Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PEDAGOGY

PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP DALAM PARADIGMA ISLAM Sulthon, M.
PEDAGOGY Vol 4 No 2 (2017): JURNAL PEDAGOGY VOL.4 NO.2 JULI 2017
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah proses yang mengandung spirit untuk membawa peserta didik menuju pada sebuah harapan. Hal ini bisa dipahami karena manusia memiliki keinginan-keinginan untuk menjadi baik dan maju dalam berbagai aspek kehidupan. Sehingga pada tataran praktis pendidikan betul-betul dibutuhkan dengan kenyataan bahwa pendidikan adalah proses yang paling efektif untuk terpenuhinya kebutuhan tersebut. John Dewey sebagai tokoh pendidikan dari Barat menawarkan konsep pendidikan yang tidak mengenal kata "terlambat", "terlalu tua", atau "terlalu dini" untuk memulainya. Menurutnya; "Educational process has no end beyond it self in its own and end". Konsep serupa dikenal kemudian dengan istilah life long education atau pendidikan seumur hidup. Islam sebagai agama terakhir yang paling sempurna memiliki ajaran bahwa kehidupan manusia berlangsung pada dua dimensi: dimensi dunia dan dimensi akhirat. Dari pola hidup yang sedemikian luasnya, dengan pasti, Islam menawarkan pendidikan yang berlangsung tanpa batas. Tulisan ini secara rinci dan praktis akan menggali konsep tersebut Melalui cara piker reflektif tulisan ini menemukan bahwa pendidikan Islam berlangsung sejak ruh ditiupkan ke jasad dan berakhir sampai masa berusaha di dunia usai. 
REKONSTRUKSI PENDIDIKAN MORAL DI ERA GLOBAL (STUDI PEMIKIRAN MUHAMMAD AL-GHAZALI1 1917-1996) Sulthon, M.
PEDAGOGY Vol 1 No 1 (2014): JURNAL PEDAGOGY VOL.1 NO.1 JANUARI 2014
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pandangan Muhammad Ghozali, moralitas sesorang dapat ditegakan dengan syahadat tauhid karena dengan mengucapkan syahadat, seseorang mengikrarkan derap langkah dalam pentas kehidupan sesuai dengan kehendak Tuhan. Kemudian teori-teori pendidikan moral Muhammad Ghozali dibagi menjadi tiga : 1. Teori Rabbaniyah (Ketuhanan), 2. Teori Insaniyah (Kemanusiaan), 3. Teori Syumuliyah (Universal). Al-Ghazali mengawinkan teori absolutism dengan rasionalisme, karena ia memandang bahwa akal pemikiran yang notabene bertumpu pada otak merupakan anugerah Tuhan yang harus difungsikan. Otak merupakan fondasi pemikiran manusia yang mampu merasionalisasi seluruh ciptaanNya serta jagad raya yang diperuntukkan untuk kepentingan dan kemakmuran manusia, seluruh hasil rasionalisasi adalah untuk mewujudkan, mensejahterakan manusia yang pada akhirnya menuju kepada Allah SWT. Sebagai penguasa mutlak dan absolut di alam semesta. Konsep pemikirannya jika dikaitkan dengan dunia modern, sangat mendukung kemajuan dunia global yang kian hari semakin melahirkan peralatan-peralatan canggih (modern equipment) dan menunjukkan pengelolaan kekayaan alam yang semakin butuh kepada quick action dalam penyelesaian berbagai problematika hidup dan permasalahan ekonomi sosial masyarakat.