Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Studi Kasus Pembangunan Gedung BAPELKES) Fathus Salim; Dedek Ariansyah; Bunyamin Bunyamin
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v13i1.2125

Abstract

Penggunaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi merupakan program pemerintah dalam upaya mendukung keselamatan pekerja saat di lingkungan proyek konstruksi. Permasalahan utama yang menyebabkan kecelakaan adalah rendahnya pemahaman K3 yang juga berpengaruh terhadap kinerja. Pembahasan dari penelitian ini adalah pengaruh penggunaan K3 terhadap kinerja pekerja pada proyek konstruksi Pembangunan Gedung Asrama dan Kelas Baru Balai Pelatihan Kesehatan (BAPELKES). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan K3 di lingkungan proyek tersebut dengan survei pengisian kuesioner oleh pekerja proyek tersebut sebanyak 50 responden. Hasil uji regresi berganda menggunakan program SPSS menghasilkan nilai koefisien regresi (X1) faktor komitmen top managemen terhadap K3 sebesar 0.414, (X2) faktor lingkungan kerja sebesar 0.582, (X3) faktor keterlibatan pekerja dalam K3 sebesar 0.670, (X4) faktor peraturan dan prosedur K3 sebesar 0.468. Sedangkan hasil pengaruh penggunaan K3 dari hasil koefisien determinsi R Square yaitu sebesar 0.587 mendefinisikan pengaruh sebesar 58,7% terhadap variabel (Y) kinerja pekerja proyek konstruksi.
EFISIENSI PENGELOLAAN MANAJEMEN PARKIR OFFSTREET TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA BANDA ACEH Zul Bahri; Dedek Ariansyah; Bunyamin Bunyamin
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.191 KB) | DOI: 10.35308/jts-utu.v8i1.4287

Abstract

The development of the transportation system in Banda Aceh City every year experiences a very significant development. This has an impact on inadequate transportation facilities and infrastructure. This problem urges the Banda Aceh city government, especially agencies related to the Department of Transportation, to be able to overcome problems that arise such as congestion and limited parking space. This study aims to determine the role of the Banda Aceh City Transportation Service, the factors that support and hinder the implementation of electronic off-street parking in Banda Aceh City and the amount of PAD received from the off-street parking sector. The result of this research is that the Banda Aceh City Transportation Service is responsible for offstreet parking management management on Jl. T. Panglima Nyak Makam and the supporting factors are reducing congestion, preventing PAD leakage, making parking management more orderly, while the inhibiting factors are limited parking space, budget and implementation of the non-cash payment system that has not been 100% implemented. The results of data analysis of the average number of two-wheeled vehicles are 550 vehicles per day and four-wheeled vehicles are 213 vehicles. Revenue per day for two-wheeled vehicles Rp. 550,000 and 4-wheeled vehicles Rp. 426,000. If accumulated for 1 year of Rp. 356,240,000 compared to the manual parking system in 2016 of Rp. 32,770,000, the application of this electronic parking system has increased by 987% per year.
Evaluasi Pelayanan Angkutan Penyeberangan Kapal KMP. Aceh Hebat I Lintas Penyeberangan Sinabang-Calang Febrina Dian Kurniasari; Dedek Ariansyah; M. Ardian Savila
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v4i1.549

Abstract

Angkutan penyeberangan merupakan salah satu moda transportasi yang menjadi penghubung bagi wilayah yang tidak bisa dijangkau oleh jalur darat, karena terputus oleh adanya perairan dan belum adanya jalur darat yang memadai untuk dilalui. Oleh karena itu, keberadaan angkutan penyeberangan harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai bagi pengguna jasa agar dalam pelaksanaannya para pengguna jasa merasa terlayani dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah tingkat pelayanan minimal pada angkutan penyeberangan kapal KMP. Aceh Hebat I telah sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 62 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Penyeberangan. Metode yang digunakan adalah metode IPA (Importance Peformance Analysis) dengan menggunakan Teknik Performance Analysis dan perhitungan persentase terhadap nilai kesesuaian fasilitas yang meliputi pelayanan penumpang, pemuatan kendaraan, dan operasional kapal serta didapatkan nilai standar pelayanan minimal dari kapal KMP. Aceh Hebat 1. Hasil yang dicapai pada penelitian ini adalah didapat tingkat persentase yang sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM) kapal penyeberangan untuk KMP Aceh Hebat I lintas Sinabang-Calang adalah sebesar 90,9% sedangkan yang tidak sesuai dengan SPM adalah 9,1% dan dapat dinyatakan bahwa kapal KMP Aceh Hebat I telah memenuhi standar pelayananan minimal angkutan penyeberangan untuk lintas Sinabang-Calang sesuai Peraturan Menteri Nomor 62 Tahun 2019.