maria agustina sulistiyowati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Elisabeth

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Response Time Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Ambarawa maria agustina sulistiyowati; Ria Enes Aprilianti; Probowatie Tjondronegoro
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.149 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i1.217

Abstract

Latar Belakang : Response time adalah kecepatan penanganan pasien yang dihitung sejak pasien tiba di pintu IGD sampai dilakukan penanganan dengan standar waktu pelayanan yang diperlukan paling lama 3 (tiga) menit setelah sampai di IGD. Kecemasan keluarga pasien adalah pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan mengenai kekhawatiran atau ketegangan berupa perasaan cemas dan emosi yang dialami keluarga ketika mengantar pasien ke IGD. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan response time dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di IGD.Metode : Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional. Sampel dalam penelitian ini  adalah keluarga yang datang ke IGD sebanyak 93 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengolahan data menggunakan uji Kolmogorov smirnov.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan 90 responden (96,8%) mendapatkan response time baik dan 3 responden (3,2%) mendapatkan response time kurang baik. Keluarga pasien tidak cemas 58 orang (62,4%), cemas ringan 23 orang(24,7%), cemas sedang 11 orang (11,8%), cemas berat 1 orang (1,1%). Analisis uji Kolmogorov smirnov menunjukkan p-value 0,018.Simpulan : Ada hubungan response time dengan tingkat kecemasan keluarga pasienKata kunci : Response time, Kecemasan, Keluarga pasien
Hubungan Lama Menderita Stroke Dengan Kepatuhan Menjalani Fisioterapi pada Pasien Stroke Maria Agustina Sulistiyowati
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v7i2.353

Abstract

Perubahan gaya hidup masyarakat telah menyebabkan terjadinya pergeseran pola penyakit di Indonesia. Sejak tahun 2010 penyakit tidak menular memiliki proporsi lebih banyak dibandingkan penyakit menular.Stroke merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.Sebagian besar pasien stroke (70 –80%) mengalami gangguan gerak berupa kelemahan pada salah satu tubuhnya. Rehabilitasi medis berupa fisioterapi menjadi salah satu pilihan untuk membantu pemulihan pada pasien stroke. Program fisioterapi pada pasien stroke memerlukan waktu yang relatif lama,sehingga diperlukan kepatuhan pasien dalam menjalaninya.Ketidakpatuhan banyak ditemukan pada pasien dengan penyakit kronis, dimana pengobatan membutuhkan jangka waktu yang lama dan  tidak memperlihatkan hasil yang cepat terhadap perubahan kesehatan pasien.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita stroke dengan kepatuhan menjalani fisioterapi. Penelitian ini adalah deskriptif  analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini pasien yang menjalani fisioterapi. Sampel diambil dengan tehnik consecutive sampling. Data diolah menggunakan uji fisher.Responden paling banyak berjenis kelamin laki-laki (53,5%), menderita stroke > 1 tahun (75%), dan patuh menjalani fisioterapi (75%). Hasil uji fisher didapatkan p value 0, terdapat hubungan antara lama menderita stroke dengan kepatuhan pasien menjalani fisioterapi Kata kunci :lama menderita stroke; kepatuhan; fisioterapiTHE RELATIONSHIP OF LENGTH OF STROKE AND THE PHYSIOTHERAPY COMPLIANCE IN STROKE PATIENTS ABSTRACT Changes in people's lifestyles have caused changes in disease patterns in Indonesia. Since 2010 non-communicable diseases have more proportions than infectious diseases. Stroke is one of the biggest causes of death in the world. Most stroke patients (70-80%) experience movement disorders in the form of weakness in one of their bodies. Medical rehabilitation in the form of physiotherapy is an option to help recovery in stroke patients. Physiotherapy program for stroke patients requires a relatively long time, so that patient compliance is required in living it. Non-compliance is found in patients with chronic diseases, where treatment requires a long period of time and does not show rapid results on changes in patient health. This study was aimed to determine the relationship of long-standing stroke with adherence to undergoing physiotherapy. This research was descriptive analytic with cross-sectional approach. The populations in this study were patients undergoing physiotherapy. Samples were taken by consecutive sampling technique. Data were processed using fisher's test. The most respondents are male (53.5%), had a stroke> 1 year (75%), and obediently join physiotherapy program (75%). Fisher test results obtained p value 0, there is a relationship between the length of suffering from stroke with patient compliance undergoing physiotherapy Keywords: long suffered a stroke; physiotherapy; adherence