Mangga merupakan komoditas andalan dan penting bagi Indonesia, hal tersebut berdasarkan data produksi mangga Indonesia yang menepati peringkat lima dunia. Tetapi, produk mangga Indonesia belum banyak diekspor. Indonesia hanya dapat mengekspor 5% dari total produksi mangganya. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahu keragaan pasca panen mangga di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Survey dilakukan di Desa Putat, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon. Survey dilakukan terhadap 30 orang responden petani mangga yang merupakan kelompok Tani mangga. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan varietas mangga yang banyak dibudidayakan adalah Arum Manis, Gedong gincu, Cengkir dan Dermayu. Petani umumnya menentukan umur panen buah mangga berdasarkan timbulnya bercak hitam dan keputihan pada buah mangga. Petani memanen buah mangga padi pagi hari. Alat panen buah mangga yang digunakan umumnya adalah sosog yang berasal dari bambu, sedangkan kemasan yang digunakan berupa boks plastik. Hasil panen dijual langsung ke petani pengepul menggunakan motor sebagai alat angkut. Petani pengepul setelah panen dan membeli dari petani produsen melakukan sortasi/grading berdasarkan ukuran tertentu. Setelah itu, buah mangga disimpan beberapa hari lalu dikemas dan didistribusikan ke lokasi penjualan. Kata kunci : petani, mangga, panen, alat panen, kemasan, petani pengepul