Studi Pendidikan Seni Budaya, Pascasarjana, Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN IKONOGRAFI DAN IKONOLOGI: RAGAM HIAS PADA BANGUNAN BALE RANTE DI KOMPLEKS MAKAM SUNAN DRAJAT Angga Fajar Ramadhan; Djuli Djatiprambudi; I Nyoman Lodra
Jurnal Artefak Vol 8, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.975 KB) | DOI: 10.25157/ja.v8i1.4725

Abstract

Kompleks makam Sunan Drajat merupakan warisan budaya yang memiliki hubungan dekat dengan periode kehiduan Sunan Drajat. Salah satu bangunan yang menarik dan memiliki konsep filosofis di kompleks makamnya yaitu bangunan bale rante. Bale rante digunakan oleh para Wali Songo untuk berkumpul dan bermusyawarah. Bangunan tersebut berbahan material kayu, berbetuk joglo, beratap limas, berhias ukiran ragam hias dan berasal dari kerajaan Majapahit. Bentuk ragam hias yang menghiasi bangunannya unik dan berbeda dengan bentuk ragam hias pada bangunan kompleks makam lainnya. Tujuan: mendeskripsikan makna ragam hias yang ada pada bangunan bale rante. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metode ikonografi dan ikonologi Erwin Panofsky, dengan tahapan: (1) tahap pra ikonografi, dilakukan dengan mengkaji bentuk penyusun ragam hias pada bangunan bale rante berdasarkan makna faktual dan makna ekspresionalnya. (2) Tahap analisis ikonografi, dilakukan dengan mengidentifikasi makna sekunder yang telah dikaji sebelumnya dengan mengaitkan pada tema dan konsep penciptaan sesuai peristiwa atau sejarah ragam hias tersebut diciptakan. (3) Tahap interpreasi ikonologi, melakukan intuisi sintesis untuk mengungkap makna yang terkandung dalam simbol yang ada dalam ragam hias. Hasil penelitian: Bentuk rantai menyimbolkan kesatuan dan pengayoman. Daun ukel menyimbolkan sumber kehidupan dan kebaikan hati. Pohon hayat dan bunga teratai menyimbolkan keabadian dan penyatuan manusia dengan Allah.The grave complex of Sunan Drajat is a cultural heritage that has a close relationship with the life period of Sunan Drajat. One of the interesting buildings and has a philosophical concept in the tomb complex is the Bale Rante building. Bale rante is used by the Wali Songo for gathering and deliberation. The building is made of wood material, in the form of a joglo, with a pyramid roof, decorated with ornate carvings and comes from the Majapahit kingdom. The forms of decoration that decorate the building are unique and different from the decorative forms in other tomb complex buildings. Purpose: to describe the meaning of the existing decorative styles in the bale rante building. Research method: this study uses Erwin Panofsky's iconography and iconology methods, with the following stages: (1) pre-iconography stage, carried out by examining the decorative forms of the bale rante building based on factual and expressive meanings. (2) The iconographic analysis stage is carried out by identifying secondary meanings that have been previously studied by linking to the themes and concepts of creation according to the events or history of the decorative motifs being created. (3) The iconological interpretation stage involves synthesizing intuition to reveal the meaning contained in symbols that exist in decorations. Result of research: The form of a chain symbolizes unity and protection. Ukel leaves symbolize the source of life and kindness. The tree of life and the lotus flower symbolize the immortality and union of man with Allah.
Kajian Ikonografi dan Ikonologi: Ragam Hias pada Bangunan Bale Rante di Kompleks Makam Sunan Drajat Angga Fajar Ramadhan; Djuli Djatiprambudi; I Nyoman Lodra
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v24i2.4791

Abstract

Kompleks makam Sunan Drajat merupakan warisan budaya yang memiliki hubungan dekat dengan periode kehiduan Sunan Drajat. Bale Rante merupakan bangunan berbahan material kayu yang berasal dari kerajaan Majapahit. Memiliki bentuk ragam hias yang unik dan berbeda dengan bentuk ragam hias pada bangunan kompleks makam lainnya. Bale Rante berbetuk joglo beratap limas,  digunakan oleh para Wali Songo untuk berkumpul dan bermusyawarah. Tujuan: mendeskripsikan makna ragam hias yang ada pada bangunan Bale Rante. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisis ikonografi dan ikonologi Erwin Panofsky. Tahap pra ikonografi dilakukan dengan mengkaji bentuk penyusun ragam hias pada bangunan Bale Rante berdasarkan makna faktual dan makna ekspresionalnya. Tahap analisis ikonografi dilakukan dengan mengidentifikasi makna sekunder yang telah dikaji sebelumnya dengan mengaitkan pada tema dan konsep penciptaan sesuai peristiwa atau sejarah ragam hias tersebut diciptakan. Tahap interpreasi ikonologi dilakukan dengan melakukan intuisi sintesis untuk mengungkap makna yang terkandung dalam simbol yang ada pada ragam hias. Hasil penelitian: Bentuk rantai menyimbolkan kesatuan dan pengayoman. Daun ukel menyimbolkan sumber kehidupan dan kebaikan hati. Pohon hayat dan bunga teratai menyimbolkan keabadian dan penyatuan manusia dengan Allah.