Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENTINGNYA KETRAMPILAN MENDENGAR DALAM MENCIPTAKAN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF Titus Indrajaya
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.01 KB) | DOI: 10.52643/jam.v6i1.183

Abstract

Komunikasi merupakan kunci terpenting dalam membangun hubungan baik antar setiap individu. Komunikasi yang efektif sangat bergantung pada ketrampilan seseorang dalam mengirim maupun menerima pesan. Kita menyaksikan begitu banyak proyek atau program perusahaan macet ditengah jalan hanya gara-gara dis-komunikasi para anggotanya. Masalah yang paling sederhana dan sering muncul itu di karenakan kurangnya  keterampilan mendengarkan dalam berkomunikasi. Keterampilan mendengarkan seharusnya mengiringi keterampilan bertanya dalam komunikasi yang efektif. Karena sebaik apa pun komunikasi terhadap seseorang tanpa diiringi dengan kemampuan mendengar maka komunikasi tidak efektif. Kemampuan mendengarkan secara aktif diartikan sebagai proses pemahaman secara aktif untuk mendapatkan informasi, dan sikap dari pembicara yang tujuannya untuk memahami pembicaraan tersebut secara objektif. Komunikasi efektif adalah suatu kegiatan pengiriman makna (pesan) dari seorang individu ke individu yang lain di mana kegiatan tersebut dapat menghasilkan manfaat bagi kedua belah pihak. Komunikasi Efektif, inilah yang menjadi permasalah orang Indonesia sekarang mereka masih awam terhadap budaya komunikasi Efektif dan kurangnya ketrampilan mendengar dalam berkomunikasi yang mengakibatkan mereka lebih banyak “berpendapat untuk mengemukakan masalah” daripada “berpendapat untuk memecahkan masalah”. Tujuanpenelitian mengetahui pentingnya ketrampilan mendengar dalam menciptakan komunikasi yang efektif.Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang di dasarkan pada data sekunder. Membangun komunikasi yang efektif, setidaknya kita harus: (1) Berusaha benar-benar mengerti orang lain (emphatetic communication), (2) Memenuhi komitmen atau janji, (3) Menjelaskan harapan atau rencana yang akan di lakukan, (4) Meminta maaf denga tulus ketika membuat kesalahan, (5) Memperlihatkan integritas pribadi. Kata Kunci: keterampilan mendengar, komunikasi efektif
PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN UMKM KOTA TANGERANG SELATAN Djaja Sampoerna; Sakti Brata Ismaya; Titus Indrajaya
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.112 KB) | DOI: 10.52643/jam.v8i2.273

Abstract

ABSTRAKUsaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan bagian penting perekonomian suatu negara atau daerah. dan telah mendorong banyak negara termasuk Indonesia mengembangkan UMKMnya, dengan 3 (tiga) alasan (Barry dalam Rahayu. 2005), yaitu (1) kinerja UMKM cenderung lebih baik dan produktif; (2) dinamika, UMKM sering mencapai peningkatan produktivitas melalui investasi dan perubahan teknologi; (3) UMKM memiliki keunggulan fleksibilitas dari pada usaha besar (Berry dalam Rahayu 2001). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui upaya pengembangan potensi unggulan produk, pengembangannya dan alternatif yang dijadikan produk unggulan serta pemahaman keunggulan produk UMKM  di kota Tangerang selatan. Metode penelitian menggunakan survey dengan analisis deskriptif sederhana, data primer, data sekunder dan sampel berjumlah 16 responden. (diambil dari Dinas Koperasi UKM dan Asosiasi Industri Pelaku Usaha, Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Tangerang Selatan, dan alat bantu kuesioner. Hasil penelitiannya 1). direkomendasikan Walikota Tangerang Selatan dalam seminar ilmiah berskala nasional sehingga berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan, bagaimana suatu produk tercipta baik dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. 2). diwujudkannya: kampung IKM (Industri Kecil Menengah), KSU (Koperasi Serba Usaha) Cipta Boga, koperasi UMKM Mandiri, kampung UKM Digital dan program pembinaan usaha kecil (PKBL) oleh BNI. Potensi pengembangan produk unggulan yang berpeluang besar sebanyak 892 buah usaha tahun 2014 didominasi industri makanan : 335 buah usaha (51,8%) dan industri pakaian jadi sebanyak 263 buah usaha. Kecamatan dengan UMKM terbanyak adalah Pondok Aren yaitu 278 buah usaha, selanjutnya berkembang jadi 1708 UMKM tahun 2017, dan tetap didominasi usaha makanan, simpulan: dari 16 responden yang menjawab Setuju (S), Sangat Setuju (SS) dan Tidak Setuju (TS), terdiri dari :Untuk pengembangan produk unggulan  UMKM kota Tangerang selatan, yang memberikan pernyataan (S), (SS) dan (TS) adalah : 1). untuk “Kepemilikan program unggulan” terdapat 10 responden (62%) menyatakan S, dan 4 (25%) menyatakan SS. 2). Untuk “produk unggulan” : 14 responden (87,5%) menyatakan S, 2 responden (12,5%) menyatakan SS, 3). Untuk “program  pembinaan dan pengembangan potensi produk unggulan”: 10 responden (62%) menyatakan S, 5 responden (31%) SS dan 1 responden(7%) menyatakan TS. 4). Untuk “evaluasi terhadap produk yang akan menjadi produk unggulan (program evaluasi prestasi): 9 responden (56,25%) menyatakan S, 6 responden (37,5%) menyatakan SS, dan 1 responden (6,25%) menyatakan TS. 5). Untuk “program percepatan promosi”: 8 responden (50%) menyatakan S, 6  responden (37,5%) menyatakan SS, dan 2 responden (12,5%) menyatakan TS. 6). Untuk “Strategi  pemasaran rutin”,: 9 responden (56%) menyatakan S, 5 responden (31%) menyatakan SS dan 2 responden (13%) menyatakan TS. 7). Untuk “Strategi pemasaran melalui web site”:  10 responden (62,5%) menyatakan S, 6 responden (37,5%) menyatakan SS, 8). Untuk “Program Pemda memiliki koordinasi event-event”: 10 (62,5%) menyatakan S, 5 responden (31%) menyatakan SS dan 1 responden (6,25%) menyatakan TS. 9). Untuk “kerja sama promosi dengan stakeholder”: 13 responden (81%) menyatakan S, dan 3 responden (18,75%) menyatakan SS, 10). Untuk “adanya sosialisasi dan penyuluhan kepada pemuda dan masyarakat”: 11 responden (64,7%) menyatakan S dan 5 responden (31,25%) menyatakan SS, 11). Untuk “Program branding produk UMKM”: 8 responden (50%) menyatakan S dan 8 responden (50%) menyatakan SS. 12). Untuk “promosi ke pasar nasional dan internasional”: 10 responden (62,5%) menyatakan S dan 6 responden (37,5%) menyatakan SS. 13). Untuk “Tidak ada program peningkatan dari asosiasi”: 10(62,5%) menyatakan S dan 6(37,5%) menyatakan SS. 14). Untuk “tidak adanya permintaan produk dari konsumen”: 9 (56%) menyatakan TS, dan 7 (43,75%) S (jadi dengan online). 15). Untuk “tanpa asosiasi, konsumen dapat menikmati produk”: 8 (50%) menyatakan TS dan 8 (50%) menyatakan S. 16). Untuk  “ada kesadaran masyarakat mengembangkan produk” (dengan branding dan pameran): 14 (87,5%) menyatakan S dan 2 (12,5%) menyatakan SS. 17). Untuk “masyarakat terlibat dalam promosi keunggulan produk”: 12 responden (75%) menyatakan S, 2 responden (12,5%) menyatakan SS dan 2 responden lagi (12,5%) menyatakan TS. 18). Untuk “adanya toko yang menjual produk UMKM lengkap”: 12 (75%) menyatakan S, 3 responden (18,75%) menyatakan SS dan 1 (6,25%) responden menyatakan TS. 19). Untuk “perlunya perbaikan produk UMKM”: 12 responden (75%) menyatakan S dan 4 responden (25%) menyatakan SS. 20).  Untuk “ada kelengkapan fasilitas di kantor pengelola toko”: 13 (18,25%) menyatakan S, 2 (12,5%) menyatakan SS dan 1 (6,25%) menyatakan TS. 21). Untuk “ketersediaan laporan keuangan”: 11 (68,75%) menyatakan S, 5 responden (31%) menyatakan TS. 22). Untuk “koordinasi usaha saat ini “: 12 responden (75%) menyatakan baik dan 4 responden (4%) menyatakan tidak baik. untuk “kemudahan akses permodalan ke perbankan”: 12 responden (75%) menyatakan tidak mudah dan 4 (25%) menyatakan dapat dengan agunan.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Penelitian Pada PT. Arya Meika Trans Jakarta) kalistus gaudeanus; Titus Indrajaya; Amri Piguno
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v9i2.668

Abstract

Banyaknya perusahaan atau penduduk yang menggunakan jasa pengiriman  barang, telah membuat perusahaan jasa pengangkutan barang ini menjadi sangat penting. Dimana proses pengangkutannya dilakukan melalui darat, laut, dan udara, guna menunjang kelancaran arus peredaran barang dari satu tempat ke tempat lain,yang diharapkan dapat menunjang suksesnya pembangunan nasional kini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Arya Meika Trans Jakarta. Jumlah sampel penelitian adalah 57 orang karyawan PT. Arya Meika Trans Jakarta. Metode analisis data menggunakan data primer, data sekunder, skala likert, Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji asumsi klasik dan uji regresi linear berganda dengan uji t, uji f dan koefisien determinasi (R2).  Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa gaya kepemimpinan dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan F hitung (4,684) > F tabel (3,16) dengan tingkat signifikansi di bawah 0,05. Selain itu, gaya kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, di mana gaya kepemimpinan didapat t hitung (2,964) > t tabel (2,005) dan untuk motivasi kerja diperoleh t hitung (-1,021) < t tabel (2,005). Hasil penelitian ini menginformasikan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dan motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN UNTUK MENABUNG BRI SIMPEDES DI BRI UNIT CIPAYUNG Eka Septianan L; Titus Indrajaya
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.399 KB) | DOI: 10.52643/jam.v8i1.248

Abstract

ABSTRAKKemajuan teknologi saat ini, membuat persaingan bisnis semakin ketat. Oleh karena itu setiap perusahaan berlomba-lomba melakukan inovasi terhadap produk yang dimiliki agar membangun produk  terbaik bagi konsumen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh motivasi terhadap keputusan konsumen untuk menabunin g di produk tabungan BRI Simpedes pada BRI unit Cipayung. Metode penelitian kuantitatif, desain crossectional, sampel penelitian berjumlah 98 responden, dengan teknik accidental sampling, menggunakan data primer, data sekunder, analisis uji validitas dengan rumus Pearson product moment, uji reliabilitas  rumus Spearman Brown, uji korelasi, koefisien determinasi. Hasil penelitian untuk uji validitas adalah t hitung > t tabel (0,463 > 0,199), dan uji reliabilitas t hitung >  t tabel (0,606 > 0,199), dan untuk hasil uji korelasi diperoleh: 0,485, bernilai sedang, artinya ada hubungan antara motivasi terhadap keputusan konsumen. Hasil  koefisien determinasi (Kd) = 23,5%, artinya pengaruh motivasi terhadap keputusan konsumen adalah 23,5%, dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil uji hipotesa diperoleh t hitung > t tabel (4,777 > 1,96), artinya Ho ditolak dan Ha diterima yaitu ada pengaruh motivasi terhadap keputusan konsumen.  Kesimpulan ada pengaruh motivasi terhadap keputusan konsumen menabung di BRI Cipayung sebesar 23,5%. Saran BRI unit Cipayung dapat mempertahankan nasabah dan meningkatkan pelayanan melalui  jaringan online yang baik agar tidak sering terjadi off line, serta mempermudah pelayanan kepada nasabah. Kata kunci: motivasi, keputusan konsumen ABSTRACT                    Advancement in bank technology today was making business competition increasingly tight. Therefore every company is competing to make product innovation in order to develop best product for consumer. The purpose of this study to determined and analyzed the influence of motivation on consumer decisions to save their money in BRI Simpedes at BRI Cipayung.  Research quantitative, crossectional design, sampling 98 respondents used accidental sample technique. This research used primary data, secondary data, validity test with Pearson product moment formula, reliability test Spearman Brown formula, correlation test, coefficient of determination, and hypothesis test. The result of the research for the validity test is t count> t table (0,463> 0,199), and reliability test t count> t table (0,606> 0,199), and for correlation test result obtained: 0,485, medium value, meaning there was relation between motivation to decision consumer. Result of coefficient of determination 23,5%, meaning influence of motivation to consumer decision was 23,5%, and the rest influenced by other variable not examined in this research. Hypothesis test results obtained t arithmetic> t table (4.777> 1.96), meaning Ho was rejected and Ha accepted that there is influence of motivation to costumer decisions.  Conclussion there was influence betweem motivation to costumer to save money in BRI Cipayung. BRI can retain customers and improve services through good online network to avoid frequent off line, as well as facilitate service to customers. Keywords: motivation, costumer decision
Pemberdayaan Kewirausahaan Mahasiswa Pada Industri Kreatif Titus Indrajaya
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.154 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v3i1.377

Abstract

Banyaknya angka pengangguran terdidik dari kalangan intelektual yang sudah lulus sekolah menengah kejuruan, sekolah menengah atas sampai dengan lulusan perguruan tinggi, karena masih berorientasi dengan mencari pekerjaan, bukan menciptakan lapangan pekerjaan, dan itu terjadi pada semua jenjang pendidikan, baik ditingkat sekolah menengah atas maupun di tingkat perguruan tinggi. Saat ini sudah ada mata pelajaran/mata kuliah Kewirausahaan yang diberikan pada saat siswa/mahasiswa. Pemberdayaan mahasiswa Semester V (lima) Universitas Respati Indonesia, Jakarta Timur dengan pemahaman lebih mendalam serta terjun langsung pada Industri Kreatif yang ada Jakarta Timur. Dengan metode partisipasif dan praktik langsung serta pemberian motivasi dan pengetahuan kewirausahaan secara mendalam dan langsung, diharapkan dapat menambahan minat dan wacara mahasiswa dalam mempersiapkan diri menjadi wirausahawan.Kata Kunci : Pemberdayaan, Pelatihan keterampilan, peluang Usaha
ENTREPRENEURIAL MANAGEMENT IN THE DEVELOPMENT PATTERN OF MICRO, SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES (MSMES) BASED ON THE DIGITAL CREATIVE ECONOMY IN MEKARJAYA VILLAGE, SUKMAJAYA DISTRICT, DEPOK CITY: MANAJEMEN WIRAUSAHA PADA POLA PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) BERASIS DIGITAL EKONOMI KREATIF DI KELURAHAN MEKARJAYA, KECAMATAN SUKMAJAYA, KOTA DEPOK Sri Yulianti; Titus Indrajaya; Mei Supriyani; Maya Sova; Septi Nur Aliva; Arif Ferdiansyah
Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development Vol. 2 No. 3 (2022): Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Developme
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijecsed.v2i3.84

Abstract

This Community Service (PKM) is to educate about the science of digital-based entrepreneurial management, the creative economy of MSME actors. In the post-pandemic period, many problems are faced by the micro-scale community, especially business actors, it is still difficult to market their products and capital, seeing these problems it is necessary to have this PKM activity, with steps that entrepreneurship can take to empower business actors in the pattern of development. Creative Economy based on digital marketing. The method used is a qualitative data analysis method and a data collection tool with training and interviews. This community service is an effort to manage entrepreneurship (entrepreneurship) for micro-scale businesses based on digital creative economy. Digitization by means of independence and registration of business entities, while economic digitization can be achieved by participating in offline training, doing online marketing on digital applications, obtaining online business success tips through digital marketing media.In this community service by conducting comprehensive training and socialization to the wider community to all corners of the village or sub-district about the ease of online business for MSME Creative Economy business actors, business actors are always active in programs from both the government and the private sector to support increased income for the community. the community, especially MSME Creative Economy business actors, to immediately switch to social media or digitization consistently to optimize facilities in the pattern of creative economy development. Thus, the Social Piety Index will be realized from community entrepreneurship in the Mekarjaya Village, Sukmajaya, Depok City
Peningkatan Literasi Digital dan Akses Pengadaan Pemerintah Melalui Pemanfaatan E-Katalog Versi 6 pada UMKM: Studi Kasus Bakso Patih: Pengabdian Tina Rosa; Titus Indrajaya; Antyo Pracoyo; Prihandono; Nurminingsih; Serapion Tito Tricahyono; Sri Damayanti; Ravel Anwar; Sri Mega; Alya Ariana Sunardi; Ating Supriyadi; Fg Jamborette Lumban Gaol; Fairuzziah Anggraini; Wahyu Hastanto; Iwan Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7332

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam menghadapi transformasi digital, terutama terkait rendahnya literasi pemasaran digital, literasi keuangan, serta keterbatasan akses terhadap pasar pengadaan pemerintah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui workshop bertema “Building Future-Ready Communities: Harmonisasi Literasi Keuangan serta Penguatan Kesehatan dan Bisnis UMKM” yang bertujuan meningkatkan kapasitas usaha UMKM agar lebih adaptif, berkelanjutan, dan kompetitif di era ekonomi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Jumlah peserta pre-test sebanyak 36 orang dan post-test sebanyak 38 orang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta dari 3,64 menjadi 4,13 pada skala Likert 1–5 atau meningkat sebesar 13,4%. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman Katalog Elektronik Versi 6 sebesar 24,1%, diikuti pemahaman pengadaan pemerintah dan e-purchasing sebesar 17,2%. Kegiatan ini juga menghadirkan studi kasus Bakso Patih sebagai contoh UMKM yang telah menerapkan legalitas usaha, sertifikasi halal, dan perlindungan hak paten produk.
The Influence of the 7P Marketing Mix (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence) on Patient Loyalty Monalisa Putri Eka Berti; Tri Budi Wahyuni Rahardjo; Titus Indrajaya; Siti Maemun; Aninda Dinar Widiantari
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i3.984

Abstract

The increasing number of hospitals in Jakarta reflects the high demand for healthcare services, which, in turn, may intensify competition. On the other hand, a 15% decrease in the number of returning patients during the 2023–2024 period at the outpatient unit of Sulianti Saroso Hospital indicates low patient loyalty. This study analyzes the relationship between the 7Ps marketing mix and patient loyalty at the outpatient unit of Sulianti Saroso Hospital. A quantitative, cross-sectional design was used, with 110 outpatients as respondents selected via purposive sampling. Data were collected using a valid and reliable questionnaire and analyzed using Chi-Square analysis. The research findings demonstrate a significant relationship between the 7Ps of the marketing mix and customer loyalty. Each element, product (p-value = 0.0001), price (p-value = 0.0001), place (p-value = 0.0001), promotion (p-value = 0.0001), people (p-value = 0.0001), process (p-value = 0.0001), and physical evidence (p-value = 0.0001) shows a statistically significant correlation. The study concludes that all components of the marketing mix positively and significantly influence customer loyalty, with the service process as the most dominant factor.
PERAN MOTIVASI KERJA DALAM MENINGKATKAN RETENSI KARYAWAN GEN Z Sri Damayanti; Darma Fristyana Sinaga; Adhitia Pratama; Titus Indrajaya
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1311

Abstract

Gen Z telah menjadi bagian signifikan dari tenaga kerja global dan menuntut karakteristik pekerjaan yang berbeda dari generasi sebelumnya, terutama makna pekerjaan, otonomi, pembelajaran berkelanjutan, keseimbangan kerja-hidup, serta penggunaan teknologi. Generasi Z sebagai kelompok yang sekarang jumlahnya semakin besar. Kehadiran generasi ini membawa dinamika baru dalam dunia organisasi karena karakteristik, nilai, dan preferensi kerja mereka berbeda dari generasi sebelumnya. Artikel ini bertujuan mengkolaborasikan konsep motivasi kerja dengan retensi karyawan melalui pemahaman yang mendalam mengenai karakteristik Generasi Z di lingkungan kerja. Dengan memahami ciri khas generasi ini, organisasi dapat menentukan pola motivasi kerja yang tepat sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang stabil dan mendukung retensi karyawan. Artikel ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengelaborasi berbagai literatur terkait motivasi kerja, komitmen organisasi, retensi, serta perilaku generasi Z. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen karyawan, semakin tinggi motivasi yang diperoleh, semakin kuat komitmen mereka terhadap organisasi. Selanjutnya, komitmen karyawan juga berpengaruh signifikan terhadap retensi, yang berarti karyawan dengan komitmen tinggi lebih cenderung bertahan dalam perusahaan.
Studi Kelayakan Usaha Pretty Patty FX Setiyo Wibowo; Michelle Zefanya; Mita Purnamasari; Dini Murniaty; Titus Indrajaya
Journal of Social Service and Empowerment Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Social Service and Empowerment (JOSSE)
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56743/josse.v3i1.479

Abstract

ABSTRACT Purpose: The purpose of this study is to analyze the feasibility study of Pretty Patty's food business from financial and non-financial aspects so that it can be decided whether it is feasible or not feasible to run in the future. Methods: Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Furthermore, the data analysis method used is an analysis of financial aspects (IRR, NPV, BEP, PP, and Sensitivity analysis) and non-financial aspects (Technical and Technological aspects, Management and Legal, and Market aspects), as well as SWOT analysis using Strength-Opportunities (S-O). Implication: The results of this study indicate that Pretty Patty's business is feasible to run both from: 1) juridical aspects; 2) Technical aspects; 3) SWOT analysis; 4) Market and marketing aspects; 5) Management aspect; 6) Environmental aspects; 7) Financial aspects; and 8) financial aspect. Keywords: Business Feasibility, Food, Pretty Patty. ABSTRAK Tujuan: Tujuan studi ini untuk menganalisis studi kelayakan bisnis usaha makanan Pretty Patty dari aspek keuangan dan non keuangan sehingga dapat diputuskan apakah layak atau tidak layak untuk dijalankan ke depannya. Metode: Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Selanjutnya metode analisis data yang digunakan adalah analisis dari aspek keuangan (IRR, NPV, BEP, PP, dan analisis Sensitivitas) dan aspek non keuangan (aspek Teknis dan Teknologi, Management dan Hukum, serta aspek Pasar), serta analisis SWOT menggunakan Strength-Opportunities (S-O). Implikasi: Hasil studi ini menunjukkan bahwa usaha Pretty Patty layak untuk dijalankan baik dilihat dari: 1) Aspek yuridis; 2) Aspek teknikal; 3) Analisis SWOT; 4) Aspek pasar dan pemasaran; 5) Aspek manajemen; 6) Aspek lingkungan; 7) Aspek keuangan; dan 8) Aspek finansial. Kata Kunci: Kelayakan Bisnis, Makanan, Pretty Patty.