Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

VITAMIN D AND SEROTONIN’S ROLE IN NEUROPSYCHIATRIC DISORDERS SARI EKA PRATIWI; FITRI SUKMAWATI
Raheema Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.567 KB) | DOI: 10.24260/raheema.v7i1.1797

Abstract

Abstract Vitamin D is known to play an active role in the development of nerve cells, as well as regulating the expression of one of the important genes in serotonin metabolism, namely THP2. Vitamin D and serotonin play an important role in the development of various neuropsychiatric diseases, Autism spectrum disorder (ASD), schizophrenia, bipolar disorder, and depression. Method: An article review was carried out by tracing various scientific literature relating to theories regarding the relationship of vitamin D and Serotonin, as well as neuropsychiatric disorders related to metabolic disorders and the production of vitamin D and serotonin. Results: The biological activity of vitamin D is mediated by the vitamin D receptor (VDR). The bonding complex between VDR and VDRE in the promoter of a gene will initiate the transcription process, one of which is TPH2, which plays an active role in the synthesis of brain serotonin. Serotonin has an important role as a neurotransmitter, hormone and morphogen for the brain. This neurotransmitter have important functions in the brain in controlling appetite, energy expenditure, sleep, body temperature, mood, and social cognition. Conclusion: Vitamin D plays an active role in the transcription of TPH2, which plays an active role in the synthesis of brain serotonin. Vitamin D facilitate tryptophan metabolism by increasing TPH2 to synthesize serotonin. Disruption of vitamin D levels will change serotonin levels and function in the brain, resulting in impaired behavior and executive brain function. Keyword: Vitamin D, Serotonin, Autism, Autism Spectrum Disorder
Peran Kejujuran Akademik (Academic Honesty) dalam Pendidikan Karakter Studi Pada Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah Angkatan 2013/2014 Fitri Sukmawati
Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : The Pontianak State Institute of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.572 KB) | DOI: 10.24260/khatulistiwa.v6i1.642

Abstract

Academic Honesty among students of the Department of Islamic Guidance and Counseling in the Faculty of Ushuludin Adab and Dakwa class of 2013/2014, there are still many who commit academic dishonesty or cheating. The causes of cheating behavior comes from the students themselves and the outside or external factors. For example, a lack of awareness and independence in learning among students as well as lazy behavior that is still part of the students’ personality. This behavior is a barrier to support character education that serves as educational goals.
Penggunaan Wasilah Dakwah terhadap Anak-Anak Pemulung Waduk Permai Patmawati Patmawati; Fitri Sukmawati; Ibrahim Ibrahim
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-hikmah.v11i2.852

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian participation action research (PAR), dengan pendekatan kualitatif. Sebagai penelitian PAR keterlibatan masyarakat sangat dominan karena merekalah yang mengetahui permasalahannya dan bagaimana pemecahannya (problem solving). Dalam hal ini peneliti dan tim memetakan persoalan mereka dan ikut urung rembuk dalam mencari problem solvingnya. Sehingga, dalam berdakwah bisa ditemukan wasilah yang tepat dan sesuai dengan usia anak-anak pemulung. Sebagai satu kesimpulan dari penelitian pelaksanaan dakwah keagamaan pada anak-anak pemulung Waduk Permai melalui media dakwah di Surau Ikhwanul Muslimin Kota Pontianak, didapatkan beberapa poin penting sebagai berikut: pertama, Kegiatan dakwah keagamaan melalui wasilah ini dilakukan pada anak-anak pemulung yang ada di Waduk Permai, Kota Pontianak; kedua, Kegiatan dakwah keagamaan melalui wasilah pada anak-anak pemulung dapat dilaksanakan dengan baik; ketiga, Secara substansi, kegiatan dakwah keagamaan melalui wasilah telah berhasil menumbuhkan semangat keagamaan, kemandirian sikap, kekompakan anak-anak dan kecintaan mereka terhadap ilmu pengetahuan agama Islam; keempat, Pelaksanaan kegiatan dakwah keagamaan melalui wasilah pada anak-anak pemulung Waduk Permai juga telah mampu memberikan semangat dan perhatian dari para pemerhati dakwah Islam di dunia kampus khususnya IAIN Pontianak sebagai kampus negeri yang berorietasi agama.
Bulliying di Media Sosial: Potret Memudarnya Empati Fitri Sukmawati
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-hikmah.v11i1.823

Abstract

Empati merupakan perilaku dasar yang ada pada manusia. Empati ini perlu dilatih agar menjadi bagian kerpibadian manusia yang positif. Hal ini karena empati itu menjadikan orang lain saling memahami, toleransi dan merasakan apa yang sedang orang lain alami.Memudarnya empati banyak dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya adalah mudahnya teknologi yang dapat di akses dalam kehidupan masyarakat melalui media masa yang memberikan dampak negatif. Informasi tentang video, broadcash, pesan melalui FB, WA, Twetter, Instagram dan lain-lain yang mudah sekali diberikan kepada orang dimanapun berada. Apabila informasi yang diberikan banyak menampilkan video porno, kekerasan, saling memaki, menghina, agresifitas dan lain-lain.Semua itu akan memberikan dampak yang terus menerus di simpan di ingatan dan menjadikan sikap dan tindakan manusia, yang disebut dengan perilaku bulliying. Bulliying yaitu menyakiti orang lain baik secara fisik maupun psikis yang banyak dilihat di media masa. Orang tidak merasa bersalah, tidak memikirkan dampak dari pesan melalui media yang dikirimkan akan berpengaruh pada interaksi dan hubungan sosial yang ada.
METODE DAKWAH IRSYAD UMAR BIN KHATTAB DALAM PERSPEKTIF SEJARAH Patmawati Patmawati; Fitri Sukmawati
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.557 KB) | DOI: 10.24260/al-hikmah.v12i2.1172

Abstract

The Irshad da'wah method is one of the methods of da'wah. This method was used by Umar bin Khattab as Amir al-mu'minin. At the time there was a massive futuhat, Muslims were not only from the Arabian Peninsula but also from Persia, Iraq, Iran and others, to preach to them, the method was very important in the success of da'wah. This paper uses the work of historical research, with the source of written documents. The results of the study explained that the method of Irsyad Umar bin Khattab's da'wah was divided into four namely irsyad nafsi, irsyad family, irsyad administration, and irsyad society. (Metode dakwah irsyad merupakan salah satu metode dakwah. Metode ini dipakai oleh Umar bin Khattab sebagai Amirul Mukminin. Pada masanya terjadi futuhat secara besar-besaran, umat Islam tidak hanya dari penduduk Jazirah Arab tetapi juga dari daerah Persia, Irak, Iran dan lain-lain, untuk berdakwah kepada mereka, metode sangat berperan penting dalam keberhasilan dakwah. Tulisan ini menggunakan cara kerja penelitian sejarah, dengan sumber dokumen-dokumen tertulis. Hasil dari penelitian menjelaskan bahwa metode dakwah irsyad Umar bin Khattab terbagi menjadi empat yakni irsyad nafsi, irsyad keluarga, irsyad pejabat, dan irsyad masyarakat).
Regulasi Emosi, Religiusitas, dan Perilaku Bullying di Kalangan Siswa MAN Kiki Amalia; Ema Zati Baroroh; Fitri Sukmawati; Nindya Juwita Utimadini; Nur Istiqomah
Jurnal Psikologi Perseptual Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas of Psychology, Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between bullying behavior and emotional regulation with religiosity in students of State Islamic Senior High School (MAN) in Pontianak. The research variables consist of bullying behavior (X1), emotional regulation (X2), and religiosity (Y). The study population was all students of grades X–XII with a sample of 242 students selected representatively. The instruments used were Likert scales, namely the Bullying Behavior Scale, Emotion Regulation Scale, and Religiosity Scale which have been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using correlation tests, multiple linear regression, and significance tests. The results showed that bullying behavior had a significant negative relationship with religiosity (r = –0.206; p < 0.05), emotional regulation had a significant positive relationship with religiosity (r = 0.266; p < 0.05), and simultaneously bullying behavior and emotional regulation had a significant effect on religiosity (F = 9.851; sig. 0.000 < 0.05) with an R² value of 0.192. The conclusion of this study is that the higher the students' emotional regulation, the higher their level of religiosity; conversely, the higher the tendency for bullying behavior, the lower the students' level of religiosity.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku bullying dan regulasi emosi dengan religiusitas pada siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Pontianak. Variabel penelitian terdiri dari perilaku bullying (X1), regulasi emosi (X2), dan religiusitas (Y). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X–XII dengan sampel sebanyak 242 siswa yang dipilih secara representatif. Instrumen yang digunakan berupa skala Likert, yaitu Skala Perilaku Bullying, Skala Regulasi Emosi, dan Skala Religiusitas yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi, regresi linear berganda, dan uji signifikansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying memiliki hubungan negatif signifikan dengan religiusitas (r = –0,206; p < 0,05), regulasi emosi memiliki hubungan positif signifikan dengan religiusitas (r = 0,266; p < 0,05), serta secara simultan perilaku bullying dan regulasi emosi berpengaruh signifikan terhadap religiusitas (F = 9,851; sig. 0,000 < 0,05) engan nilai R² sebesar 0,192. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi regulasi emosi siswa, maka semakin tinggi tingkat religiusitas mereka; sebaliknya, semakin tinggi kecenderungan perilaku bullying, maka semakin rendah tingkat religiusitas siswa.
PENANGANAN PERILAKU BULLYING MELALUI BIBLIOTERAPI STUDI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI SE-KOTA PONTIANAK Fitri Sukmawati; M. Edi Kurnanto
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.9558

Abstract

This study was motivated by the high prevalence of bullying behavior in schools, which affects perpetrators, victims, and bystanders. Although bibliotherapy has been used to address various psychological and behavioral problems among students, studies that specifically examine bibliotherapy as an intervention to reduce bullying among junior high school students, particularly by considering the roles of perpetrators, victims, and bystanders, remain limited. This study aimed to develop and examine the effectiveness of bibliotherapy in addressing bullying behavior among public junior high school students in Pontianak City. The study employed a research and development approach followed by an effectiveness test using a quasi-experimental pretest-posttest nonequivalent group design. The effectiveness test involved 100 respondents who completed the perpetrator and victim bullying questionnaires and 65 respondents who completed the bystander response questionnaire. Data were collected using Bullying Behavior Questionnaire Format A for perpetrators, Format B for victims, and a bystander response questionnaire. The data were analyzed descriptively using category percentages and inferentially using the Wilcoxon signed-rank test. The results showed that the proportion of perpetrators in the high bullying category decreased from 72% before the intervention to 23% after the intervention. Among victims, the high category decreased from 74% to 32%. Bystander responses also shifted toward more prosocial actions, as indicated by an increase in helping behavior from 9.23% to 44.62% and defending behavior from 9.23% to 32.31%. The Wilcoxon test showed a significant difference between pretest and posttest scores (p < 0.05). These findings indicate that bibliotherapy is potentially effective in reducing bullying behavior and can be used by school counselors as a reading-based reflective intervention to foster empathy, self-awareness, and prosocial behavior among students. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya perilaku bullying di sekolah yang berdampak pada pelaku, korban, dan penyaksi. Meskipun biblioterapi telah digunakan untuk menangani berbagai masalah psikologis dan perilaku siswa, kajian yang secara khusus menguji biblioterapi untuk mereduksi bullying pada siswa SMP, terutama dengan memperhatikan posisi pelaku, korban, dan penyaksi, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas biblioterapi dalam menangani perilaku bullying pada siswa SMP negeri di Kota Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan research and development yang dilanjutkan dengan uji efektivitas melalui desain quasi-experimental pretest-posttest nonequivalent group. Sampel uji efektivitas mencakup 100 responden pada angket pelaku dan korban bullying, serta 65 responden pada angket penyaksi bullying. Data dikumpulkan menggunakan angket perilaku bullying format A untuk pelaku, format B untuk korban, dan angket respons penyaksi. Data dianalisis secara deskriptif melalui persentase kategori dan secara inferensial menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori tinggi pada pelaku bullying menurun dari 72% sebelum perlakuan menjadi 23% setelah perlakuan. Pada korban bullying, kategori tinggi menurun dari 74% menjadi 32%. Respons penyaksi juga berubah ke arah prososial, ditunjukkan oleh peningkatan tindakan menolong dari 9,23% menjadi 44,62% dan membela dari 9,23% menjadi 32,31%. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa biblioterapi berpotensi efektif mereduksi perilaku bullying dan dapat digunakan guru Bimbingan Konsling sebagai layanan reflektif berbasis bacaan untuk membangun empati, kesadaran diri, dan perilaku prososial siswa.