Hery B. Cahyono
Universitas Muhammadiyah Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komunikasi Antarbudaya: Akulturasi Bahasa dalam Masyarakat Pendalungan Kabupaten Jember Yunia Permadani Putri Efendi; Hery B. Cahyono
MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2019): Mediakom Vol 03, No 01, Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mdk.v3i1.2407

Abstract

This study aims to determine the acculturation of inter-ethnic Javanese language and ethnic Madurese in Jember regency. This study uses qualitative research methods in descriptive form. The author raises the theme of acculturation Pendalungan culture is based on observations in the community of Pendalungan Jember which uses two languages at once when communicating. This uniqueness is the attraction of this new culture to be studied. Javanese culture and Madurese culture that merge into one and form a new culture gives color to cultural diversity in Indonesia. This unique Pendalungan dialect is only found in Jember Regency. The problem in this research is how the acculturation of Javanese language and Madurese language in Pendalungan culture, Factors that influence the occurrence of acculturation of Javanese and Madurese languages in Pendalungan culture, obstacles to the acculturation of Javanese and Madurese languages in Pendalungan culture. The results of this study indicate that the acculturation of Javanese and Madurese languages occurs due to migration of residents from other regions to Jember Regency. The cause of the acculturation of Javanese and Madurese languages in Jember is due to historical factors, social and economic contacts. Some obstacles to the acculturation of Javanese and Madurese languages in Jember are ethnocentric, native cultural backgrounds, and languages
Adaptasi Komunikasi Mahasiswa Asal Indonesia Di Turki Dalam Menghadapi Culture Shock Kamila Izzatun Nisa; Hery B. Cahyono
Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta Vol. 3 No. 1 (2023): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/trilogi.v3i1.55

Abstract

Banyak pelajar Indonesia meninggalkan negaranya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri. Alasan utamanya adalah bahwa mereka ingin memiliki pengalaman baru dan menerima pendidikan berkualitas tinggi dalam skala global. Salah satu tujuannya yakni Negera Turki. Terdapat 2.673 mahasiswa Indonesia di Turki. Namun budaya Turki dan Indonesia berbeda satu sama lain dalam berbagai hal, termasuk komunikasi dan bahasa, pakaian dan penampilan, makanan, perbedaan musim, nilai dan konvensi, serta sikap dan kepercayaan. Perbedaan-perbedaan inilah yang akan menimbukan gegar budaya atau yang sering disebut culture shock. Tidak siap menghadapi perbedaan akan menghasilkan berbagai reaksi yang belum pasti sama setiap orang. Sehingga, peneliti ingin mengetahui bagaimana penyesuaian diri mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di Turki. Sekaligus mengetahui hambatan yang dialami mahasiswa Indonesia di Turki. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan yakni penyesuaian diri yang dikemukakan oleh Schneiders. Penyesuaian diri merupakan teori yang sesuai dengan penelitian ini karena dalam prosesnya terdapat proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungan barunnya. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa  para mahasiswa Indonesia dapat melewati tahap penyesuaian diri. Proses penyesuaian diri tidak serta merta dengan mudah mereka lewati. Dari 5 aspek yang digunakan dalam penelitian ini, para mahasiswa Indonesia memulai dari tahap ketahap untuk mecapai puncak penyesuaian diri. Hambatan yang dialami mahasiswa Indonesia di Turki yakni dari segi bahasa, perilaku dan budaya