Chotimatul Azmi
Balai Penelitian Tanaman Sayuran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbaikan Teknologi Produksi Benih Bawang Merah Melalui Pengaturan Pemupukan, Densitas, dan Varietas Gungun Wiguna; Iteu Margaret Hidayat; Chotimatul Azmi
Jurnal Hortikultura Vol 23, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v23n2.2013.p137-142

Abstract

Produksi umbi benih bawang merah dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya ketersediaan hara, pengaturan populasi tanaman, dan pemilihan varietas. Pengelolaan hara tanaman, pengaturan densitas, dan pemilihan varietas yang tepat dapat meningkatkan produksi umbi benih bawang merah. Penelitian bertujuan mendapatkan teknologi perbanyakan umbi benih bawang merah dengan mengurangi ukuran umbi dan meningkatkan produksi umbi tanpa mengurangi kualitas umbi sebagai benih. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran (1250 m dpl.) pada Bulan Mei sampai dengan Desember 2009, menggunakan rancangan split-split plot dengan petak utama dosis pemupukan dengan tiga taraf yaitu (1) 200 kg/ha Urea, 200 kg/ha SP36, 200 kg/ha KCl, dan 500 kg/ha ZA (kontrol), (2) 100 kg/ha Urea, 300 kg/ha SP36, 200 kg/ha KCl, dan 250 kg/ha ZA, dan (3) 100 kg/ha Urea, 200 kg/ha SP36, 200 kg/ha KCl, dan 250 kg/ha ZA. Anak petak ialah densitas tanaman, terdiri atas 30 tanaman/m2, 60 tanaman/m2, dan 100 tanaman/m2. Anak-anak petak ialah varietas terdiri atas Bima, Maja, dan Sumenep. Hasil penelitian menunjukkan densitas 100 tanaman/m2 menghasilkan jumlah umbi per plot tertinggi (1.193,68) dan diameter umbi terkecil (14,17 mm). Varietas Bima menghasilkan jumlah umbi per tanaman tertinggi (12,01) dan jumlah umbi per plot tertinggi (1.035,96) dengan diameter terkecil 11,10 mm. Penggunaan varietas Maja pada densitas 100 tanaman/m2 menghasilkan bobot kering tertinggi (3.047,78 g). Untuk menghasilkan jumlah umbi banyak dengan ukuran kecil direkomendasikan agar menanam varietas Bima dengan densitas 100 tanaman/m2 dan untuk menghasilkan bobot kering umbi tinggi direkomendasikan agar menanam varietas Maja dengan densitas 100 tanaman/m2.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH CABAI (Capsicum annuum L.) Chotimatul Azmi; Astiti Rahayu; Deri saparudin
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v7i2.2262

Abstract

Kualitas mutu benih cabai selain dipengaruhi dari kultur teknis pada saat di pertanaman, metode ketika prosesing juga berpengaruh. Metode kering dan basah (direndam) biasa dilakukan untuk prosesing benih cabai. Namun informasi terkait lama perendaman pada prosesing benih cabai masih terbatas. Oleh karena itu dilakukan percobaan untuk mengetahui perlakuan lama perendaman terbaik terhadap perkecambahan benih cabai. Percobaan dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Sayuran pada bulan Februari hingga April 2020 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor (P1 = control, P2 = direndam selama 1 jam, P3 = direndam selama 3 jam, dan P4 = direndam selama 24 jam) diulang tiga kali. Parameter yang diamati antara lain persentase kecambah normal, abnormal, benih segar tidak tumbuh dan benih Mati. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa daya berkecambah perlakuan P2 (91%) nyata lebih tinggi dibandingkan perlakuan P3 (69.33%) dan tidak berbeda nyata dengan P1 (84.33) dan P4 (83.33). P2 merupakan perlakuan terbaik untuk prosesing benih cabai.