Budiyono Budiyono
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pontianak

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : At-Turats

The Development of Teaching Materials Based on Local Wisdom Society Preventing The Radicalism in West Kalimantan Budiyono Budiyono
AT-TURATS Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v14i1.1496

Abstract

This research aims to encounter radicalism that is a problem of learning Islam in education institutions in Indonesia through the preparation of local wisdom-based teaching materials in West Kalimantan. The Center for Islamic and Community Studies (PPIM) UIN Jakarta conducted a research on "the exclusive understanding of Islamic education" in 2016 came to the conclusion that the understanding of religious intolerance is still being found through the presentation of teaching books in schools that underscored the dialogical aspects and tend to prioritize one particular view. This research used qualitative methods with the type of literature research. Data collection techniques with documentation, identifying discourse from books, papers or articles, magazines, journals, newspapers, websites (Internet) and other sources related to the study of the teaching materials development in particular in Madrasah Tsanawiyah based local wisdom in West Kalimantan. The theoretical approach used in teaching materials development, through the Minister of Religious Regulation No. 183 year 2019 about the Islamic Lesson(PAI) curriculum and Arabic language at Madrasah. Development of teaching materials based on West Kalimantan Society local wisdom prioritizes religious behaviour that takes place with cultural approaches. Researchers identified and synthesis a variety of research outcomes on cultural-based religious activities. Most cultural-based religious activities have a evidence as mentioned in the Qur'an and Hadith Rasulullah SAW, with a dialogical approach in the preparation of teaching materials to be delivered to students are expected to minimize the thought tends to be stiff
Literasi Media Smartphone (Studi Fenomenologi Perilaku Pengguna Smartphone di Kota Pontianak) Budiyono Budiyono
AT-TURATS Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v12i2.900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan masyarakat dalam mengakses, menganalisis, menilai dan mengkritisi informasi yang dibawa teknologi komunikasi khususnya smartphone. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) telah mengumumkan hasil survei data statistik pengguna internet Indonesia tahun 2016, pengguna terbanyak adalah usia 35-44 tahun sebesar 29,2%. Sedangkan, pengguna paling sedikit adalah usia 55 tahun ke atas hanya sebesar 10%. Paling banyak pengguna internet menggunakan perangkat mobile (smartphone) sebesar 63,1 juta atau sekitar 47,6% dan 5,8% atau sebanyak 7.685.992 jiwa pengguna internet berada di pulau Kalimantan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tipe studi fenomenologi, menekankan pada kesadaran manusia dan aktivitas yang dilakukannya saat bertemu informasi di dalam media, pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pengguna smartphone antara usia 35-44 Tahun, observasi dan kajian pustaka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah literasi media dari National Leadership Conference on Media Education. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna smartphone di Kota Pontianak sebagai berikut : 1) Pengguna dapat dikategorikan dalam kelompok kolektor (Collectors) dan intensitas penggunaan cukup tinggi. 2) Kemampuan dalam menganalisis informan belum mampu menjelaskan maksud dari informasi yang diperoleh, membaca pesan secara tekstual. 3) Kemampuan dalam mengevaluasi, informan memiliki pandangan subjektif dalam memberikan penilaian terhadap sebuah informasi, bahkan penilaian cenderung mengandalkan informasi yang bersumber dari tokoh yang menjadi panutan. 4) Kemampuan dalam mengkomunikasikan, melalui layanan aplikasi yang tersedia pada smartphone. Seperti, facebook, Blackberry massanger dan Whatsapp diperuntukkan bagi kolega.