Devi Permata Sari
Universitas Muhammadiyah Klaten, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kehamilan Remaja Terhadap Bayi Berat Badan Lahir Rendah devi permata sari
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.473 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i2.87

Abstract

Proses kehamilan dan kelahiran pada masa remaja turut berkontribusi dalam meningkatkan angka kematian perinatal di Indonesia. Kehamilan remaja beresiko besar menimbulkan konsekuensi negative , baik berupa konsekuensi medis (fisik),psikologis maupun social ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kehamilan remaja terhadap bayi berat badan lahir rendah.Penelitian ini merupakan case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan perolehan jumlah sample 92 kelompok kasus dan 92 kelompok control..Uji statistic bivariate menggunakan chi square. Hasil penelitian sebanyak 16.1% kehamilan yang terjadi pada remaja usia ≤ 19 melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan sebanyak 56.9% kehamilan terjadi pada responden bukan remaja atau usia 20-35 tahun dan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Nilai chi square hitung adalah sebesar 17.108 dengan p value sebesar 0.000 (p<0.05). kesimpulan : kehamilan remaja meningkatkan resiko bayi dengan bayi berat badan lahir rendah 0.146 kali dibandingkan dengan usia produktif. Kata Kunci: bayi berat badan lahir rendah, kehamilan remaja 
TINGKAT KEPUASAN PEMASANGAN DAN KENDALA PEMAKAIAN PENGGUNA KB IUD PASCA SALIN Devi Permata Sari; Ivanna Beru Brahmana; Inayati Inayati; Ana Majdwati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v9i2.592

Abstract

Intra Uterine Device (IUD) merupakan alat kontrasepsi dalam rahim yang waktu pemasangannya bisa dilakukan paska persalinan dan interval. Intra Uterine Device paska persalinan (IUDPP) merupakan metode pemasangan atau insersi IUD segera setelah plasenta lahir, yang biasanya dilakukan 10 menit paska pelepasan plasenta. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat kepuasan pemasangan dan kendala pemakaian pengguna KB IUD Pasca Salin. Penelitian ini menggunakan design observasional analitik, pendekatan cross sectional study dari data rekam medis pasien di RSIA ‘Aisyiyah Klaten yang mendapat IUDPP. Sampel yang digunakan adalah 82 presponden. Hasil Penelitian menunjukkan. kendala penggunaan KB IUD PP mayoritas adalah pada haid tidak teratur yaitu sejumlah 44 responden (53.6%). Sedangkan untuk kendala seksual dan nyeri kepala, kelamahan merupakan kendala minoritas pada responden pengguna KB IUD PP yaitu sejumlah 5 responden (6.1%). kepuasan pemasangan KB IUD PP mayoritas adalah pada menandatangai inform consent tanpa paksaan yaitu sejumlah 82 responden (100%). Sedangkan mayoritas responden mearasa tdak puas pada aspek aman dan nyaman selama pemasangan responden pengguna KB IUD PP yaitu sejumlah 17 responden (20.8%).
SEXUAL AWARENESS AND ITS ASSOCIATION WITH HIV/AIDS PREVENTION ATTITUDES AND SEXUAL BEHAVIOR AMONG ADOLESCENTS Devi Permata Sari; Sri Sat Titi Hamranani; Arlina Dhian Sulistyowati
Journal of Vocational Nursing Vol. 7 No. 1 (2026): MAY 2026
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jovin.v7i1.81060

Abstract

Introduction: Adolescence is a transitional phase marked by rapid changes that are not yet matched by mature decision-making skills. Peer influence increases the likelihood of risky behaviors, including unsafe sexual practices. This is exacerbated by low levels of sexual literacy, limited awareness of reproductive health, and a lack of comprehensive sexuality education. According to a report by the United Nations Programme on HIV and AIDS (UNAIDS), approximately 1.9 million adolescent girls and young women aged 15–24 are living with HIV worldwide. This research attempts to examine sexual awareness and attitudes toward HIV/AIDS prevention and sexual behavior. Methods: The research methodology applied was a quantitative correlation study using a cross-sectional approach, involving 150 high school students in Klaten Regency, with a simple random sampling technique. The research instruments included the Sexual Awareness Questionnaire (SAQ), an HIV/AIDS prevention attitude questionnaire, and a sexual behavior questionnaire. Data analysis was performed using Kendall’s Tau test. Results: The results showed that most respondents were aged 15–18 years, with a mean age of 16.87 years. The majority were male (54.7%) and lived with their parents (97.3%). Most respondents demonstrated a moderate level of sexual awareness (72.7%), while attitudes toward HIV/ AIDS risk-reduction measures were predominantly inadequate (51.3%). Nevertheless, the majority reported engaging in safer sexual practices (91.3%). Conclusions: The results indicated no statistically significant association between sexual health awareness and attitudes toward HIV/AIDS prevention (p = 0.237). However, sexual health awareness was significantly associated with sexual behavior (p = 0.009; π = 0.209), suggesting a potential link between awareness and behavioral outcomes.