Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis fluktuasi jumlah produksi gula tebu perbandingan bertahap triangular fuzzy inference system Ratna Ekawati
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.10857

Abstract

Sugar production owned by PT X (Persero) for the last 10 years still shows fluctuation. One of the factors is climate, including rainfall. Judging from the development, sugarcane is still vulnerable to the climate. Even so, there are still strategies to reduce the resulting risks, including by means of an appropriate cropping system. However, the safety stock of raw materials cannot be maintained because the quality of the sugarcane deteriorates very quickly. Therefore, sugarcane is continuously sourced in varying quantities and qualities from hundreds of geographically dispersed varieties and supplied to the milling process and due to changing weather conditions so that throughout the year, the time window must be considered for harvesting. Fuzzy logic is a science of uncertainty that has superior ability to process reasoning in language. In fuzzy logic theory, it is known that the concept of fuzzy systems is used in the prediction process and generally contains four stages: fuzzification, formation of fuzzy rules, fuzzy inference system reasoning, and defuzzification. Variable rainfall (mm/year), average yield (%/year), total sugarcane production (million tonnes/year) based on a triangular model of incremental uncertainty as an information attribute in the Fuzzy Inference System (FIS). The selection obtained by using the fuzzy inference system is approximately 5 points from the uncertainty factor that arises from the effect of the input on the total output of the resulting sugar cane production.
Analisa Sistem Antrian Single-Channel Multi-Phase Gerai Ice Cream and Tea Wilayah Cilegon Ratna Ekawati; Shanti K. Anggraeni; Maria Ulfah; Evi Febianti; Nuraida Wahyuni
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i2.22133

Abstract

Gerai waralaba asal negara China yang berhasil memasuki pasar Indonesia hingga memiliki 10000 gerai dan dengan cepat menjadi trend dan terkenal. Gerai ini banyak digemari oleh pelanggan karena menjual es krim dan teh dengan banyak varian rasa dan harga yang terjangkau seluruh kalangan masyarakat. Sistem antrian yang diterapkan pada gerai ini adalah single channel – multi phase, karena hanya ada satu jalur untuk memasuki sistem pelayanan atau ada satu fasiitas pelayanan. Lokasi penelitian terletak di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, dikarenakan jumlah kedatangan customer lebih banyak daripada jumlah fasilitas pelayanan sehingga terjadi antrian. Berdasarkan hasil yang diperoleh Jumlah rata-rata pelanggan dalam sistem pada fase ke-1 yaitu sebanyak 17 pelanggan dan pada fase ke-2 yaitu sebanyak 12 pelanggan. Sedangkan Waktu rata-rata yang dihabiskan pelanggan menunggu dalam sistem (Ws) pada fase ke-1 adalah 23,33 menit/pelanggan dan pada fase ke-2 adalah 17,50 menit/pelanggan. Perbandingan gerai-gerai ice cream and tea di wilayah cilegon, gerai pada kecamatan cibeber lebih panjang antriannya, karena dipengaruhi lokasi yang strategis. Sehingga untuk mengatasi lamanya waktu antrian makan dapat ditambahkan jumlah tenaga kerja dan juga channel antrian untuk mempercepat pelayanan diwaktu jam sibuk.