Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BENTUK KOREOGRAFI REYOG KENDANG SANGGAR “SANGTAKASTA” KABUPATEN TULUNGAGUNG Yussi Ambar Sari
Joged Vol 9, No 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.441 KB) | DOI: 10.24821/joged.v9i1.2501

Abstract

Reyog Kendang merupakan tarian khas Tulungagung, yang tergolong tarian kelompok dengan jumlah penari 6 sesuai jumlah properti kendang. Adapun kendang sebagai properti utamanya, terdiri dari: Kendang 1, Kendang 2, Trinting, Imbal 1, Imbal 2, dan Keplak. Tarian ini bisa ditarikan oleh laki-laki ataupun perempuan. Tarian ini menggambarkan arak-arakan prajuri Kediri ketika mengiringi pengantin Ratu Kilisuci ke Gunung Kelud. Inti dari beberapa cerita tersebut tentang lamaran seorang Putri cantik yang bernama Klilisuci. Salah satu sanggar yang melestarikan tarian ini adalah Sanggar Sangtakasta, pimpinan Endin Didik Handoko, yang diresmikan tanggal 13 April 2013.Penelitian ini menganalisis bentuk Koreografi Reyog Kendang Sanggar Sangtakasta di Tulungagung. Untuk itu digunakan pendekatan koreografi yang i analisisi koreografi dengan analisis bentuk gerak, teknik gerak, isi gerak, aspek ruang, aspek waktu, aspek tenaga, dan gaya gerak.Hasil analisis menunjukkan bahwa Sanggar Sangtakasta memiliki variasi dalam bentuk gerak, rias dan tata iringan. Jumlah 8 penari yang terdiri dari4 penari perempuan dan 4 penari laki-laki, membuat koreografi dalam wujud gerak, desain lantai, dan permainan level tarian ini semakin menarik. Rias yang digunakan penari perempuan menggunakan rias korektif, sedangkan penari laki- laki menggunakan rias karakter. Instrumen selain kendang dalam tarian ini yaitu saron demung, kenthongan, calung, gitar, siter, tamborin, drum, gong, kenong, suling, rinding, angklung, dan bass.
Perspektif Dualisme Sebagai Inovasi Penciptaan Karya Tari : Penelitian Yussi Ambar Sari; Waode Muriani Ekasari Virno Bolu; Wulan Pujiyarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1482

Abstract

Dualisme sebagai segala sesuatu yang berasal daru dua substansi dasar yang berdiri sendiri dan tidak bisa melebur satu sama lain, namun dalam dapat membentuk kesatuan dalam perannya masing-masing. Mengangkat tema kemunafikan yaitu insan yang memiliki dua sisi yang berbeda atau bisa disebut dengan sisi ganda. Kamus definisi dari Oxford Languages Ganda adalah berbayang (seakan-akan ada dua). Dilihat dari sisi yang berbeda manusia itu sempurna dalam hal fisik memiliki tangan, kaki, wajah, dan hati. Sisi kesempurnaan manusia digambarkan melalui simbol cahaya, sisi lainnya manusia digambarkan melalui simbol kain. Rangsang tari yang digunakan dalam karya ini adalah rangsang visual. Karena berawal dari melihat tingkah laku seseorang dilingkungan sekitar kita. Dalam karya ini mengandung tipe tari dramatik bahwa gagasan yang dikomunikasikan sangat kuat dan penuh daya pikat, dinamis dan banyak ketegangan, dan dimungkinkan dilibatkan konflik antara orang seorang dalam dirinya. Karya Ganda merupakan hasil perspektif dari dualisme yang divisualkan dalam bentuk karya tari dengan wujud koreografi duet.