Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Mutasi Fisik Iradiasi Sinar Gamma terhadap Keragaman Genetik dan Penampilan Coleus blumei Eny Rolenti Togatorop; Syarifah Iis Aisyah; M. Rizal M. Damanik
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.593 KB) | DOI: 10.29244/jhi.7.3.187-194

Abstract

ABSTRACTMutation breeding such as gamma ray irradiation is one of strategy to increase genetic variability. The aim of this research was to indentify genetic variability, performance changes and to obtain putative mutant of Coleus blumei purple/green through gamma ray irradiation. The experiment design used was Randomized Complete Block with single factor and three replications. The gamma ray irradiation was given to shoot cuttings of C. blumei by fractionated irradiation dose: 0 Gy (control), 20+20 Gy, 22.5+22.5 Gy, 25+25 Gy and 27.5+27.5 Gy. The irradiated shoot cuttings were planted in field until MV3 generation. The result of this research showed that gamma ray irradiation on C.blumei purple/green produced the high genetic variability on number of leaves and number of branches i.e. 58.48% and 74.02% by 25+25 Gy dose and number of branches by 20+20 Gy and 22.5+22.5 Gy dose i.e. 53.47% and 68.97% respectively. Physically induced mutation by gamma ray irradiation produced 5 putative mutants respectively on colour and pattern of leaf changes in the following plants: 20+20.5, 20+20.7, 22.5+22.5.8, 25+25.5 and 25+25.8.Keywords: fractionated irradiation, mutagen, ornamental plant, putative mutan, shoot cuttingABSTRAKPemuliaan mutasi dengan iradiasi sinar gamma merupakan salah satu cara dalam meningkatkan keragaman genetik tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi keragaman genetik, perubahan penampilan dan mendapatkan mutan putatif pada tanaman Coleus blumei ungu/hijau melalui iradiasi sinar gamma. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktor tunggal dengan 3 ulangan. Iradiasi sinar gamma diberikan terhadap stek pucuk C. blumei ungu/hijau dengan dosis terbagi yaitu: 0 Gy (kontrol), 20+20 Gy, 22.5+22.5 Gy, 25+25 Gy dan 27.5+27.5 Gy. Semua tanaman hasil iradiasi ditanam di lapangan sampai generasi MV3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian iradiasi sinar gamma pada C. blumei ungu/hijau menghasilkan keragaman genetik yang cukup tinggi pada karakter jumlah daun dan jumlah cabang dengan nilai KKG masing-masing 58.48% dan 74.02% pada dosis 25+25 Gy serta karakter jumlah cabang dengan nilai KKG 53.47% dan 68.97% masing-masing pada dosis 20+20 gy dan 22.5+22.5 Gy. Mutasi induksi fisik dengan iradiasi sinar gamma pada C. blumei ungu/hijaumenghasilkan 5 mutan putatif berdasarkan perubahan warna dan corak daun yaitu pada tanaman: 20+20.5, 20+20.7, 22.5+22.5.8, 25+25.5 dan 25+25.8.Kata kunci: iradiasi terbagi, mutagen, mutan putatif, stek pucuk, tanaman hias
Pengaruh Aplikasi Benzyladenine Terhadap Tunas Aglaonema Klon ‘Dud Unyamanee’ Adi Noor Prayogi; Eny Rolenti Togatorop; Adhitya Vishnu Pradana; Qurrotu A'yunin; Mertya Anugrah
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.6.2.393 – 400

Abstract

Aglaonema 'Dud Unyamanee' merupakan tanaman hias populer yang menghadapi kendala perbanyakan konvensional yang lambat dan terbatas. Benzyladenine (BA) diketahui dapat merangsang tunas lateral dengan memecah dominasi apikal. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi BA terbaik untuk menginduksi tunas Aglaonema 'Dud Unyamanee' secara ex-vitro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan empat konsentrasi BA (0, 100, 200, dan 300 ppm). Larutan BA diaplikasikan dengan penyemprotan pada pangkal batang seminggu sekali selama empat minggu. Pengamatan dilakukan hingga 12 minggu setelah aplikasi , meliputi persentase kemunculan tunas, jumlah tunas, panjang tunas, diameter tunas, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi BA berpengaruh sangat nyata. Perlakuan BA 300 ppm (P3) menunjukkan hasil terbaik, mencapai 100% tunas muncul pada minggu ke-4 , dibandingkan kontrol (0 ppm) yang hanya 41,67% pada minggu ke-12. Konsentrasi 300 ppm juga menghasilkan jumlah tunas (6,83) , panjang tunas (12,93 cm) , diameter tunas (8,92 mm) , dan jumlah daun (13,58 helai) tertinggi. Disimpulkan bahwa aplikasi BA 300 ppm paling efektif untuk mempercepat inisiasi dan meningkatkan pertumbuhan tunas Aglaonema 'Dud Unyamanee'. ABSTRACT Aglaonema 'Dud Unyamanee' is a popular ornamental plant facing constraints from slow and limited conventional propagation methods. Benzyladenine (BA) is known to stimulate lateral shoot growth by breaking apical dominance. This study aimed to determine the most effective concentration of BA for inducing lateral shoots in Aglaonema 'Dud Unyamanee' via ex-vitro application. The research used a single-factor Completely Randomized Design (CRD) with four BA concentrations (0, 100, 200, and 300 ppm). The solution was applied by spraying the stem base once a week for four weeks. Observations were made up to 12 weeks after application , measuring shoot emergence percentage, shoot number, shoot length, shoot diameter, and leaf count. The results indicated that BA application had a significant effect. The 300 ppm BA treatment (P3) showed the best results, achieving 100% shoot emergence by week 4 , whereas the control (0 ppm) only reached 41.67% by week 12. The 300 ppm concentration also yielded the highest shoot count (6.83) , shoot length (12.93 cm) , shoot diameter (8.92 mm) , and leaf count (13.58). It is concluded that a 300 ppm BA application is most effective for accelerating initiation and enhancing the growth of Aglaonema 'Dud Unyamanee' lateral shoots.