p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JOGED
Setyastuti Setyastuti
ISI Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MUTUAL: KOREOGRAFI YANG TERINSPIRASI DARI PERUBAHAN SOSIAL SUATU PERKAMPUNGAN Putri Lestari; Setyastuti Setyastuti; Yohanes Subowo
Joged Vol 18, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/joged.v17i2.6351

Abstract

RINGKASANKarya tari berjudul “Mutual” ini digarap dalam bentuk koreografi kelompok, ditarikan oleh satu penari putra dan dua penari putri. “Mutual” berasal dari kata mutualisme yang merupakan salah satu bentuk simbiosis dan mempunyai arti hubungan saling menguntungkan. Karya ini berlandaskan pada perubahan sosial yang terjadi di kampung halaman penata. Perkampungan yang dulu dinilai sebagai lingkungan yang kurang baik karena banyaknya permasalahan yang terjadi, kini sudah menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu dan adanya imigrasi. Terjadinya imigrasi memisahkan karakter dan suasana antara perumahan dan perkampungan. Meski terdapat perbedaan gaya hidup namun tetap menjunjung tinggi rasa kebersamaan. Suasana dalam perkampungan ini yang menjadi acuan penata dalam proses kreatif penciptaan tari. Karya ini menggunakan bahasa simbol yang diharapkan mampu menyampaikan maksud dan pesan yang terkandung didalamnya kepada penonton, sehingga karya ini tidak hanya menjadi tontonan atau hiburan semata melainkan mampu menginspirasi dan juga sebagai sarana refleksi bagaimana harus bersikap di lingkungan sosial. Dalam hidup bersosialisasi kita membutuhkan bantuan orang lain ataupun sebaliknya, sehingga kebersamaan dan keseimbangan dapat terwujud.ABSTRACTThe dance work entitled “Mutual” is composed in the form of group choreography, danced by one male dancer and two female dancers. "Mutual" comes from the word mutualism which is a form of symbiosis and means a mutually beneficial relationship. This work is based on the social changes that have occurred in the choreographer’s hometown. The settlement that used to be rated as an unfavorable environment due to many issues that occurred, is now getting better over time but also because of the immigration. Immigration separates the characters and the atmosphere between housing and settlement. Even though there are differences in lifestyle, they still uphold a sense of togetherness. The atmosphere in this settlement is the reference for the choreographer in the creative process of dance.This work uses symbolic language which is expected to be able to convey the meaning and the message to the audience, so that this work is not only as a performance or an entertainment, but it is able to inspire and also as a means of reflection on how to behave in a social environment. In social life we need the support of other people and vice versa, so that the solidarity and the balance can be materialized.
KOREOGRAFI SUJA: TRANSFORMASI KESADARAN DALAM JATHILAN (NDADI ) SEBAGAI SUMBER PENCIPTAAN KARYA TARI VIDEO Eka Lutfi Febriyantono; Setyastuti Setyastuti; Bambang Tri Atmadja
Joged Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/joged.v18i1.6971

Abstract

RINGKASAN Karya SUJA berbicara tentang transformasi kesadaran manusia dari sadar menuju alam bawah sadar (ndadi) yang umumnya terjadi pada pertunjukan Jathilan. Karya tari SUJA memfokuskan pada transformasi perubahan alam bawah sadar yang menimbulkan ndadi. Ndadi dalam kesenian rakyat Jathilan adalah point utama kesenian tersebut, tetapi di balik itu semua ada hal yang perlu diperhatikan, bahwa tidak hanya persoalan sadar dan tidak sadar dalam kesenian tersebut, transformasi perubahan kesadaran manusia juga sangat penting, begitu juga dengan transisi perpindahan bentuk gerak satu ke gerak yang lain. Secara personal karya tari SUJA ini bertujuan memberi pesan pada masyarakat, bahwa kesenian rakyat Jathilan tidak hanya sebagai kesenian rakyat pinggiran yang dipandang sebelah mata. Namun, dibalik itu semua masih banyak sekali ide yang bisa diolah secara kreatif dari kesenian tersebut untuk melahirkan karya yang inovatif dan menjadi sumber riset yang sangat kaya.ABSTRACT The SUJA talks about the transformation of human conscientization from conscious to the subconscious. Ndadi usually happens in Jathilan performance. In the making process of SUJA dance work, the creator focuses the work on the subconscious transformation that causes ndadi. Basically, the success of Jathilan Art leads to ndadi. Ndadi is a main point in the Jathilan Art, yet behind it, all of the aspects are needed to be noticed by us, that is not only a conscious and subconscious matter, the human consciousness transformation is also important, as well as the transition from one motion to another. Personally, this SUJA dance work aims to give a message to the public, that Jathilan folk art is not only marginalized folk art. However, behind it all, there are still a lot of ideas that can be creatively processed from these arts to produce innovative works and become a very rich source of research.