This Author published in this journals
All Journal Raheema
Qoariatul Fasyehah
Mahasiswa IAIN Pontianak

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REBT: KONSELING KELOMPOK BAGI NARAPIDANA REMAJA TINDAKAN PENCURIAN DI LPKA SUI. RAYA Hesty Nurrahmi; Qoariatul Fasyehah
Raheema Vol 6, No 1 (2019): Perempuan dan Politik
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.005 KB) | DOI: 10.24260/raheema.v6i1.1511

Abstract

This research is motivated by the increasing number of adolescent inmates each year. Various types of juvenile crime. One of the criminal acts that is held by inmates in LPKA Sungai Raya is the crime of theft. There is no counseling assistance for theft inmates at LPKA Sui. Raya The purpose of this study was to determine the background of adolescent inmates committing theft and counseling assistance provided for adolescent inmates. The research method uses a descriptive qualitative approach and action research in guidance and counseling. This study concludes that the background of convicted persons committing theft is 1) lifestyle; 2) friend invitation; 3) the influence of drugs and alcoholic drinks; and 4) looking for parents' attention. REBT group counseling for juvenile inmates is carried out in 3 sessions with stages per session: 1) Establishment; 2) Transition; 3) Activities; 4) Enlightenment; 5) Closing; 6) Evaluation. The implementation of REBT group counseling can help prisoners slowly change their way of thinking and behavior. Each prisoner is asked to be free to share his problem, and asked to play a role as his role when they are later in the community. Appear enthusiastic and proactive from group counseling members. They are all determined to rearrange their lives for the better. Key words: Prisoners, teenager, theft Penelitian ini dilatar belakangi pada jumlah narapidana remaja yang tiap tahun meningkat. Tindakan kriminal remaja yang berneka ragam. Salah satu tindakan kriminal yang ada pada narapidana di LPKA Sungai Raya adalah tindak pidana pencurian. Belum adanya bantuan konseling bagi narapidana tindak pencurian di LPKA Sui. Raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang narapidana remaja melakukan tindakan pencurian dan bantuan konseling yang diberikan untuk narapidana remaja. Metode peneltian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan penelitian tindakan dalam bimbingan dan konseling. Penelitian ini menyimpulkan bahwa latar belakang narapidana melakukan tindak pencurian adalah 1) gaya hidup; 2) ajakan teman; 3) pengaruh narkoba dan minuman berakohol; dan 4) mencari perhatian orang tua. Konseling kelompok REBT pada narapidana remaja dilakukan pada 3 sesi dengan tahapan per sesi:1) Pembentukan; 2) Peralihan; 3) Kegiatan; 4) Pencerahan; 5) Penutup; 6) Evaluasi. Pelaksanaan konseling kelompok REBT dapat membantu secara perlahan narapidana mengubah cara pikir dan tingkah laku. Tiap narapidana diminta bebas menyampaikan permasalahannya, dan diminta bermain peran sebagai perannya ketika mereka nanti berada di masyarakat. Tampak antusias dan proaktif dari anggota konseling kelompok. Mereka semua bertekad untuk menata ulang hidup mereka menjadi lebih baik. Kata kunci: Narapidana_remaja, Tindakan_pencurian