Fitri Sukmawati
FUAD IAIN Pontianak

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Hikmah

Disorientasi Seksual dari Perspektif Psikologi dan Agama Islam : Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender Fitri Sukmawati; Sari Eka Pratiwi
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.43 KB) | DOI: 10.24260/jhjd.v14i1.1772

Abstract

Homosexual is a sexual behavior with same-sex attraction or interest. Meanwhile, other group is biseksual, a sexual orientation towards both genders. The last LGBT group is transgender or transsexual, a group of people with sex-identity problems. This study aims to analize the factors which are influenced the formation of sexual disorientation, LGBT. The study started with literatures searching related with the teories of sexual disorientation in psychology and Islamic aspects. LGBT is not only a behavior that naturally occur, but it is formed by socio-cultural process in the early phase of human creation. There are three main factors which are basically form the LGBT behavior, including biologic, psychologic and sosio-cultural factors. Abstrak Homoseksual adalah perilaku seks dengan ketertarikan pada sesama jenis kelamin.Sementara itu kelompok lainnya yaitu biseksual adalah penyaluran dan orientasi seks pada dua jenis kelamin. Kelompok yang merupakan bagian dari LGBT yang terakhir adalah transgender atau transeksual, yaitu sekelompok orangdengan masalah identitas gender. Telaah literatur ini ditulis dengan tujuan untuk menelaah faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya disorientasi seksual yaitu LGBT.Telaah artikel dilakukan dengan menelusuri berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan teori-teori mengenai disorientasi seksual dari sudut pandang psikologi dan agama Islam. Perilaku LGBT bukan hanya sesuatu yang bersifat alami atau dibentuk oleh suatu proses sosial budaya pada awal penciptaan manusia. Terdapat tiga faktor utama yang melatarbelakangi terbentuknya perilaku LGBT, yaitu faktor biologis, psikologis dan sosial budaya.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA DAN DIET BEBAS GLUTEN/KASEIN TERHADAP PERBAIKAN GEJALA AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) Sari Eka Pratiwi; Fitri Sukmawati
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.629 KB) | DOI: 10.24260/al-hikmah.v13i1.1348

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) is a development impairment characterized by cognitive and neurobehavioral deficit, including communication and social problem that need psycology and education intervention for the children and the parents, also nutrition intervention with Gluten-Free Casein-Free (GFCF). This study’s aim is to identify the parenting style and Gluten-Free Casein-Free diet role in ASD’s symptoms modification. This study was start with collecting the references and research publications, and study the relationship of parenting style and GFCF diet to ASD. Flexible Parenting style in ASD is important and need to be adjusted based on the characteristic, development stage and the children’s situation. Diet GFCF can be a complementary therapy to reduce ASD’s symptoms particularly children with gluten allergy and have celiac disease. However, the children without any gastrointestinal symptoms to gluten/casein products need a consideration and advance examination to determine GFCF diet requirement. [Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan suatu kelainan perkembangan saraf yang dicirikan dengan adanya defisit kognitif dan neurobehavioralyang mencakup masalah komunikasi dan perilaku sosial, yang memerlukanintervensi psikologis dan edukasi pada anak dan orang tua, serta intervensi nutrisi dengan pembatasan asupan gluten dan kasein yang dikenal dengan diet Gluten-Free Casein-Free (GFCF). Penulisan telaah jurnal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua dan pembatasan asupan gluten dan kasein terhadap perbaikan gejala ASD. Penulisan telaah literatur dilakukan dengan mengumpulkan berbagai sumber teori dan hasil penelitian kemudian dilakukan telaah terhadap hubungan kedua faktor yaitu pola asuh dan pembatasan asupan gluten dan kasein terhadap ASD. Gaya pengasuhan pada ASD perlu dilakukan secara fleksibel sesuai dengan keunikan karakter anak, tahap perkembangan anak, dan situasi yang sedang dihadapi. Terapi pembatasan asupan gluten/kasein dapat menjadi pilihan terapi pelengkap untuk mengurangi gejala ASD terutama pada anak yang alergi gluten dan mengalami penyakit celiac. Namun, pada anak yang tidak memiliki gejala saluran cerna terhadap produk gluten/kasein perlu pertimbangan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan perlu tidaknya pembatasan gluten/kasein pada makanannya]. Kata Kunci: Autism Spectrum Disorder (ASD), Gluten-Free Casein-Free (GFCF), Pola Asuh Pada ASD, Autisme, Terapi Nutrisi Autism Spectrum Disorder (ASD).