Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Implementasi Penanganan Pertolongan Persalinan oleh Bidan Pada Masa Pandemi Covid-19 dan Era New Normal Shinta Ika Sandhi; Desi Wijayanti Eko Dewi
Jurnal SMART Kebidanan Vol 8, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v8i1.442

Abstract

Indonesia sedang dalam situasi pandemi COVID-19 dan banyak pembatasan hampir ke semua layanan rutin termasuk pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, hal ini mempengaruhi  jumlah kunjungan  ibu hamil,  adanya anjuran menunda pemeriksaan kehamilan dan kelas ibu hamil, serta adanya ketidaksiapan layanan dari segi tenaga dan sarana prasarana. Pada masa pandemi Covid-19, 62,7 % persalinan ditolong oleh bidan sehingga bidan diharapkan mampu memberikan pelayan yang baik sekaligus melakukan proteksi diri agar tidak tertular. Tujuan penelitian ini mengetahui implementasi penanganan pertolongan persalinan oleh bidan pada masa pandemi Covid-19 dan era new normal dilihat dari karakteristik, prosedur pertolongan persalinan, proses pertolongan persalinan dan kendala dalam pertolongan persalinan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan analisa pendekatan studi kasus. Penentuan sample dilakukan secara purposive sampling. Informan berjumlah 5 orang bidan yang bekerja di puskesmas PONED. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam.  Hasil Penelitian ini didapatkan bahwa implementasi pertolongan persalinan yang dilakukan bidan  dimasa pandemi Covid-19 dan era new normal sudah sesuai dengan aturan pelayanan puskesmas pada masa pandemi Covid-19. Adapun beberapa kendala yang dihadapi bidan diantaranya penggunaan APD level 3, keadaan ruang yang tidak ada sirkulasi udara dan sulitnya  rumah sakit rujukan untuk ibu bersalin dengan hasil swab postif Covid-19.Kata Kunci : implementasi; persalinan; bidan; Covid-19 Implementation of Delivery Handling by Midwife During The Covid-19 Pandemic and  The New Normal  ABSTRACTIndonesia is currently in a COVID-19 pandemic situation and there are many restrictions on almost all routine services including maternal and neonatal health services, this affects the number of visits by pregnant women, there are recommendations for postponing pregnancy check-ups and classes for pregnant women, as well as the unpreparedness of services in terms of personnel, facilities and infrastructure. During the COVID-19 pandemic, 62.7% of deliveries were assisted by midwives so that midwives were expected to be able to provide good service and at the same time protect themselves from being infected. The purpose of this study was to determine the implementation of Delivery Handling of Childbirth by Midwives during the Covid-19 Pandemic Period and the New Normal Era seen from the characteristics, delivery assistance procedures, delivery assistance processes and obstacles in delivery assistance. This research was a descriptive qualitative research using case study approach analysis. Determination of the sample is done by purposive sampling. The informants were 5 midwives who worked at the Basic Emergency Neonatal Obstetric Service Training health center. Data collection was obtained by in-depth interviews. The results of this study found that the implementation of delivery assistance carried out by midwives during the Covid-19 pandemic and the new normal era was in accordance with the rules of health center services during the Covid-19 pandemic. There were several obstacles faced by midwives including the use of level 3 PPE (personal protective equipment), room conditions that had no air circulation and the difficulty of referral hospitals for maternity mothers with positive COVID-19 swab resultsKeywords: implementation; childbirth; midwife; Covid-19 
Implementation of Sustainable Development in Girimekar Village Through Health Education in Waste Management Nur Intan Hayati Husnul Khotimah; Mela Mustika Sari; Desi Wijayanti Eko Dewi; Intan Yusita; Mia Nisrina Anbar Fatin; Siti Adlin Nuryesa
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i1.3071

Abstract

Waste management is important because waste and waste generated from human activities can be a source of disease. Garbage is a serious problem for society. In Cigiringsing village RW 16 Girimekar Village has a community called KSM Puspa Berdikari which has made every effort so that the volume of waste can be reduced, the efforts made still need support in terms of proper waste management and have a sale value and are safe for health. Proper management starts from the use of personal protective equipment when processing waste, sorting organic/inorganic waste and utilizing waste into goods of economic value. Inappropriate management can have a negative impact on health, therefore through KSM partners Puspa Berdikari health education is carried out as a form of implementing sustainable development through health education and waste management, namely processing waste into eco enzymes. This is done to improve public health and environmental quality which is closely related to the lifestyle and culture of the community itself and to make waste a resource that can be utilized in a sustainable manner. Therefore, waste management requires community participation. The most effective method used is promotive action in the form of counseling and simulations to provide learning experiences for individuals and communities in order to influence positive behavior in order to maintain, maintain and improve health so that it is effective in efforts to manage waste in a sustainable manner.
Edukasi Gaya Hidup, Pola Jajan Sehat dan Pemberian Jus Abc (Apple Bit Carrot) untuk Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Antri Ariani; Desi Wijayanti Eko Dewi; Anne Yuliantini; Rizki Siti Nurfitria; Asep Mulyana; Ermilda Ermilda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8970

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan masalah gizi di dunia, terutama di Negara berkembang termasuk Indonesia. Menurut WHO prevalensi anemia pada wanita di Indonesia yaitu sebesar 23,9%, yang terbagi dari prevalensi anemia pada wanita umur 5-14 tahun sebesar 26,4% dan umur 15-25 tahun sebesar 18,4%. Remaja putri berisiko sepuluh kali untuk menderita anemia dibanding dengan remaja putri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untk memberikan edukasi pemahaman anemia, memberikan edukasi mencegah anemia dengan mengubah gaya hidup dan pola jajan dan memberikan edukasi mengobati anemia pada remaja. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu, 26 November 2022 di ruang aula SMA Darul Fatwa, Jatinagor, Sumedang, Jawa Barat, yang dihadiri oleh 124 orang remaja putri,kegiatan dalam bebrapa tahapan yaitu identifikasi kebutuhan mitra, perancangan kegiatan, pembuatan produk, uji operasi, pendampingan operasional dan penerapan iptek kepada mitra. Kegiatan Pengabian didapatkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia berdasarkan nilai rata-rata pre test 42,3±11,8 naik menjadi  64,7±9,7 saat post test,  materi gaya hidup sehat nilai rata-rata pre test 46,3±17 naik menjadi 63,6±9,3 saat post test, tidak ada remaja putri yang mengalami anemia, semua remaja putri sudah diajarkan tentang pembuatan jus ABC (Apple Bit Carrot) dan bersedia minum jus. Edukasi pemahaman anemia edukasi mencegah anemia dengan mengubah gaya hidup dan pola jajan dan memberikan edukasi mengobati anemia pada remaja telah terlaksana secara efektif, Terdapat peningkatan pemahaman siswi SMA Darul Fatwa mengenai materi anemia, gaya hidup, dan pola jajan sehat. Kata Kunci: Edukasi, Anemia, Pola Jajan Sehat  ABSTRACT Anemia is a nutritional problem in the world, especially in developing countries including Indonesia. According to WHO the prevalence of anemia in women in Indonesia is 23.9%, which is divided into the prevalence of anemia in women aged 5-14 years of 26.4% and 15-25 years of age of 18.4%. Young women are ten times at risk for suffering from anemia compared to young women. This service activity aims to provide education on understanding anemia, provide education on preventing anemia by changing lifestyles and eating patterns and provide education on treating anemia in adolescent. This activity was held on Saturday, 26 November 2022 in the hall room of Darul Fatwa High School, Jatinagor, Sumedang, West Java, which was attended by 124 young women, activities in several stages, namely identifying partner needs, designing activities, making products, testing operations, operational assistance and application of science and technology to partners. Community Service activities found that there was an increase in knowledge of young women about anemia based on an average pre-test score of 42.3 ± 11.8, increasing to 64.7 ± 9.7 during the post-test, healthy lifestyle material pre-test average value of 46 .3 ± 17 increased to 63.6 ± 9.3 during the post test, no young women experienced anemia, all young women had been taught about ABC (Apple Bit Carrot) juice making and were willing to drink juice. Education on understanding anemia, education on preventing anemia by changing lifestyles and eating patterns and providing education on treating anemia in adolescents has been carried out effectively. There is an increased understanding of Darul Fatwa High School students regarding anemia, lifestyle and healthy snacking patterns. Keywords: Education, Anemia, Healthy Snack Patterns
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Imunisasi TT Dengan Status Imunisasi TT Ibu Hamil Desi Wijayanti Eko Dewi
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 8 (2023): September
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8341688

Abstract

Masalah kesehatan ibu dan anak masih akan menjadi prioritas utama di antara masalah kesehatan lainnya. Wanita hamil kadang tidak memanfaatkan fasilitas perawatan kesehatan yang ada secara optimal, salah  satunya  terlihat  dari  rendahnya  cakupan  imunisasi  TTI. munisasi Tetnus Toksoid (TT)  merupakan suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus, sehingga dapat menvegah terjadinya Tetanus neonatorum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT dengan status imunisasi TT ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan accidental. Tehik Analisa data menggunakan chi-square degan uji alternative fisher exacts test. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua ibu hamil yang sudah mendapatkan imunisasi TT. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 35 ibu hamil. Hasil penelitian dari 35 responden tingkat pendidikan ibu hamil sebagian besar pendidikan menengah yaitu 18 responden (51,4%), pengetahuan ibu sebagian besar baik yaitu 23 responden (65,7%), status imunisasi TT ibu hamil sebagian besar lengkap yaitu 24 responden (68,6%). Berdasarkan uji statistik chi square, ada hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT dengan status imunisasi TT ibu hamil dengan nilai p value = 0,000 < α = 0,05.
Pengaruh Konsumsi Kurma terhadap Involusi Uteri pada Ibu Postpartum Desi Wijayanti Eko Dewi; Shinta Ika Sandhi; Shinta Ayu Nani
Midwifery Care Journal Vol 6, No 1 (2025): January
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v6i1.12337

Abstract

 Postpartum stage starts once the baby was delivered and lasts until the genital area reverts to its pre-pregnancy condition. This process was referred as uterine involution. The speed of uterine involution is influenced by the walking stage, nutritional condition, age, number of pregnancies, and breastfeeding situation. Jujubes are rich in vitamins including riboflavin, biotin, thiamine, folic acid, and ascorbic acid, in addition to calcium, iron, copper, cobalt, magnesium, fluoride, manganese, phosphorus, and potassium. Expectant mothers are recommended to consume jujubes during the later phases of pregnancy to boost oxytocin levels and enhance uterine contractions post-delivery. Higher levels of maternal oxytocin following delivery may affect uterine contractions. Proper control of uterine contractions can ensure that postpartum uterine involution occurs smoothly and that uterine atony is prevented. The purpose of this research was to assess the impact of date consumption on uterine involution in mothers after childbirth. This was a quasi-experimental research with a post-test design that included a control group. The participants in the study comprised 30 mothers who had recently given birth. Participants divided into two groups: the intervention group that consumed dates fruit and the control group that did not consume dates. Results showed that there was a difference in the average uterine involution of those who consume dates and those who did not consume dates. The group that consumes dates tends have a faster uterine involution process compared to the group of respondents who do not consume dates. Suggestions to postpartum women to consume dates after delivery.
Pemberdayaan Keluarga dan Penguatan Peran Kader dalam Identifikasi Resiko Tinggi Maternal dan Neonatal sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi di Desa Pucangrejo Shinta Ika Sandhi; Desi Wijayanti Eko Dewi; Jumiatun; Pujiati Setyaningsih; Shinta Ayu Nani
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol6.iss2.387

Abstract

Community health cadres play a pivotal role as mediators between primary healthcare facilities and the community, particularly in strengthening preventive health programs. Continuous training is essential to enhance their competencies. Additionally, improving maternal health requires comprehensive education through dedicated maternal classes covering pregnancy management, childbirth, postpartum care, neonatal care, and screening for high-risk conditions. This community service program aimed to strengthen the capacity of health cadres and pregnant women in early detection of high-risk factors to prevent maternal and neonatal complications. Separate training sessions were conducted for 19 cadres and 10 pregnant women, using interactive lectures, participatory discussions, and hands-on practice. Pre- and post-training evaluations demonstrated significant improvement: the proportion of cadres with “good” knowledge increased from 63.2% to 84.2%, while pregnant women improved from 90% to 100%. These findings indicate that cadre training and maternal classes effectively enhance health literacy and strengthen the role of community health cadres at the village level.
APLIKASI EXTRA VIRGIN OLIVE OIL (EVOO) PADA PERAWATAN PAYUDARA IBU NIFAS SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TRAUMA PUTING DAN PENINGKATAN PRODUKSI ASI DI DESA PURWOKERTO WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATEBON Maria Stefania; Iin Wiranti; Widyah Setiyowati; Desi Wijayanti Eko Dewi
Jurnal Kebidanan VOLUME 18, NO.01 JUNI 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v18i01.994

Abstract

Abstrak : Masa nifas merupakan periode penting yang menentukan keberhasilan menyusui. Trauma puting susu dan rendahnya produksi ASI menjadi penyebab utama kegagalan pemberian ASI eksklusif. Extra Virgin Olive Oil (EVOO) mengandung asam oleat, polifenol, squalene, dan vitamin E yang memiliki sifat emolien, antiinflamasi, dan antioksidan sehingga berpotensi mencegah trauma puting serta meningkatkan produksi ASI. Data WHO tahun 2023 menunjukkan cakupan ASI eksklusif global masih di bawah target 50%, sedangkan Kementerian Kesehatan RI tahun 2025 melaporkan cakupan ASI eksklusif di Indonesia mencapai 72,3%, dengan trauma puting sebagai salah satu penyebab penghentian menyusui dini. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi berjumlah 35 ibu nifas, dengan 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan melalui aplikasi EVOO pada payudara dua kali sehari selama tujuh hari. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi kondisi puting, skala nyeri NRS, dan catatan frekuensi menyusui. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai P=0,000 (p<0,05), yang berarti pemberian EVOO secara signifikan menurunkan trauma puting dan meningkatkan produksi ASI. EVOO dapat direkomendasikan sebagai alternatif perawatan payudara alami pada ibu nifas. Kata Kunci: Extra Virgin Olive Oil (EVOO), Perawatan Payudara, Trauma Puting, Produksi ASI, Ibu Nifas
Efektifitas Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Implementasi Integrasi Layanan Primer Desi Wijayanti Eko Dewi; Shinta Ika Sandhi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.845

Abstract

Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan bagian paling penting dalam melakukan transformasi sistem kesehatan di layanan primer. ILP mulai diterapkan di beberapa Kabupaten di Indonesia oleh Kemenkes melalui Dirjenkesmas bekerja sama dengan organisasi pendukung lainnya. Tujuan utama ILP untuk meningkatkan cakupan dan jangkauan intervensi layanan primer. Peran kader posyandu dalam program ini sangat penting sehingga peningkatan kompetensi kader posyandu harus di perhatikan salah satunya dengan pelaksanaan pelatihan yang diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam integrasi layanan primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan dalam peningkatan pengetahuan, sikap dan ketrampilan kader dalam implementasi program ILP. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis   quasy   eksperiment    dengan    desain    penelitian    one-groups    pre-test    post-test    design. Sebagai populasi adalah kader posyandu, sampel dalam penelitian ini menggunakan total populasi yaitu semua kader posyandu yang mengikuti pelatihan sejumlah 82 orang. Hasil penelitian dianalisis menggunakan paired samples test, didapatkan pelatihan kader efektif dilakukan untuk meningkatakan pengetahuan, sikap dan ketrampilan kader posyandu berdasarkan hasil p value < 0,005.  Sebagai kesimpulan pelatihan kader efektif meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan kader posyandu dalam pelaksanaan integri layanan primer sehingga pelatihan kader posyandu penting untuk selalu diadakan secara berkala dan melakukan evaluasi guna memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas pelayanan posyandu.