Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Efektifitas Komunikasi Vertikal Karyawan di Ruang SDM RSI Ibnu Sina Padang Panjang (Effectiveness of Vertical Communication Employees in HR Space RSI Ibnu Sina Padang Panjang): Komunikasi Vertikal, Efektifitas Komunikasi Silvia Adi Putri; Hendry Wibowo
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Multidisiplin
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58705/jpm.v1i2.71

Abstract

The effectiveness of vertical communication is communication that is characterized by an understanding, can create pleasure, influence attitudes, improve good social relationships, and ultimately lead to an action. The purpose of this study is to determine the effectiveness of vertical communication employess in the SDM room of RSI Ibnu Sina Padang Panjang. The research uses descriptive method which is done by filling questioner as many as 6 respondents. The location of the study was conducted at RSI Ibnu Sina Padang Panjang Hospital, on July 24,2021 to July 31, 2021. Communication of hospital staff of RSI Ibnu Sina Padang Panjang based on IKI result is good value, while based on EKU result is enough. From the results of research can be concluded that the effectiveness of vertical communication employees in the space of SDM RSI Ibn Sina Padang Panjang using the assessment of the scale of assessment of the results of the effectiveness of vertical communication of employees running well because there is still from some point effectiveness vertical communications that have not been met from the results of questionnaires obtained from respondents , one of which is at the time of communicating has not been fully influenced by the feelings of self. It is expected that employees or supervisors at the time of communication are influenced by the feelings themselves.
Gambaran Penilaian Kinerja Karyawan di RSUD Mohammad Natsir Solok Tahun 2022 Miftahul Hidayah; Erpidawati Erpidawati; Silvia Adi Putri
Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP)
Publisher : Laboratorium Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jmiap.v5i2.608

Abstract

Employee performance is less effective because there are employees who don't arrive on time, there are employees who are not in place during working hours, and there is poor communication between employees in the working relationship. The purpose of this study was to describe the quality, quantity, timeliness and work effectiveness of the employees of RSUD Mohammad Natsir Solok. The type of research used is quantitative with a descriptive approach. The population in this study were all employees and the sample obtained using the Slovin formula, namely 80 respondents with a sample collection technique namely quota sampling and the data analysis technique used was univariate data analysis. The results of the study on the description of the quality, quantity, timeliness and work effectiveness of the employees of RSUD Mohammad Natsir Solok is high, although some are still low. For this reason, suggestions that can be submitted are in order to maintain and further improve the performance of the employees of RSUD Mohammad Natsir Solok both in terms of indicators of quality, quantity, timeliness and work effectiveness of employees.
PEMBINAAN POLA HIDUP BERSIH DI PANTI ASUHAN AISYIYAH BATU TABA KABUPATEN AGAM SUMATERA BARAT Yosalli Yosalli; Rantih Adri; Erpidawati Erpidawati; Elsi Susanti; Silvia Adi Putri; Ilham Guswandi; Kurniadi Hidayat; Ahmad Rizki Maulana
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i1.4482

Abstract

PHBS merupakan kependekan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Sedangkan pengertian PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada dasarnya merupakan sebuah upaya untuk menularkan pengalaman mengenai perilaku hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan jalur – jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi. Ada berbagai informasi yang dapat dibagikan seperti materi edukasi guna menambah pengetahuan serta meningkatkan sikap dan perilaku terkait cara perilaku hidup bersih dan sehat. PHBS adalah sebuah rekayasa sosial yang bertujuan menjadikan sebanyak mungkin anggota masyarakat sebagai agen perubahan agar mampu meningkatkan kualitas perilaku sehari – hari dengan tujuan hidup bersih dan sehat
GAMBARAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD M. NATSIR SOLOK TAHUN 2021 ELVIRA JULITA; ERPIDAWATI ERPIDAWATI; SILVIA ADI PUTRI
JURNAL ILMIAH SIMANTEK Vol 7 No 3 (2023): JURNAL ILMIAH SIMANTEK
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the observations of the author are done in RS M. Natsir Solok year 2020 is seen that the dimensions of the quality of health services has been running well malaupun there are still some yet to be done with a good as dimensions of the quality of empaty. The purpose of research to determine the picture quality of health services on an inpatient in a Hospital M. Natsir Solok. This research was conducted quantitatively, the collection of data by koesioner and instrument of data collection used in this research is koesioner. The number of samples ebanyak 30 respondents.The results of the research dimensions of service quality from the 30 respondents said the quality of the Reliability of respondents who said the good as stated that more than half good (7%), and less than half good (23%), the quality of the Responsiveness of respondents who said the good as stated that more than half good (70%), and less than half good 30%, quality Assurance of respondents who said the good as stated that more than half good 77%, and less than half good 23%, the quality of Empaty respondents who said the good as stated that more than half good (67%) and less than half good 33%, the quality of the Tangible respondents who said the good as stated that more than half good 70%, and less than half good 70%.It is concluded that the quality of health services on an inpatient Surgical and Neorologi RSUD M. Natsir Solok of the 30 respondents most of the respondents feel good with a score of 72%, and respondents who feel less well with a score of 28% to service patients hospitalized surgical and neorologi in RS M. Natsir Solok.
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DALAM MEMINIMALKAN RESIKO KECELAKAAN KERJA DI LABORATORIUM RUMAH SAKIT Silvia Adi Putri; Sylvi Nezi Azwita
Menara Medika Vol 6, No 2 (2024): VOL 6 NO 2 MARET 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i2.5207

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan dan kesehatan kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Solok merupakan hal yang utama agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan yang mungkin menimbulkan kerugian. Laboratorium  sebagai salah satu bidang pelayanan kesehatan perlu di perhatikan secara khusus mengenai K3 rumah sakit untuk upaya pencegahan resiko kecelakaan kerja serta  pemakaian APD pada ruang laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Solok. Metode:   menggunakan deskriptif data yang di kumpulkan dalam observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian: penelitian menunjukan kecelakaan kerja pernah terjadi  dilaboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Solok, penyebab kecelakaan kerja terjadi karena faktor manusia. Upaya pencegahan kecelakaan kerja sudah terlaksana, namun pelatiahan K3 yang dilakukan belum maksimal,  pengawasan dilakukan rutin setiap hari oleh kepala ruangan dan sebulan sekali oleh tim K3 yang sudah terlaksana dengan baik, penanganan B3 sudah sesuai standar, petugas sudah mengetahui penanggulangan terhadap resiko kebakaran, pemeliharaan alat yang dilakukan sucara rutin dan pemeliharaannya juga pemakaian APD sudah tersedia. Simpulan: dalam penelitian ini adalah alat pelindung diri seperti pelindung kaki yang di gunakan dalam kondisi kurang layak pakai karena belum memberikan kenyamanan dalam bekerja. Pencegahan kecelakaan dan pemakaian alat pelindung diri di laboratorium sangat berpengaruh terhadap keselamatan dan kesehatan dalam bekerja guna untuk meminimalka resiko terjadinya kecelakaan kerja.
GAMBARAN PELAKSANAAN PROSES ASUHAN GIZI PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. ADNAAN WD PAYAKUMBUH Loli Erlina Oktavia; Silvia Adi Putri; Elsi Susanti
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5353

Abstract

Berdasarkan obervasi awal yang peneliti di RSUD dr.Adnaan WD Payakumbuh, terdapat kendala dalam pelaksanaan proses asuhan gizi pasien rawat inap seperti belum optimal mengumpulan data pasien dan diet gizi pasien tidak berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan proses asuhan gizi pasien rawat inap. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti mewawancarai 4 orang informan kunci untuk mendapatkan hasil penelitian. Analisis data kualitatif berkaitan dengan data kata atau kalimat yang dihasilkan dari objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan proses asuhan gizi pasien rawat inap di RSUD dr.Adnaan WD Payakumbuh dimulai dari: Pertama assesmen gizi. Kedua diagnosis gizi, petugas gizi terkendala dalam menghafal terminologi diagnosis dikarena banyaknya terminologi yang digunakan, serta tidak lengkapnya data pasien sehingga kesulitan dalam melakukan diagnosis. Ketiga, intervensi gizi terdapat kendala pada asupan gizi pasien dikarenakan kurangnya selera makan pasien, pelanggaran diet gizi oleh pasien dikarenakan kurangnya pengetahuan pasien mengenai diet gizi, serta pasien kurang kooperatif dengan petugas konseling gizi sehingga intervensi tidak berjalan dengan baik. Keempat monitoring-evaluasi gizi. Kesimpulan pada penelitian ini didapatkan bahwa pelaksanaan proses asuhan gizi pasien rawat inap oleh petugas gizi di RSUD dr.Adnaan WD Payakumbuh, telah dilaksanakan sesuai standar Kemenkes RI tahun 2013 dalam Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit. Untuk itu diharapkan pihak rumah sakit dapat mempersingkat terminologi yang digunakan dalam mendiagnosis gizi pasien, dan memberikan edukasi kepada pasien mengenai diet gizi serta dampaknya jika melanggar diet gizi tersebut. Kata Kunci : Proses Asuhan Gizi, Pelayanan Gizi, Rawat Inap